Takut Kawin

Takut Kawin
bagian 14 (malam yang aneh)


__ADS_3

Setelah serangkaian acara pernikahan akhirnya kamipun memutuskan untuk pulang, rencananya aku dan mas Bram akan tinggal di rumah yang sudah di siapkan olehnya, tapi karena seminggu lagi mas Bram akan berangkat bertugas dan barang-barang aku dan mas Bram pun masih belum dipindahkan, aku memutuskan buntuk tinggal dulu dirumahku mas Bram juga menyetujuinya.


Tibalah kami di rumah, karena sangat lelah kami memutuskan untuk pergi ke kamar masing-masing untuk istirahat, aku dan Razade melangkah beriringan ke atas sambil ngobrol dan mas Bram mengikuti dari belakang


Razade "Kak aku istirahat di kamarku ya, udah capek banget ni, mas Bram aku istirahat dulu ya nanti aku mau ngobrol-ngobrol sama kamu"


"Yaudah sana"


Mas Bram "Oke de"


Aku dan mas Bram pun masuk kamar, karena sudah lelah aku langsung menjatuhkan badanku ke atas tempat tidur


"Huh aku benar-benar lelah, aku bahkan sudah tidak nyaman dengan baju ini dan sudah geli dengan make-up di wajahku ini"


Mas Bram tertawa


"Yaudah sha kamu mandi duluan gih! Cepetan ganti tu baju kalo udah gak nyaman, tapi kapan lagi aku bisa liat kamu full dandan kayak gini"


"Biasanya laki-laki gak suka kalo ceweknya dan-dan full"


"Kan sekali-kali boleh sha"


"Ah yaudah kamu dulu gih yang mandi aku mau rebahan dulu"


"Oke kalo gitu aku mandinya gak lama kok"


"Eh aku juga gak lama ya" aku menjawab dengan ketus


"Aku gak bilang kalo kamu mandinya lama kok"


"Aku pikir, ah kamu cepetan mandi gih sana, oh iya baju ganti kamu belum sampe ya kesini?"


"Eh iya belum, terus gimana sha"


"Yaudah pake kaos aku aja, banyak kok kaos yang ukurannya gede"


"Yaudahlah, lagian besok pagi kayaknya baru Dateng, aku minta handuk aja sha"


"Ambil aja mas di lemari belakang kamu itu"

__ADS_1


"Yaudah aku mandi duluan, eh gak mau bareng nih?"


Mimik wajahnya tidak bisa diartikan


"Bareng apaan, enggak enggak cepet deh keburu kemaleman nanti telat makan malam"


"Oke sha"


Ketika mas Bram keluar aku sedang membersihkan make-up, ketika aku menoleh aku hampir teriak karena kaget melihat laki-laki tiba-tiba muncul dari kamar mandi, hal itu benar-benar masih aneh bagiku, akupun menutup mulutku agar tidak menjerit kencang


"Kenapa sih sha, kaget ya"


"Yaiyalah aku kaget aku kan gak biasa liat kayak beginian"


"Liat laki-laki dengan badan kekar sedang telanjang dada tiba-tiba muncul dari kamar mandi kamar kamu?"


"Kok kamu bisa baca pikiran aku?"


"Tuh kan bener haha"


"Barusan cuma becanda ya mas, aku gak ada pikiran apa-apa"


"Yaudah iya buruan gih mandi"


Ketika aku mandi terdengar suara mama yang seperti mengobrol dengan mas Bram, ketika aku keluar ternyata mas Bram sepertinya sedang makan malam dibawah.


Ketika mas Bram naik kembali ke kamar aku hampir menjerit dengan keras lagi karena kaget, dan saat itu aku hanya memakai handuk pendek dan handuk yang aku pasang dikepala karena selesai keramas


"Mas kamu selalu bikin kaget aku aja, balik kanan atau tutup mata ya aku mau pake baju tau"


"Oh yaudah sorry sorry"


Sambil membelakangiku mas Bram berbicara


"Lagian sha sama suami sendiri masa malu sih"


"Ya tapi aku pokoknya malu"


"Yaudah, ngomong-ngomong Jersey sepakbola koleksi kamu keren-keren ya, celana basketnya juga keren nih, biarin deh aku pake baju bola celananya celana basket juga"

__ADS_1


"Yaiyalah keren-keren selera aku kan bagus tau"


"Termasuk selera cowok kamu juga bagus ya sha"


"Mulai genit"


" Genit sama kamu doang boleh la ya"


(Tertawa)


Hujan yang deras disertai petir menyertai malam ini, angin juga bertiup kencang, akupun melangkah menuju jendela untuk menutup jendela kamarku yang sedikit terbuka, ketika aku akan menutup jendela tiba-tiba mas Bram menghampiriku dan bertanya


"Kenapa kata mama kamu jarang makan malam sha?"


"Males aja, biasanya aku makannya sore tapi kali ini aku gak mau makan aja"


Seketika tiba-tiba petir yang sangat keras berbunyi, sangat terlihat jelas kilat yang sangat mengerikan di jendela, aku pun langsung menjerit dan memeluk mas Bram yang kebetulan sedang ada di dekatku, aku memeluknya sangat keras karena ketakutan, mas bram pun memeluk aku kembali


"Kamu takut petir sha? Udah gak papa kan ada aku"


Ketika mas Bram berbicara akupun spontan melepaskan pelukanku


"Sorry mas aku takut banget soalnya sama petir"


"Kenapa dilepas pelukannya? Boleh peluk lebih lama lagi kok sha hehe"


"Mas maaf banget ya meskipun aku udah jadi istri kamu sekarang, tapi aku masih belum terbiasa dengan keadaan ini, aku juga masih belum bisa menjadi seperti istri-istri pada umumnya sekarang, aku mau kamu ngertiin aku ya, maaf sekali lagi"


Mas Bram terdiam sekejap


"It's oke sha, aku ngerti, yaudah kita tidur aja kalo gitu aku udah ngantuk banget, eh tapi aku tidur dimana?"


Di kamarku memang tidak ada sofa karena dulu aku sempat protes sama mama karena kamarku jadi sempit


"Emh yaudah di kasur aja masa harus dilantai kan gak lucu"


"Beneran gak papa sha?"


"Ya udah dimana lagi, cepetan gih tidur aku ambil minum dulu"

__ADS_1


Setelah itu kamipun tidur sangat lelap karena tadi siang sangat lelah, tentunya dengan pembatas wilayah ditengah tempat tidur


Ketika bangun tidur biasanya yang kupeluk adalah guling tapi pagi itu ketika aku bangun yang kupeluk adalah badan yang kekar.


__ADS_2