
"Saya terima nikahnya Keyla Binti Said dengan mahar tersebut dibayar tunai!"
"saaah... saahh... saah...."
"alhamdulillah" ucap semua orang yang menyaksikan pernikahan tersebut. Pernikahan yang tanpa adanya pesta meriah..
pernikahan yang hanya disaksikan keluarga dari mempelai perempuan..
Di dalam kamar keyla yang mendengar hal tersebut hanya bisa menangis entah harus bahagia atau menderita dikarenakan dia telah menikah dengan seseorang yang tidak dicintainya..
"aku harus bagaimana sekarang" ucap keyla kepada sahabatnya helena yang sudah memeluknya
"sabar.. semua ini pasti ada hikmahnya key, kamu harus kuat demi anakmu"
"tapi, aku tidak mencintainya dan begitu pula dia mungkin juga tidak mencintaiku" sahut keyla sambil menangis dipelukan helena
"kamu harus kuat, kamu juga harus percaya kalau marvin pasti telah memikirkan yang terbaik sebelum mengambil keputusan ini" sahut helena
keyla pun tidak bisa berkata apa-apa lagi hanya air mata yang terus menetes membasahi pipinya.
yah, masih teringat jelas mengapa semua ini terjadi padanya.
karena kesalahan bodohnya kini dia telah menikah dengan sahabatnya sendiri tanpa cinta.
tidak lama kemudian, marvin masuk dengan mengenakan baju koko dan peci di kepalanya.
"sekarang dia suamiku apa bisa aku menganggap dia suamiku" gumam keyla dalam hati
__ADS_1
marvin mengangkat tangannya dan spontan keyla menciumnya.
malam ini akan menjadi panjang bagi mereka berdua..
tidak lama berselang ibu keyla meninggalkan mereka berdua dengan air mata yang masih membasahi pipinya.
"maafkan aku!!!" marvin mengeluarkan kata-kata pertamanya setelah mengatakan ijab kabul.
"ini salah kita berdua, tolong jangan di ungkit lagi!" sahut keyla
keyla dan marvin sudah bersahabat selama 3 tahun, mereka sebatas teman kantor yang hanya bertemu seperlunya dikarenakan beda divisi.
kesalahan yang mereka lakukan sungguh membuat semua orang merasa terkejut dan tidak percaya.
apalagi keduanya telah memiliki kekasih.
"aku hanya ingin tidur dan berharap ini hanya mimpi" jawab keyla
"maafkan aku.." kembali lagi marvin meminta maaf.
Diapun tidak menyangka telah menikah dengan sahabatnya sendiri tanpa rasa cinta dan restu dari orangtuanya.
"karena kini kita sudah menikah apa yang harus kulakukan untukmu?" tanya keyla
"cukup menjadi ibu yang baik untuk anakku kelak" jawab marvin
"bagaimana dengan pekerjaanku? kamu kan tahu sendiri aku bekerja untuk menghidupi ibuku yang lama telah bercerai" timpal keyla
__ADS_1
"aku akan bertanggungjawab sepenuhnya terhadapmu, anakku, dan juga ibumu. sekarang kamu tidurlah. pasti kamu sangat lelah" ucap marvin
tanpa sadar keyla tertidur disamping sahabatnya itu, yah sahabat yang kini menjadi suaminya.
keesokan harinya..
mereka bangun dan saling menatap dengan tatapan bingung dan tersadar apa yang telah terjadi kemarin.
keyla pun langsung terhentak dan duduk di pinggir ranjang begitu pula marvin.
"hari ini mari ke kantor bersama-sama, kita harus menghadapinya apapun konsekuensinya" ucap marvin membuka awal pembicaraan setelah kecanggungan mereka
"ba...baik" jawab keyla
keyla segera menuju ke kamar mandi dan bersiap untuk ke kantor, disusul dengan marvin yang mandi setelah keyla.
"selamat pagi bu" ucap keyla menyapa ibunya yang menyiapkan makanan tanpa senyum yang seperti biasa. keyla pun paham mengapa sikap ibunya seperti demikian, keyla lalu duduk tanpa menerima balasan hangat dari ibunya.
kemudian muncul marvin keluar dari kamar dengan setelan lengkap untuk ke kantor dan menghampiri meja makan.
"selamat pagi tante.." ucap marvin gugup
"silahkan makan" jawab ibu keyla seadanya kemudian pergi meninggalkan kamar. terlihat jelas masih nampak kekecewaan di pelupuk mata ibu keyla..
"ayo kita ke kantor sudah lewat pukul 08.00" sahut marvin memegang tangan keyla
"iiiya.." ucap keyla sambil mengikuti langkah marvin dan menuju ke sepeda motor yang terparkir digarasi.
__ADS_1
keyla bukanlah orang kaya, begitupula dengan marvin mereka hanyalah pegawai swasta yang bekerja demi keluarga mereka.