
Setelah menyelimuti Keyla, Marvin pun mengambil selimut cadangan yang ada di lemarinya kemudian melebarkan selimutnya ke bawah lantai sebagai pengalas tepat di samping kasur Keyla.
Marvin pun berbaring sambil menatap langit-langit Kos-kosannya itu, berharap bisa tertidur pulas seperti Keyla. Nampak gelisah di wajah Marvin dikarenakan malam ini dia sungguh tak bisa tidur karena keberadaan orang yang dicintai tepat berada di sampingnya.
Marvin mengingat saat pertama jatuh cinta kepada Keyla. Saat itu, ulang tahun Keyla dengan wajah senang Keyla membagikan makanan yang telah dibuatnya bersama Ibunya untuk dibagikan ke teman-teman kantor.
Keyla pun membagikan makanan tersebut ke Divisi Marvin di jam istirahat, senyum Keyla saat membagikan makanan tersebut masih teringat jelas di memori Marvin. Adipati pun tak ingin hilang kesempatan menggoda Keyla..
"Key, selamat ulang tahun yah. Terima kasih lho makanannnya jadi merepotkan" Ucap Adipati dengan senyum menggodanya
"Iya, kak. Makasih, silahkan dinikmati"
"Key, gimana kalau pulang kantor kita nonton. Karena hari ini Ulang Tahun Kamu, Aku traktir yah.."
"Hmmm, gimana yah kak, nanti pulang kerja Aku putusin ya" pikir Keyla karena tidak enak menolak Adipati di depan teman-temannya
__ADS_1
"Ok, nanti aku hubungi ya" Goda Adipati
Keyla pun meninggalkan mereka dengan senyum manisnya.
Di sisi lain Marvin yang terlihat menahan cemburu, seolah ingin memukul Adipati yang dengan mudahnya menggoda wanita-wanita. Terlebih lagi wanita yang dia goda adalah wanita yang dia cintai.
Tanpa sadar Marvin menunggu kepulangan Keyla untuk melihat apakah mereka akan pergi atau tidak. Terlihat Adipati keluar kantor dengan mobilnya namun tak ada Keyla menaiki mobil tersebut. Senyum terpancar di wajah Marvin seolah telah memenangkan undian.
Keyla pun keluar dari kantor dan berniat untuk pulan ke rumah, di hari istimewanya tak ada yang istimewa karena dia tahu tidak bisa berharap lebih dengan Fino yang sibuk dengan dunianya sendiri.
Keylapun menghampiri Marvin yang belum pulang dan masih duduk di atas sepeda motornya.
"Bukan kok, gak lagi nunggu siapa-siapa" Marvin memasang helmnya bersiap untuk pulang
"Oh gitu, kalau gitu boleh anterin Aku pulang gak?" Tanya Keyla ragu.
__ADS_1
"ii..yya boleh. dengan senang hati" Terlihat Marvin sangat antusias
"Makasih ya" Keyla pun naik ke sepeda motor Marvin.
Sepanjang jalan Keyla terlihat canggung karena Marvin juga tidak berkata apa-apa.
"Marvin udah punya pacar? pacarnya gak marah nih?" Memulai pembicaraan
"gak kok.." Jawab Marvin singkat
Setelah sejam lamanya di jalan dan dipenuhi kesunyian mereka pun sampai di rumah Keyla.
"Makasih ya, gak mau mampir dulu?" Kata Keyla sambil turun dari sepeda motor
"lain kali aja, gak enak soalnya udah mau maghrib. Aku balik dulu ya" Marvin melambaikan tangan dan meninggalkan Keyla di depan pagar rumahnya
__ADS_1
"huuufffttttt, rasa-rasanya jantungku hampir copot" teriak Marvin dalam hati. Pada saat itulah Marvin sadar bahwa benar dia telah jatuh cinta, hal yang dia rasakan sangatlah berbeda dengan apa yang dia rasakan selama ini dengan Nita. Tak ada debaran jantung yang seperti ini.
Saat dia mulai sadar akan perasaannya, Marvin pun berniat untuk mendapatkan cinta Keyla. Marvin mulai acuh tak acuh dengan Nita terlebih lagi hubungan jarak jauh yang mereka jalani, dan kesibukan Nita semakin membuat Marvin ingin mendapatkan Keyla dan melepaskan Nita..