
Kalau sudah brutal otomatis bisa salah pergaulan. Lalu mereka mulai melirik yang namanya Rokok. Awalnya hanya sekali hisap, lama – lama jadi berkali-kali. Kemudian setelah merokok, mereka mulai mencoba yang namanya NARKOBA. Waduw, sudah semakin kacau aja nih…
Pertama hanya sedikit, lama-kelamaan dosisnya semakin bertambah. Belum lagi ditambah minuman keras. Kalau sudah seperti itu, siapa yang patut disalahkan ? Orang tua tidak dapat disalahkan sepenuhnya tapi anak juga tidak dapat disalahkan 100%. Kesalahan orang tua adalah mereka terlalu sibuk dengan masalah mereka hingga mereka lupa bahwa mereka memiliki anak yang wajib diperhatikan. Lalu kadang mereka juga menganggap bahwa anak tidak perlu tahu masalah mereka. Padahal setidaknya mereka harus menjelaskan tentang masalah mereka ke anak agar tidak terjadi kesalahpahaman. Lalu untuk si Anak, mari kita berpikir yang logis dan tidak nyleneh.
__ADS_1
Kadang kita berpikir bahwa kita ini penyebab perceraian orang tua kita. Tetapi ada banyak hal yang tidak kita ketahui tentang permasalahan orang dewasa. Kenapa kita tidak berpikir untuk menyatukan mereka dengan cara yang menyenangkan. Namun jika kita telah mencoba untuk menyatukan mereka tapi tidak berhasil, apa yang bisa kita lakukan ? Kadang orang tua memutuskan untuk cerai karena sudah merasa tidak cocok lagi, lalu mereka menemukan orang yang lebih mengerti mereka dan mereka memutuskan untuk hidup bersama. Kita sebagai anak hanya bisa memahami mereka. Asalkan mereka masih saling berkomunikasi dengan baik, pasti ke depannya akan baik-baik saja. Mungkin kita merasa belum siap menerima kenyataan, tetapi itu bukan berarti kita harus selamanya terpuruk dalam masalah itu, kan. Kita bisa mencari hal – hal positif yang dapat membangun semangat kita kembali. Seperti mengikuti ekskul yang ada di sekolah, mengembangkan hobi dan bakat kita, dan masih banyak lagi hal yang dapat dilakukan.Ingat satu hal bahwa semuanya tidak akan berakhir hanya karena perceraian.
Menjadi sosok dewasa yang diharapkan banyak orang itu sulit. menjadi kanak-kanak juga pilihan, menjadi yang terbaik itu keinginan kita semua. Yang menjadi pertanyaan apakah pantas bagi anak yang berada dalam situaasi diluar genggaman sepasang orang tua "broken home"Tabiatku menulis ini bukan untuk berkeluh melainkan keinginan untuk menjalankan hobby dan dipublikasikan bahwa saya adalah salah satu di antara berjuta anak broken home di alam bumi Allah SWT. Terlalu banyak yang menghina kami, mengeluarkan kata-kata bijak dikatakan hanya modus dan alibi semata agar terkesan bijak di depan semua orang. ini untuk memotivasi kita semua khusus nya bagi kalian yang sering judge orang tanpa bercermin. "Broken Home" bukanlah awal kegagalan hancurnya masa depan anak-anak, banyak yang yang stress, prustasi hingga "maaf sebelumnya" Gila akibat perlakuan orang tua yang tidak memikirkan Korban dan kejadian kedepannya.Banyak yang melampiaskan ke Drugs dan pergaulan Bebas. "Broken home" bukanlah awal suram nya masa depan, bagi kalian yang termasuk korban seperti saya ,"cerai" dalam rumah tangga itu tidak haram tetapi tetap tidak disukai Allah swt bagi umat islam. Kita dilahirkan tanpa diminta, kita tidak tahu menahu apapun mengenai Dunia yang sejak dulu telah ada.
__ADS_1
Suatu hal yang tidak sewajarnya terjadi, jelas akan menimbulkan dampak negatif yang tidak bisa dihindari lagi. Broken home juga demikian, hal itu tentu memiliki pengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan penyelesaian tugas masa remaja.
Masa remaja adalah masa yang dimana seorang sedang mengalami saat kritis, agar ia mampu menginjak ke masa dewasa, dengan demikian remaja berada dalam masa peralihan. Dalam masa peralihan itu pula remaja sedang mencari identitas dirinya. Dalam proses pencarian dirinya, remaja harus memiliki pengayom atau pembimbing agar ia mampu melangkah maju dengan baik, untuk mengikuti proses perkembangan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, dalam proses perkembangan remaja yang serba sulit dan masa-masa membingungkan dirinya, remaja membutuhkan pengertian dan bantuan dari orang yang dicintai dan dekat dengannya terutama orang tua atau keluarganya.
__ADS_1
Broken home, merupakan salah satu pemicu anak melakukan hal negatif, karena seperti yang disebutkan diatas bahwa anak yang hidup dikeluarga yang hanya memiliki Ibu atan Ayah atau anak yang hidup dalam pertengkaran orang tua yang berkepanjangan, tidak akan mendapatkan contoh yang baik atau pedoman yang baik dalam hidupnya