
Memang begitu, lima tahun ini, dia berhutang terlalu banyak berhutang kepada mereka.
Karin menjaga imej ayah di depan anaknya, memberi tahu ayahnya adalah pahlawan, juga hanya karena tidak ingin sifat anaknya terpengaruhi, agar dia ada masa kecil yang bahagia saja.
Di bagian terdalam hatinya, dia tidak pernah bisa memaafkan suami yang tidak ada kabar selama lima tahun, dan juga tidak bertanggung jawab, kalau orang lain yang berada di posisinya juga pasti tidak akan memaafkannya dengan mudah.
Dirinya sendiri, juga sama sekali tidak bisa memaafkan itu.
"David , kamu tidak usah berpikir terlalu banyak, aku tidak akan membawa emosi terhadap ayah kandung Bella ke kamu, masalah berpura-pura menjadi ayah Bella, juga hanya sementara." Karin Yun melihat kondisi David mengira dirinya keterlaluan, jadi dia menasehatinya:
Bella juga hanya terlalu rindu dengan ayahnya, terlalu kekurangan kasih sayang ayah, sedangkan kamu di saat penting ini, datang mengisi sisi dia yang kekurangan kasih sayang ayah, maka dia menjadikan kamu ayahnya."
"Tunggu dia sudah mengerti, tentunya tidak butuh kamu untuk terus berpura-pura lagi, maaf."
"Aku juga akan menjadi ayah yang pantas saja, agar layak untuk menerima gaji, kamu tenang."
David mengangguk, tapi dalam hatinya tersenyum pahit dengan tak berdaya.
Dia malah berharap, dirinya bisa berpura-pura menjadi "ayah palsu" ini dalam jangka panjang, sampai mendapatkan pengakuan dari mereka.
Dia mengerti, Karin adalah orang yang terlihat lembut tapi dalamnya kuat, dia terlihat begitu lemah lembut, beberapa tahun ini kalau ada masalah pasti mengalah, menunjukkan sisi lemahnya, bahkan saat orang hampir menabrak dia, dia akan meminta maaf duluan, selalu takut untuk membuat masalah.
Tapi dia juga begitu kuat, membesarkan anaknya sendiri, demi anaknya bisa bertengkar dengan keluarga dan kedua orang tua, bagaimanapun sulitnya hidup, dia juga dengan tegas menolak pernikahan yang ditentukan oleh keluarganya, tidak mau melakukan hal yang menghancurkan harga diri dia!
Ingin meluluhkan hati wanita ini, butuh usaha keras, membutuhkan ketulusan diri.
David detik ini bertekad, pasti, pasti akan menggunakan kemampuan seluruh hidupnya, untuk melindungi ketenangan kedua ibu dan anak ini, dan juga kekayaan mereka."
"Ibu, aku sudah selesai mandi!"
Sepuluh menit kemudian, Bella dengan kaki telanjang, memakai baju tidur, bahkan rambut saja belum sempat dikeringkan, langsung berlari turun, dan masuk ke pelukan David , mata besarnya penuh kekhawatiran, dia takut kalau ayah akan meninggalkan dia lagi.
Karin tidak bisa menangis atau pun tertawa, dengan perasaan dia yang rumit dan juga terharu melirik ke David , untung saja dia sudah membicarakan itu dengannya, untuk terus berpura-pura menjadi "ayah palsu".
Kalau tidak begitu, dia sungguh tidak tahu harus bagaimana dia harus membujuk Bella si gadis kecil ini.
__ADS_1
David akhirnya bisa terang-terangan memeluk anaknya sendiri, tentunya seberapa banyak menciumnya pun tidak akan cukup, dia menemani gadis kecil ini main selama dua jam penuh, gadis kecil akhirnya merasa mengantuk, dan mulai menguap.
"Ibu, Bella sudah mengantuk, ingin tidur."
Karin juga lega, dia juga sudah sedikit lelah: "Baik, kalau begitu ibu bawa Bella pergi tidur."
Bella menggelengkan kepala, dan menarik lengan David dia dengan manja berkata: "Tidak, aku mau tidur bersama dengan ayah dan ibu."
"Apa?!"
David sedikit terkejut, sedangkan Karin lebih sampai melotot.
Tidur bersama? Ini, ini bagaimana bisa! Dia dan David hanya merupakan suami istri palsu, kalau tidur bersama, dan terjadi sesuatu, benar-benar merugikan dirinya---
Wajah karin tiba-tiba menjadi merah dan panas, dibawah pancaran sinar bulan, seperti awan merah, bedak yang putih ditambahkan blush on, dengan kulit dia yang begitu bagus, tubuh yang indah, benar-benar cantik.
David tidak tahan dan tertawa terbahak-bahak, lalu menggendong si lucu itu dan menciumnya.
Benar-benar anak kandung, sungguh membantu!
Karin buru-buru menjelaskan, dan menasehatinya: "Bella menurut ya, hari ini tidur bersama ibu, ayah terlalu lelah, biarkan ayah istirahat di ruang tamu ya."
Bella memonyongkan mulut, bersandar di pelukan David mengambek: "Felix saja tidur bersama dengan ayah dan ibunya, lagipula dia juga bilang, kalau ayah dan ibu tidur bersama, dia baru bisa memiliki adik laki-laki."
Mata gadis kecil tiba-tiba bersinar, seperti menemukan suatu hal baru, dengan senang bersorak:
"Ayah ibu, Bella juga ingin memiliki seorang adik laki-laki, kalian melahirkan adik laki-laki ya--"
Kalau ada adik laki-laki, ibu setiap hari tidak akan menyuruh Bella belajar menari, latihan piano, Bella juga bisa memakan dua porsi snack dan eskrim!" Mata gadis kecil bersinar, banyak sekali ide aneh.
Dia memeluk siku David menari-nari dan dengan manja berkata:
"Adik laki-laki, aku ingin punya adik laki-laki, kalian cepat lahirkan seorang adik laki-laki!"
David pura-pura tenang padahal dalam hatinya tidak begitu, dia sudah tidak bisa berkata-kata.
__ADS_1
Wajah Karin sangat merah, merasa malu dan juga lucu, anak-anak ini, setiap hari membahas apa saja!"
Bella, adik laki-laki, masalah adik laki-laki, ke depannya baru dibicarakan---"
Karin dengan wajah merahnya, dengan sabar menjelaskan: "Tapi hari ini, kamu harus menurut, ayah sudah lelah, kamu biarkan dia istirahat semalam di ruang tamu ya?"
"Tidak mau!" Bella memonyongkan mulut, dan ngambek: "Aku mau tidur bersama dengan ayah dan ibu, aku mau ayah memeluk Bella dan ibu tidur bersama, anak-anak di TK kami, selalu tidur seperti itu saat malam hari.
Karin benar-benar pasrah, para anak-anak, mengapa semua hal diceritakan ke luar.
Dia sengaja membuat wajah yang serius, mengeluarkan wibawa seorang ibu, dan langsung mengeluarkan senjata handalnya: "Bella kamu jangan keterlaluan ya."
"Kalau terus ribu seperti ini, uang jajan kamu akan dipotong satu bulan, ke depannya kamu jangan berharap bisa makan eskrim lagi."
Bella langsung menundukkan kepala, terlihat sangat murung, tidak berani berbicara lagi.
Hanya cemberut, tidak berani berbicara, butiran air mata jatuh dari matanya yang besar, membuat orang tidak tega--
Karin sudah sangat mengerti trik gadis ini, masih bisa menahan. Tetapi David mana bisa menahannya, anaknya sendiri meneteskan air mata sedikit, hati dia sudah hampir hancur.
"Bella menurut ya, ayah janji tidur bersama, malam ini kita sekeluarga tidur bersama ya." Dia buru-buru menggendong Bella, dan membujuknya
Di saat Karin melotot, David buru-buru memberikan isyarat, dengan suara kecil berkata: "Berpura-pura untuk setuju dulu."
"Huhu, kalau, kalau eskrim--"
"Beli, mau makan berapa banyak pun beli saja, jangan mendengarkan ibu, dia adalah orang jahat."
Yay!
"Ayah terbaik, Bella sayang kamu, mua~"
Gadis kecil tiba-tiba tersenyum lebar, sudah tidak menangis dan juga tidak ribut, tangannya yang kecil memegang wajah David dan menciumnya dengan keras, bahkan sesampainya di atas, juga tidak lupa untuk menunjukan tatapan bangga.
Seperti sedang memamerkan - Aku menang!
__ADS_1
Karin pun menjadi murung, mengeluh dan melihat sepasang ayah dan anak perempuan pergi, dia berbicara sendiri: "Sebenarnya yang mana yang orang tua kandung, mengapa aku merasa, aku jadi merupakan ibu tiri yang jahat?
Di kamar tidur lantai atas.