TEMAN TAPI MENIKAH

TEMAN TAPI MENIKAH
Nama Panggilan


__ADS_3

Hari yang sangat lelah untuk mereka berdua..


Tepat Pukul 16.00 mereka pun bergegas pulang kerumah dan menuju tempat parkir.


"ayo cepat, kok kamu lesu begitu. Apa kamu sakit?" tanya Marvin yang melihat Keyla turun dari tangga dengan tidak bersemangat seperti biasanya..


Keyla merupakan gadis yang ceria dan gampang akrab dengan semua orang. Wajahnya biasa-biasa saja namun sikapnya yang baik hati dan ceria membuat orang disekelilingnya dapat dengan mudah menyukainya.


"gak papa" jawab Keyla sambil bergumam dalam hati "memangnya kamu gak mengerti atau gak paham perasaanku apa! Aku kecewa kenapa harus aku yang resign!" sambil menatap sinis suaminya yang mengambil kendaraan mereka.


Sesampainya di rumah Keyla pun melihat ibunya sedang bersih-bersih rumah.


"assalamu'alaikum bu, Key pulang" sambil membuka pintu


"wa'alaikum salam" jawab Ibunya kemudian pergi kembali ke kamar.


"maaf bu, sudah mengecewakan Ibu. Maafkan Keyla" tak terasa air mata Keyla pun jatuh ke pipi.


Tak lama kemudian Marvin pun masuk ke kamar, yah kamar Keyla yang kini menjadi kamar mereka berdua.


"Bisa ketuk pintu dulu gak sih sebelum masuk!" Sahut Keyla yang baru saja ingin membuka pakaiannya untuk mandi


"maaf!" balas Marvin ketus


Setelah mereka membersihkan diri, mereka pun keluar dan makan malam telah disajikan Ibu Keyla.

__ADS_1


"Bu, mari makan bersama!" ajak Keyla yang melihat Ibunya bersiap kabur kembali ke kamarnya setelah menyiapkan makanan.


"Iya tante, maafkan kami" Timpal Marvin yang merasa bersalah


"Sekarang kamu panggil tante Ibu, jangan panggil tante lagi" Ucap Ibu sambil menghampiri meja makan


"Baik, bu.. Maafkan saya" jawab Marvin


Makan malam yang penuh kecanggungan telah usai, Keylapun membantu Ibunya membereskan piring yang kotor kemudian mencucinya di dapur.


"Terus apa rencana kalian kedepannya?" tanya Ibu kepada Marvin yang sedari tadi sudah berada di ruang tengah sambil menonton TV. Walaupun TV dinyalakan hanya untuk pengusir kesunyian diantara mereka berdua.


"Eh,, iiyaa tan.. oh maaf ibu.. Kami sudah memutuskan agar Keyla beristirahat dulu di rumah dan tidak bekerja sambil menunggu lahiran"


"Apa Keyla mau?" Tanya Ibu yang mengetahui anaknya yang pekerja keras dan sangat keras kepala


Di tengah pembicaraan mereka, Keyla datang dan membuat mereka terdiam sejenak.


"Vin, aku mau bicara bisa kita ke kamar" ajak Keyla


"Key, kamu jangan memanggil suamimu dengan panggilan nama itu gak sopan nak.." Ibu terlihat jengkel


"Terus manggil apa donk bu? Masa harus manggil suami.. Kan biasanya aku memanggilnya gitu" protes Keyla


"Nak, sekarang dia suamimu kamu harus menghormatinya apapun keputusannya kamu harus percaya dan mendengar kata-katanya"

__ADS_1


"Baik bu" jawab Keyla namun dengan wajah yang tidak menerima.


Marvin pun hanya bisa tersenyum dan menyusul Keyla yang lebih dulu masuk ke dalam kamar.


"Kamu mau bicara apa?" Kata Marvin sambil menutup pintu


"Gak usah.. Gak Jadi!" Jawab Keyla ketus sambil manyun


"Kok gak jadi? Aku kira hal penting.." menghampiri Keyla yang duduk di tempat tidur


"Kamu kan udah dengar sendiri tadi, Ibu bilang apa.. Aku harus mendengar kata-katamu dan menerima keputusanmu"


"Iya, aku tahu pasti kamu kecewa karena aku memutuskan sepihak bahwa kamu harus resign. Maafkan aku, aku akan menjagamu sekarang" Sambil memeluk Keyla


Keyla pun mendekat di pelukan suaminya tersebut dan air matapun jatuh tanpa ia sadari..


"Maafkan Aku" Marvin berkata sembari memeluk Keyla semakin erat


"Iya aku harap kita akan bahagia" jawab Keyla dengan suara yang rendah


Marvin pun tersenyum karena mendengarkan perkataan Keyla..


"Jadi kamu akan memanggilku apa sekarang?"


"Ahh.. ga tau!" Keyla pun kesal dan melepaskan pelukan Marvin

__ADS_1


"Panggil "sayang" aja yah, anggap aja kita pacaran sekarang" kembali Marvin memeluk Keyla dengan erat


Malampun berlalu begitu saja dan merekapun tertidur dengan pulas tanpa melakukan apa-apa.. 😁


__ADS_2