TEMAN TAPI MENIKAH

TEMAN TAPI MENIKAH
sahabat


__ADS_3

Altar dan Allea selalu datang kemarkas senja.begitu mereka menyebut tempat itu,untuk sekedar menghabiskan waktu,serta menyaksikan sinar lembayung bersama.tempat favorit bermain mereka,bernuansa indah dengan background panorama alam pegunungan,serta lembah yang tidak cukup dalam dipenuhi berbagai macam bunga liar.


Sungai dengan air yang jernih menambah kesejukan suasana ditepi hutan kecil ini.batu batu alam berbagai ukuran berserakan disekitarnya,menambah elok tempat tersebut.


"Altar ,ayo pulang,bentar lagi Magrib!"


"Sebentar lagi,chub."


"Kamu sedang apa,sih?"Mata sang gadis belia melirik sahabatnya yang sedang sibuk membuat sesuatu.


"Sudah jadi...."Altar berteriak girang.


Anak laki laki berusia tiga belas tahun itu memperlihatkan benda yang dibuatnya ,sebuah bunga yang disatukan sedemikian rupa hingga berbentuk mahkota.pemuda belia berwajah tampan itu naik keatas batu,lalu memasangkan mahkota hasil buatannya dikepala Allea yang tertutup hijab.


Allea merasa tersanjung dengan perlakuan altar.sahabatnya itu pandai membuatnya senang,hati berbunga bunga.


"Ini,untukmu,Tuan Putri"


"Bagus sekali ,terima kasih,pangeran cekingku".


"Kok ,panheran ceking,sih?Altar pura pura memasang wajah cemberut.


Allea terkikik geli melihatnya,"Terus apa,dong"


"Kapten Altar yang gagah".Altar membungkuk memberi hormat layakmya seorang pangeran.


"Kenapa kapten,bukan pangeran?.


Karena suatu hari nanti aku akan menjadi seorang kapten yang gagah dan perkasa"


"Oooo...seperti ayahmu,ya?


"Iya ,Allea cocok kan.?"Altar membusungkan dada kurusnya.


"Cocok ,Tapi...."


"Tapi apa?"Altar menunggu allea melanjutkan kalimatnya.gadis kecil berhijab itu memutar bola mata keatas,jari telunjuk dikrtuk ketuk ke dagu.altar sering dibuat gemas dengan tingkah allea satu ini.


"Tapi ...tetap saja ceking ,hahah...."Gadis berusia sembilan tahun itu ambil langkah seribu,seraya menderaikan tawa.tubuh yang subur membuat larinya sedikit terhambat.Altar ikut berlari,mengejar dengan mulut masih mengerucut.Kakinya lincah,berhasil melewati Allea karena tubuhnya yang kurus.


"Altar ...aku capek!!!"

__ADS_1


Teriakan Allea menghentikan lanu sang pemuda belia,menatap iba kearah si gadis kecil yang luruh diatas rumput ,kelelahan.


Altar menghampiri."Ayo Chub ,bentar lagi Magrib".


"Tapi aku capek".


"Ya susah ,ayo naik."


Allea membulatkan mata,Altar menyuruhnya naik kepunggung kurusnya .Tidak salahkan?pikirnya.


"Memang kamu kuat gendong aku?"Gadis belia itu sadar akan tubuh gendutnya,mana kuat Altar menggendongnya."Ayo naik ,naik saja,kamu jangan remehkan tubuhku yang kurus ,aku pasti kuat."


"Iya deh,"Allea dengan ragu menempelkan badan dipunggung Altar yang setengah berjongkok".


Altar,sianak kurus dengan sudah payahnya menggendong Allea.langkahnya tersendatbsendat ,tapi anak laki laki itu berusaha terlihat kuat.Allea tidak tega ,sahabatnya hampir kehabisan nafas ,meminta diturunkan.lagi pula rumah altar sudah terlihat ,berdiri kokoh didepan mereka.


"Aku masuk dulu ya,chub!"ucap Altar setibanya mereka didepan pintu regol bangunan mirip villa.


"Iya,Al,aku juga harus segera pulang ,sebentar lagi Azan ,takut umi marah."


Aktar mengangguk ,tiba tiba ia mencium pipi bulat Allea."Daah,Allea Assalamualaikum.


Allea tidak sempat protes debgan sentuhan altar,sahabatnya itu sudah berlari dan hilang dibalik gerbang tinggi runahnya."Waalaikumsalam,"balasnya lirih sambil berlalu dari tempat itu dengan bibir menyunggingkan senyum.


Sebagian memory masa kecil,kembali berputar diotak gadis cantik bernama Allea ,layaknya tayangan slide kaset cd.gadis berparas ayu itu tersenyum mengingat setiap detail kbersamaannya dengan Altar tujuh belas tahun yang lalu.


"Altar sekarang kamu dimana?sudah tujuh belas tahun berlalu,bagaimana kamu sekarang,masih ceking.'kah?atau...."Allea tertawa kecil,mengingat sebutan untuk sahabatnya itu.


Allea !!!"sebuah teriakan memanggilnya.ayunda berlari lari kecil menghampiri.gadis berbulu mata lentik itu melambai kearah ayunda seraya balik berseru"Aku disini,Nda.Ayunda gadis manis berhijab ,seusia allea ,sahabat terdekat dipanti asuhan,perawaknnya kecil mungil ,sehingga terlihat imut.


Setibanya dihadapan Allea,gadis itu menghembuskan napas lelah,seraya mengusap bulir bulir peluh di kening."kenapa harus lari lari ,sih,Nda?kan jadi capek."timbuk iba dihati allea melihatbsahabatnya ngos ngosan seperti habis dikejar anjing galak.


"Aku buru buru Al,"jawab ayunda disela napasnya yang tersenggal .


"Memangnya ada pa?"tanya allea heran.


""Kamu dicari umi Rita ayo pulang.


"Memangnya ada pa ya?alkea semakin bertanya tanya.


"Entah,aku hanya disuruh umi cariin kamu".

__ADS_1


Allea diam sejenak.kenapa umi rita menyuruh ayunda mencarinya ,padahal ia sudah lamit hendak kemarkas senja,lagi pula semua tugas di panti asuahn sudah diselesaikan.


Apakah ada pekerjaan yang belum dia bereskan?


"Kok,malah bengong,sih?Ahhh...lasti mikirin si ceking lagi deeh".


"Iihhh...apaan,Nda,juga?


"Udah biasa kali...udah,yuk aku dinarahin umi karena kelamaan.


Allea akhirnya mengikuti ajakan ayunda,dengan pikiran tetap dipenuhi tanda tanya,tidak biasanya dia disusul kemarkas senja....


Sebuah kendaraan terparkir dihalaman rumah panti asuhan hikmahtul jannah mengundang tanya dibenak allea.


"Nda,mobik siaoa ini?"


"Nggak,tahu tadi waktu umi nyuruh cariin kamu,mobik itu belum ada".


Bergegas kesua gadis beranjak dewasa itu memasuki rumah panti,dengan hati diliputi penasaran."assalamualaikum,"ucap allea dan ayunda beraamaan.


Suara balasan salam terdengar dari dalam.allea semakin menyergitkan dahi,karena ada suara yang berbeda diantara suara umi.setibanya didalam tubuh allea mendadak kaku,tapi terlihat masih segar dan cantik ,kesannya bersahaja.


Wanita tersebut mengguankan baju gamis lengkap dengan hiajn syar'i .di sebelahnya duduk anak laki laki,usianya sekitar delapan tahunana..wajah anak itu serasa familiar dimata allea.


"Ta tante hermanti"desis allea,begitu menyadari siaoa wanita itu.


"Al ..kamu allea ?Masaya allah ,kamu susah besar,nak!kamu cantik sekaki.wanita yabg dioanghil tante berdirindari tempatnya dan merangkul allea pwnuh kerinduan..


"Tante apa kabar.?allea membalas peluakan bu hera,rasa haru membuncah.


"Alhamduliah,tante baik baik saja.sayang,sendiri apa kabar?.


"Syukur alhamdulillaha,allea juga baik tante."allea mengajak tante hera kembali duduk.


Ternyata kamu masih ingat dengan bu hera,umi rita yang sedri tadi diam memperhatikan ,mengulum senyum.


Tentu saja,Umi,Al,tidak akan lupa dengan wajah tante hera yang cantik,dan masih tetap Cantik seperti dulu.Allea mengamati wanita didepannya dengan tatapan kagum.bu hera terkekeh ,tersanjung dengan ucapak allea.


"Ya allah ,tante tidak menyangka kamu tumbuh secntik ini"puji bu hera,tangannya mengelus pipi allea.si gadis menunduk malu,rona merah menghiasi pipinya.dulu pipi purih allea yang gembil menjadinsasaran cubjtan gemes jari bu hera.


Kali ini pipi tembem itu tidak namoak ,sehinga cubitan berganti dengan elusan ,tapi masih memiliki makna yang sama ,berdasarkan kasih sayang.

__ADS_1


Allea mengedarkan pandangan ,seolah mencari sesuatu."om,helmi mana tante?Al tidak melihatbya.


__ADS_2