
Pagi hari yang cerah, hari yang dinanti-nantikan semua insan pekerja, yah hari minggu merupakan hari yang sangat indah bagi mereka yang sibuk dengan pekerjaan disetiap harinya.
Mentari pagi menembus kaca jendela dan membangunkan dua insan yang kini telah menjadi suami istri itu.
Marvin terbangun dan duduk sembari menghalau sinar cahaya mentari yang menyilaukan Keyla.
Terlihat sangat romantis, sembari memandang wajah Keyla yang masih tertidur lelap.
"ehemmm,, sudah jam berapa?" Kata Keyla mengagetkan Marvin yang sedari tadi memandangi wajahnya
"baru jam 08.00 kok.. Kalau masih ngantuk tidur aja lagi" Marvin meninggalkan kasur menuju ke kamar mandi
Keyla pun beranjak dari tempat tidur dan membersihkan tempat tidur yang agak berantakan.
Setelah mandi Marvin keluar dengan berpakaian rapi dan casual.
"Mau jalan-jalan?" Ajak Marvin
"Kemana?" Keyla terlihat bingung sambil memandang Marvin yang sudah siap untuk pergi
__ADS_1
"Ke Mall, kita beli perlengkapan untuk bayi kita" Jawab Marvin dengan santai
"Hah?" Keyla hanya terdiam bingung seperti baru tersadar bahwa kini dia sedang hamil
"hey.. gimana? kok malah ngelamun..?" Tanya Marvin sembari melambaikan tangannya ke wajah Keyla
"Oh, iya A..ku mandi dulu.." Keyla pun bergegas ke kamar mandi
Sesampainya di kamar mandi, Keyla malah duduk termenung sembari mengelus perutnya yang masih rata. Dia tersadar akan ucapan Marvin dan selama ini merasa hal tersebut hanyalah mimpi baginya.
Mengingat kembali kenangan yang membuat dia kini menjadi istri dari Marvin Nugraha.
Hal pertama yang dia rasakan adalah bukan rasa penyesalan melainkan rasa iba terhadap Nita yang diputuskan oleh Marvin karena lebih memilih menikahinya.
Kedekatan mereka berdua yang kian hari semakin dekat. Marvin dan Keyla merasa nyaman satu sama lain, saling berbagi cerita, Marvin terus mengantar Keyla pulang dan menjemputnya, dan juga terkadang mereka hangout bersama. Namun, Keyla menganggap semua hal tersebut hanya sebuah persahabatan antara dia dengan Marvin.
Keyla menemukan sosok yang bisa dia andalkan saat Fino selalu sibuk dengan dunianya sendiri.
Karena rasa nyaman yang kian hari semakin bertambah membuat Keyla tidak membatasi dirinya untuk lebih dekat dengan Marvin.
__ADS_1
Pada suatu malam, seperti biasa Closing Akhir Bulan yang membuat Keyla kembali menginap di Kos Marvin. Malam itu sama halnya seperti sebelumnya. Namun, kini tak secanggung malam-malam sebelumnya.
Dengan tubuh dan pikiran yang sangat lelah, ditambah malam semakin larut sudah lewat Pukul 12.00, Keyla merebahkan badannya ke kasur Marvin sesampainya mereka di kos.
Seperti biasa tak butuh lama untuk Keyla tertidur di kasur tersebut. Marvin yang melihatpun sudah terbiasa dan segera menyelimuti tubuh Keyla dengan selimutnya.
Marvin kembali menatap langit-langit Kosannya, berharap besok pagi dia akan berani menyatakan perasaannya kepada Keyla. Selama ini mereka hanya berteman saling bercerita tanpa mengungkapkan perasaan masing-masing.
Tenggelam dalam lamunannya Marvin pun terlelap, namun tak lama kemudian.. Plaaaak..!
Keyla terjatuh tepat dipelukannya. Membuatnya gugup dan tak bisa berkata-kata. Keyla yang tidak sadarkan diri masih terlihat tertidur nyenyak di pelukan Marvin.
Marvin ingin segera memindahkan Keyla, namun pelukan Keyla tidak bisa membuat dia melakukan hal tersebut. Keyla memeluk Marvin seolah-olah sedang memeluk bantal guling kesayangannya.
Marvin memindahkan Keyla tepat disampingnya dengan lengannya sebagai bantal yang sangat nyaman untuk kebanyakan wanita. Keyla pun terlihat sangat nyaman tertidur di lengan sahabatnya tersebut, sembari kemudian memeluk erat Marvin yang mungkin dia anggap sebagai bantal guling kesayangannya..
Marvin memandangi wajah Keyla yang sangat dekat dengan wajahnya, bibir yang sangat manis apabila tersenyum merupakan hal yang membuat dia jatuh hati, sangat menggodanya sehingga tanpa sadar dia mengecup bibir manis tersebut.
Kaget akan hal yang telah diperbuat Marvin pun segera menjauh dari wajah Keyla dengan raut wajah yang kini berubah merah merona. Hal ini merupakan hal pertama bagi Marvin. Yah ciuman pertama, untuk orang yang dia cintai.
__ADS_1
Tanpa sadar Marvin ingin mengulanginya kembali, mencium bibir manis Keyla. Kembali memberanikan diri, Marvin mencium lebih lama dari sebelumnya, namun sontak kaget dikarenakan Keyla yang tertidur pulas membalas ciumannya.
Dengan mata terpejam Keyla terus membalas ciuman sahabatnya itu, malam yang begitu hangat untuk mereka berdua. Hal yang baru mereka lakukan terasa begitu manis dan hangat..