
Dia merasa matanya sedikit panas, dalam sekejap menjadi bingung.
Neisa adalah orang yang tegar, tapi itu juga dia miliki saat kehidupan yang sulit.
Sekarang, pria impiannya, begitu lembut terhadapnya, dia malah tiba-tiba terharu sampai ingin menangis.
Shinta melihat anak dan menantunya yang tampak saling mencintai, apalagi diakhir ketika andi membersihkan bibir Neisa, lalu mengangguk dengan puas.
Dia tidak takut bocah tak tau diri ini denda, hanya takut kalau bocah ini akan dendam kepada Neisa.
Tapi sekarang dilihan, semuanya masih berkembang dalam perkiraannya.
Kali ini Neva tinggal seminggu di rumah sakit, Shinta terus menemaninya.
Meskipun Neva sudah mengatakan berkali-kali, bahwa sudah ada 2 suster, pasti baik-baik saja.
andi dipaksa oleh Shinta, setiap hari harus datang melayani Neva sarapan.
Hubungan dua suami istri ini, dibawah keterpaksaan seperti ini, samar-samar muncul tanda-tanda yang baik.
Setidaknya dari penampilan luar dilihat. andi tidak segitu membenci Neva, sedangkan Neisa awalnya memang paling suka andi.
Hari kedua Neva keluar dari rumah sakit, Shinta membuat sebuah party kecil-kecilan, untuk merayakan kesembuhan menantunya.
Tapi party ini, mempunyai maksud lebih besar, yaitu ingin menunjukkan kepada orang berstatus di kota Z, kalau di dalam hati Shinta hanya ada seorang menantu saja, yaitu Neva.
Shinta membawa Neva pergi ke times square paling mewah di kota Z, memesan sebuah baju pesta.
Saat menggesek kartu, Shinta tiba-tiba teringat sesuatu, mengeluarkan black card dari tasnya, memberikan kepada Neva dan berkata: "Aduh otakku ini memang pelupa sekali, menantuku sudah masuk ke dalam keluargaku begitu lama, tapi tidak pernah memberinya uang belanja. andi si bocah itu pasti tidak memberimu uang bukan?"
Kalimat ini adalah pertanyaan, Neva baru saja mau menjawab pernah, tapi Shinta malah mengayunkan tangannya berkata: "Sudahlah, tidak perlu membantunya berbicara, anakku sendiri, apa aku tidak mengerti? Kamu pegang kartu ini, kedepannya mau beli barang, pakai kartu ini saja."
Neisa bukannya tidak pernah bertemu orang desa yang sudah melihat dunia luar, black card semacam ini, saat orang tuanya masih hidup, juga ada satu.
Ini adalah kartu yang tanpa batas yang dikeluarkan oleh bank kota Z untuk pelanggan eksklusif.
Jadi kartu ini dinamakan sebagai kartu idaman.
Sedangkan setiap orang kaya, hanya boleh mempunyai satu kartu.
Kartu yang akan Shinta berikan kepada Neisa.
__ADS_1
Jadi dia tanpa berpikir, langsung menolak: "Ma, tidak perlu, biasanya kesempatanku membeli barang sangat sedikit, lagipula andi memberiku uang tiap bulan."
Mengenai andi memberinya atau tidak, Neisa hanya tersenyum pahit dalam hati.
Uang yang dia miliki, semuanya adalah amplop yang mereka dapatkan saat pernikahan, lalu Shinta memberikan kepada Neisa, bilang kalau mau diberikan kepadanya sebagai uang pegangan.
Neisa selalu merasa kalau dirinya hanya pengganti menikah, jadi tidak pernah menggunakan uang itu.
Shinta sama sekali tidak memberi Neisa kesempatan untuk menolak, dengan paksa memberikan kartu ini ke tangan Neisa, berkata: "Kartu ini memang awalnya juga aku mau memberikan kepada menantuku. andi melakukan apa, pengeluaran keuangan perusahaan sudah cukup. Pria tidak boleh mempunyai terlalu banyak uang, kalau tidak bisa mempunyai niat lain."
Shinta sama sekali tidak merasa keberatan atau tidak pantas saat menilai anaknya sendiri seperti itu.
Membuat Neva tercengang, terakhir dia hanya bisa menerimanya, tunggu nanti cari kesempatan lain, baru mengembalikan kepada Shinta lagi.
Dia sangat mengerti, setelah perjanjian setengah tahun dengan andi, dia akan meninggalkan keluarga ini.
Dia tidak boleh menerima kebaikan Shinta kepadanya.
Pesta diadakan di sebuah villa keluarga yang di undang juga orang-orang terkenal di masyarakat, teman andi juga banyak yang datang.
Tentu saja, ini bukan maksud andi, melainkan Shinta yang menyuruh Rey mengundang satu per satu.
andi kebetulan sedang berada di tengah ruangan, sekumpulan temannya mengelilinginya, sedang membicarakan pembicaraan pria.
Saat ini Fandi tiba-tiba berkata: "Wah, abang kedua, dandanan kakak ipar hari ini cantik sekali!"
Dalam sekejap, semua temannya memutarkan kepala melihat kesana, beramai-ramai mengangguk.
"andi, boleh juga, menurutku istrimu ini auranya jauh lebih baik daripada aktor yang bernama Jul apa itu."
"Polos sekali, kalau tau istri andi seperti ini, pernikahan kemarin aku pasti akan datang."
..........Shinta sama sekali tidak merasa keberatan atau tidak pantas saat menilai anaknya sendiri seperti itu.
Membuat Neisa tercengang, terakhir dia hanya bisa menerimanya, tunggu nanti cari kesempatan lain, baru mengembalikan kepada Shinta lagi.
Dia sangat mengerti, setelah perjanjian setengah tahun dengan andi, dia akan meninggalkan keluarga ini.
Dia tidak boleh menerima kebaikan Shinta kepadanya.
Pesta diadakan di sebuah villa keluarga Tirta yang di undang juga orang-orang terkenal di masyarakat, teman andi juga banyak yang datang.
__ADS_1
Tentu saja, ini bukan maksud andi, melainkan Shinta yang menyuruh Rey mengundang satu per satu.
Neisa memakai gaun panjang putih, berjalan masuk ke dalam ruangan, seperti kedatangan seprang dewi, dalam sekejap mengundang banyak perhatian orang.
andi kebetulan sedang berada di tengah ruangan, sekumpulan temannya mengelilinginya, sedang membicarakan pembicaraan pria.
Saat ini Fandi tiba-tiba berkata: "Wah, abang kedua, dandanan kakak ipar hari ini cantik sekali!"
Dalam sekejap, semua temannya memutarkan kepala melihat kesana, beramai-ramai mengangguk.
"andi, boleh juga, menurutku istrimu ini auranya jauh lebih baik daripada aktor yang bernama Jul apa itu."
"Polos sekali, kalau tau istri andi seperti ini, pernikahan kemarin aku pasti akan datang."
..........
Sekumpulan orang berkata tidak habis-habisnya, ekspresi wajah andi tiba-tiba suram sekali.andi batuk beberapa kali, kebetulan ada bos real estate kemari, berkata: "Pak tirta, bersulang satu gelas, apakah kamu punya waktu sekarang? "
Gandi sedikit mengangguk, berpisah dari kerumunan para sahabat, diikuti oleh para eksekutif real estat dan duduk.
Grup real estat ini berada di Kota Z adalah kelas menengah atas, ada juga beberapa proyek kerja sama dengan Perusahaan Tirta.
Tapi dia sebenarnya tidak mendengarkan sepatah kata pun, sebaliknya, matanya selalu tertuju pada Neisa dengan sengaja atau tidak sengaja, mencibir di hatinya: "Wanita ini, datang hanya untuk memancing kemarahan. "
Fandi memiliki perbedaan usia yang sangat kecil dengan andi, sahabat andi, dia juga tahu semua.
Dia kumpul bersama sahabat andi, mulut embernya melebar kemana-mana, mengatakan hal-hal antara saudara laki-laki dan iparnya.
Teman masa kecil andi, . Melihat dengan detail tubuh Neisa .
Wanita ini yang bisa menjadi istri dari sahabatnya, dia tiba-tiba tertarik.
Mereka semua tahu, obsesi andi dengan Julia, atau lebih tepatnya seberapa dalam tanggung jawabnya.
Dan sebagai pengamat,terhadap masalah Julia, mereka juga mengetahuinya dengan baik.
Tetapi hanya karena mereka sebatas sahabat, jadi mereka tidak bisa mengatakan apa-apa.
andi memperlakukan Julia sebagai hal tabu, tidak ada yang bisa berkomentar, tidak boleh banyak berbicara tentang ini.
"Fandi, kakak ipar keduamu, apakah mantan wanita paling hitz di Kota Z. "Darin menyipitkan matanya, angkat segelas anggur merah, bertanya hubungan dia dan Neisa.
__ADS_1