TEMAN TAPI MENIKAH

TEMAN TAPI MENIKAH
ipar


__ADS_3

Beliau bisa merasakan beberapa perbedaan antara menjadi istri abdi negara dengan istri warga sipil dalam konteks tanggung jawab selain mengurus rumah tangga dan pengalaman yang didapatkan. Beliau merasa pengalaman menjadi istri abdi negara jauh lebih banyak dalam kehidupan, kebudayaan, berorganisasi, hingga berhubungan dengan masyarakat sekitar karena istri abdi negara harus menjaga nama baik dan status keluarga, menjaga etika hingga cara berpakaian, mendampingi suami kemanapun ia bertugas dan harus tinggal di beberapa daerah yang berbeda adat dan budaya. “Sebagai istri anggota POLRI ada suka dan dukanya, tapi banyak sukanya. Tergantung bagaimana kita menjalani kehidupan dengan ikhlas, menjalani tugas sebagai istri dan ibu dengan ikhlas juga. Selain itu saya bisa mendapat kenangan dan pengalaman hidup yang berharga, lebih bervariasi dan lebih banyak daripada orang lain yang tidak mengalami pengalaman seperti ini. Bisa bergaul dengan banyak orang, menambah teman, mengenal berbagai macam budaya, serta banyak ilmu”, ucap ibu yang hobi berkebun ini. Dalam letihnya ia harus membagi waktu antara kegiatan organisasi dengan mengurus anak. Beliau berprinsip yang penting apa yang ditugaskan oleh pimpinan harus diselesaikan, apabila ada urusan dengan keluarga atau anak beliau tetap bertanggung jawab dengan meminta izin sebentar lalu kembali ke kewajibannya di kantor.Dari cerita yang dibagi oleh Ibu Retno, kita bisa merasakan pahit dan manis yang dirasakan beliau selama menjadi istri abdi negara. Beliau berpesan kepada generasi muda untuk menggunakan kesempatan di umur yang masih muda agar lebih banyak menggali ilmu dan mencari pengalaman serta berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi sesama dan negara terutama bagi diri sendiri dan keluarga. Prestasi yang dicapai di masa muda akan menjadi bekal di masa depan, karena kehidupan saat masih muda akan sangat berbeda jika sudah memasuki tahap berkeluarga. Beliau juga berharap agar selalu diberi kesehatan, panjang umur, bisa melihat anak-anaknya sukses dan dapat tetap dapat mendampingi suami dalam meraih jabatan dan karier yang baik di kepolisian sampai saatnya nanti pensiun.


#batalyon

__ADS_1


Batalyon adalah lembaga pertahanan pemerintah yang menaungi TNI AD. Memiliki prajurit yang handal adalah cita-cita dari TNI, maka dalam rangka tercapainya cita-cita tersebut, peran isteri sebagai pendamping TNI AD mutlak dibutuhkan. Kehadiran perempuan sebagai isteri di dalam batalyon, maka mengharuskan perempuan untuk mematuhi berbagai peraturan yang ada di dalamnya. Adapun tiga butir peraturan yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah kesanggupan isteri dalam mengikuti program Keluarga Berencana, mengikuti Organisasi Persit Kartika Chandra Kirana dan mengikuti suami tinggal di dalam asrama militer. Menggunakan teori dan metode penelitian yang berperspektif perempuan, penelitian ini berusaha mengungkap kehidupan perempuan dalam budaya militer yang menganut sistem hierarki. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di asrama Batlyon Infanteri 403 Yogyakarta dengan studi kasus pada Organisasi Persit Cabang LIX Batalyon Infanteri 403. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan wawancara mendalam kepada enam informan, observasi dan dokumentasi data-data yang terkait dengan peraturan batalyon.


Infanteri 403 Yogyakarta dengan studi kasus pada Organisasi Persit Cabang LIX Batalyon Infanteri 403. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan wawancara mendalam kepada enam informan, observasi dan dokumentasi data-data yang terkait dengan peraturan batalyon. Informan yang dipilih adalah dari tiga lapisan sosial pangkat suami yaitu mulai dari Perwira, Bintara dan yang paling rendah adalah Tamtama. Informan kunci dari penelitian ini adalah isteri seorang Perwira yang menjabat sebagai Ibu Komandan Kompi Senapan/Ibu Ranting Kompi Senapan. Analisa data yang dilakukan oleh peneliti adalah menggunakan cara a. Reduksi data, b. Display data, c. Kesimpulan yang dilakukan dari awal hingga akhir penelitian.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Penerapan peraturan untuk mengikuti program KB, mengikuti Organisasi Perit Kartika Chandra Kirana dan mengikuti suami tinggal di dalam asrama telah terlaksana dengan baik (2) Peraturan batalyon berpengaruh terhadap kehidupan isteri tentara, misalnya adanya pelapisan sosial dan pembagian peran domestik dalam rumah tangga yang tak lepas dari adanya sistem dan struktur sosial di dalam batalyon (3) Konsekuensinya adalah, isteri tentara dituntut untuk menerima perubahan dengan melakukan proses

__ADS_1


Peran seorang istri Tentara Nasional Indonesia sangatlah penting dalam menentukan keberhasilan suami dalam menjalankan tugas. Istri selalu siap mendukung suami meraka. Tekanan kehidupan militer secara tidak langsung dapat dapat menyebabkan terjadinya masalah mental atau psikologis pada keluarga tentara. Tujuan Penelitian ini menggali makna dari pengalaman istri tentara (TNI-AD) yang tinggal dibatalyon saat suami bertugas didaerah rawan konflik. Desain Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada 6 partisipan yaitu istri tentara yang sesuai dengan kriteria penelitian. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan IPA (Interpretive Phenomenological Analysis). Penelitian ini menghasilkan 7 tema yaitu Gundah mendengar suami ditugaskan, memahami Penugasan suami, Merasa bangga namun khawatir saat suami bertugas, Menghadapi duka nestapa sebagai istri tentara, Kesulitan menggantikan peran ayah dalam merawat anak, Mendapat perlindungan keamanan dari Batalyon, dan Beradaptasi pada kondisi sulit. Menyediakan fasilitas pemenuhan kebutuhan Psikologis atau kejiwaan, yang dapat meningkatkan kesejahteraan batin dari para istri yang dengan memberikan pembekalan dan motivasi tentang bagaimana mengupayakan sehat jiwa


Begitulah sekilas cerita tentang abdinegara.dan tanggung jawab yang besar terhadap negara dan istri.disisi lain negara leboh berhak memiliki waktu abdi negara,dalam keadaan apapun harus siap,sigap dan tegas.meski bertahun satgas meninggal kan anak dan istry di batalyon.sedih tentunya apalagi untuk waktu yang lama,tapi itulah takdir tak bisa ditukar atau pun disesali.semua akan kuat menghadapinya selagi mampu bersabar,hanya seorang istri abdi negara yang tau betapa berarti sebuah kesetiaan terhadap pasangan,dan memiliki sikap mandiri yang dituntun kuay ,dalam segala masalah.

__ADS_1


Tapi disini saya juga belajar betapa penting tugas negara,semua dibebankan jika kamu tak kuat kamu tak akan mampu memikulnya sendirian.hidup dibatalyon merupakan idaman para wanita,hanya saja orang orang terpilih bisa menetap disana.seperti kisah adinda dan lettu ardi yang pertemuannya tak disengaja dan lettu pun mengakhiri hunungan nya dengan pernikahan,baginya menikah hanya sekali seumur hidup.adinda merupakan anak yatim piatu yang hidupnya selalu mendapat tekanan dari kakak iparnya.setial hari ia bekerja dan uang pun diambil kakak iparnya untuj berjudi dan mabuk.


__ADS_2