TEMAN TAPI MENIKAH

TEMAN TAPI MENIKAH
salah sangka


__ADS_3

Selesai telepon, David pun membeli beberapa botol air minum dan kembali ke depan gerbang Taman Bermain Happy t erlihat Karin sedang bersiap-siap membawa pergi dua anak kecil itu dengan kesal.


“Bukankah aku meminta kalian menungguku disini, kenapa malah pergi?” Tanya David


“Apalagi yang bisa ditunggu, tanpa undangan, kita sama sekali tidak bisa masuk, juga harus menerima hinaan dan tertawaan dari Gissel yang licik itu, apalagi yang bisa dilakukan jika bukan pergi?” Kata Karin dengan kesal, “Terus menjadi bahan tertawaan dia?”


David malah menggendong Bella, berkata: “Kata siapa kita tidak bisa masuk? Ayo jalan, sekarang juga aku bawa kalian masuk, sekaligus, menyiapkan sebuah tontonan seru untuk kalian.”


Dia sangat menantikan ketika Gissel dan suaminya menyadari kebebasannya telah dihapuskan, akan seperti apa ekspresi wajahnya.


“Hei, kamu---“


Karin  menghentakkan kaki dengan kesal, namun tetap berjalan mengikutinya.


Entah kenapa, dia selalu memiliki rasa percaya pada David.


Di depan pintu masuk Taman Bermain Happy , sekumpulan pengunjung berpakaian rapi dan mewah, sedang memegang undangan sendiri, masuk satu persatu setelah didata oleh petugas.


Orang-orang yang memegang undangan hari ini, tidak hanya mereka yang ‘bernasib untung’, mereka adalah orang-orang yang sungguh memiliki latar belakang, juga akan menjadi tamu utama yang harus dibujuk oleh pihak Taman Bermain Happy Valley, maka dari itu, tentu tidak boleh bersikap sembarang pada mereka.


Dalam barisan, Gissel melihat sekilas ke samping, menyadari David  dan beberapa lainnya kembali, langsung tertawa menyindir: “Wah, orang-orang yang tidak pantas masuk seperti kalian, juga ingin datang meramaikankan suasana?”


“Jangan bilang kalian ingin memanfaatkan kesempatan untuk diam-diam masuk. Satpam, jaga baik-baik beberapa orang tidak tahu diri ini, jangan biarkan mereka masuk, dan mengganggu pekerjaan kami.”


Kata Gissel dengan angkuh, sengaja berbicara dengan nada tinggi.


Dalam seketika, para pekerja Taman Bermain Happy memberikan tatapan waspada padanya, para pengunjung di sekitar pun tersenyum sinis.


Wajah Karin  langsung memerah, dia melototi David  dengan kesal, jika tahu dari awal, dia tidak akan percaya dengan orang itu, kini benar-benar dipermalukan.


Sedangkan David dia hanya mengikuti antrian dengan santai, berkata datar: “Saat menyindir orang lain, lebih baik kamu perjelas keadaan sendiri, jangan sampai nantinya kamu yang dihadang di depan gerbang, itu akan benar-benar memalukan.”


Raut wajah Gissel langsung menjadi berat, berteriak menunjuk David: “Apa maksudmu? Aku datang dengan undangan, aku tamu terhormat yang diberikan undangan, memangnya siapa kamu?”


Suami Gissel  malah mengerutkan kening, terbatuk beberapa kali: “Gissel, perhatikan sikapmu.”

__ADS_1


Dia melihat David sekejap, berekspresi dingin dan sangat angkuh.


Dia adalah seorang pemimpin berkedudukan tinggi, termasuk orang pada kalangan atas, bagaimana mungkin sudi bercekcok mulut dengan kaum rendah seperti David ? Sebab itu akan sangat menjatuhkan harga dirinya.


Barulah Gissel berusaha menahan emosi, melototi David  dengan tajam, berkata: “Nanti aku akan buat perhitungan denganmu.”


“Ibu, mohon tunjukkan undangan Anda.”


Gissel mengeluarkan selembar undangan rapi dan indah dari dalam tas LV miliknya, menyodorkan pada petugas, tidak lupa melirik David dengan sombong:


“Lihat baik-baik, tempat ini tidak pantas kamu datangi, seharusnya memiliki kesadaran diri, tahu setiap batasan dan kekurangan dalam diri sendiri, mengerti?”


Karin Yun merasa malu sekaligus marah, sudah tidak tahu harus berkata apa, Bella pun melototi Rica yang sedang menyombongkan diri di hadapannya, bibirnya cemberut hebat.


“Rica, ayo ikut Ibu masuk---“


Gissel sangat puas melihat reaksi Karin Yun dan lainnya, dengan sombong, dia mengangkat kepala dengan tinggi, melangkahkan kaki dengan sangat cepat.


Dan di saat inilah, terlintas sebuah tanda berukuran besar di layar pintu masuk, oleh karena itu, beberapa satpam pun menjulurkan tangan menghadangnya:


“Apa?!” Senyum pada wajah Gissel membeku, dia merasa kesal sekaligus panik.


Karin pun mengedipkan mata beberapa kali, wajah penuh rasa penasaran.


David  menggenggam tangannya, berkata dengan nada datar: “Jangan buru-buru, tontonan seru akan segera dimulai.”


“Apa maksudnya? Kalian yang mengundangku kemari, tetapi sekarang malah berkata aku dimasukkan dalam daftar hitam? Main-main denganku ya, tahukah kalian apa identitas suamiku?” Kata Gissel sambil menolak pinggang, berteriak memarahi para petugas dengan sikap yang sangat arogan.


“Jangan ribut lagi, ini hanya kesalahan dalam sistem, coba milikku.” Lian mengerutkan kening, menyodorkan undangan miliknya dengan tidak senang, dalam hati berkata dingin:


Orang bermarga ini, sungguh berani membuat istriku malu, kelak jika bertemu dengannya, aku harus memberikan pelajaran seberat mungkin.


“Tut…tut…tut…..”


Bunyi peringatan yang menusuk telinga terdengar, undangan milik Liam juga menghasilkan tanda membuat raut wajahnya berubah dalam seketika.

__ADS_1


Sekelompok orang di sekitar juga menampakkan ekspresi sinis, sempat dikira sebagai tamu undangan terhormat, ternyata keduanya hanyalah penipu yang mencari celah dimana-mana. Dengan sombongnya membawa undangan palsu untuk masuk, apakah mereka tidak memiliki otak?


“Ini, ini kenapa?!”


Dalam seketika raut wajah Nilam berubah total, berteriak dengan kesal: “Pasti mesin kalian yang bermasalah, cepat panggil Direktur kemari, aku mau bicara langsung dengannya.”


Beberapa satpam tersenyum dingin, mereka pun bisa melihat, dua orang itu hanya datang untuk mencari kesempatan, ingin masuk secara sembunyi-sembunyi.


“Mohon maaf, kalian adalah tamu yang dicoret dari daftar, kami tidak menyambut kedatangan kalian, silahkan pergi!”


Selesai berkata, mereka pun mulai mendorong Gissel  dan suaminya, bahkan membuat mereka terjatuh ke tanah, terguling hingga sangat kotorLiu marah besar, berteriak dengan badan gemetaran: “Lancang sekali, kalian, benar-benar lancang!”


Dia adalah seorang pejabat dalam pusat kebudayaan, seorang pimpinan yang sangat berkedudukan, datang untuk memberi arahan dengan formal, sekalipun Manajer Utama Taman Bermain Happy itu, tetap saja harus bersikap ramah padanya, tetapi kini malah tiba-tiba masuk dalam daftar hitam, juga diusir paksa oleh beberapa satpam disana.


Ini benar-benar, penghinaan terbesar dalam hidupnya---


“Sudah dikayakan dari awal, sebelum menyindir orang lain, lebih baik pastikan identitas diri sendiri.” Saat ini, David berjalan ke hadapan dn Gissel dengan santai, penuh ekspresi remeh:


“Sendiri saja tidak memiliki hak untuk masuk, kenapa malah menertawakan orang lain? Rasakan akibat dari perbuatan sendiri.”


Karin tersenyum dengan bibir rapat, dalam hati merasa sangat puas.


Hati Gissel  terasa akan meledak, dia menunjuk David sambil berteriak: “Apa hebatnya kamu? Jika aku saja tidak masuk, orang miskin seperti kalian juga pasti tidak bisa masuk, memangnya siapa kalian.”


Nixon Liu bergumam dingin, segera mencari nomor telepon Manajer Utama Taman Bermain Happy di dalam handphonenya, bersiap-siap menanyakan padanya---


David tidak memedulikannya, hanya menyodorkan kartu tanda pengenal miliknya.


Karena tamu yang diundang pasti terdaftar dalam sistem, tidak harus menggunakan undangan, petugas disana pun menerima kartu tanda pengenal yang diberikan, kemudian menempelkannya ke mesin.


“Ti…ti….ti…..”


Tiba-tiba saja, terdengar sebuah suarTiba-tiba saja, terdengar sebuah suara jernih dari dalam mesin, dan para petugas disana segera melihatnya dengan terkejut.


Di layar besar, di bagian bawah nama David, tiba-tiba saja terlihat sebuah bintang emas, diikuti dengan dua buah bintang, tiga buah bintang….lima buah bintang, hingga pada akhirnya, membentuk sebuah berlian yang sangat berkilau!

__ADS_1


Para petugas di depan gerbang semakin terkejut melihatnya, berdiri tegap dengan sangat kompak!


__ADS_2