TEMAN TAPI MENIKAH

TEMAN TAPI MENIKAH
Flashback 2


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Marvin segera membuka pintu karena Ibu belum pulang dari pengajian.


Keyla pun mengikuti di belakang Marvin dan segera masuk ke kamar.


Keyla yang sedari tadi takut berusaha tenang kemudian segera melemparkan tubuhnya ke kasur, berharap Marvin tidak akan menanyakannya lagi.


"Kamu mau tidur? Kamu gak makan?" Tanya Marvin


"ii,,yyaa.. Aku mandi dulu" segera bangun dari tempat tidur karena merasa sangat lapar


"hhhmm.. Ok aku tunggu di sini" sambil duduk di kasur melihat Keyla berlalu ke kamar mandi.


Setelah mandi mereka menuju ke meja makan dan menikmati makanan yang telah disiapkan oleh Ibunya. Tak lama setelah makan dan membersihkan piring, Ibu datang dari pengajian kemudian masuk ke kamar.


"Ayo kita ke kamar istrirahat" Ajak Marvin ke Keyla yang baru selesai mencuci piring


"ii..yaa" Keyla gugup dan takut


Sesampainya di kamar Keyla langsung menuju ke tempat tidur dan bersiap untuk tidur sambil menarik selimut tiba tiba Marvin menghalangi Keyla yang ingin bersembunyi di balik selimut.


"Aku ingin bicara.." Terlihat wajah Marvin serius semakin membuat Keyla takut


"Iya.." Keyla melepaskan selimut yang ingin dia pakai sebagai tameng


"Fino siapa? Pacar kamu?" Tanya Marvin memastikan


"Iya, dia pacar Aku 7 tahun. Tapi, Ibu gak suka sama dia. Jadi, Aku meminta putus namun dia gak pernah menghiraukan dan bersikap semaunya" Keyla menjawab dengan tangan gemetar


"Kamu kenapa gemetar? Aku kan cuma nanya bukan hendak memukul" Jawab Marvin tersenyum mengejek


"Maafin Aku. .Gak jujur dari awal" Keyla pun menitikkan air mata..


"Kok nangis?" Marvin pun segera memeluk Keyla

__ADS_1


"Mulai sekarang mari Kita saling jujur. Aku gak akan menyembunyikan apapun ke Kamu, dan begitu pula Aku harap Kamu gak akan menyembunyikan apapun lagi dari Aku" Kata Marvin sambil memeluk erat Keyla


"Iya.. Maafin Aku" Keyla pun membalas pelukan Marvin dengan erat.


"Ayo tidur, Kamu pasti lelah hari ini" Marvin menarik Keyla untuk tidur di lengannya.


"Iya.." Keyla pun menurut dengan perkataan suaminya terlebih lagi tubuhnya sudah ditarik terlebih dahulu..


Marvin mengusap-usap rambut Keyla, terlihat Keyla sudah tertidur lelap mungkin karena hari ini sangat melelahkan baginya.


Tanpa sadar Marvin mengecup kening istrinya tersebut terbayang sesuatu yang sudah lama dia rindukan.


Bibir tipis dan lembut Keyla.. Hal yang begitu Ia rindukan. Tanpa sadar bibirnya mendekati bibir Keyla kemudian menciumnya.


Kaget dengan apa yang dia perbuat Marvin lalu mundur dan segera menjauhkan bibirnya itu.


"Bibir bodoh, kenapa main nyosor!" sambil memukul bibirnya yang tidak terkontrol itu.


Mengingatkan kejadian mengapa Keyla kini menjadi istrinya.


Sama seperti malam ini..


Malam itu Keyla bekerja lembur hingga Jam 11 malam dikarenakan laporan akhir tahun yang wajib dia selesaikan.


Dikarenakan Keyla yang tidak bisa membawa motor saat malam hari, dia meminta Fino untuk menjemputnya. Yah, karena mereka masih pacaran dulu. Namun, Fino yang Keyla harapkan tak kunjung mengangkat teleponnya membuat Keyla kesal..


Melihat jam yang semakin larut, Keyla pun berinisiatif menelpon Marvin dikarenakan kos Marvin sangat dekat dari kantor. Berharap Marvin mengangkat teleponnya karena untuk naik ojek di jam segini Keyla tak berani takut kalau terjadi apa-apa, belum lagi rumah Keyla sangat jauh dari tempat dia bekerja.


Tak menyangka hanya sekali telepon Marvin pun mengangkat telepon Keyla, beda halnya Fino yang sudah di teleponnya ratusan kali.


"Halo,Vin.. Kamu udah tidur?" Tanya Keyla tidak enak hati karena tidak begitu dekat dengan Marvin


"Ini siapa?" Marvin yang baru bangun terlihat bingung

__ADS_1


"Hmm,,, Maaf Aku Keyla" Memasang muka bete


"Oh, Iya Key.. Ada apa?" Tiba-tiba bersemangat dikarenakan Marvin memang menyukai Keyla dari jauh dalam diam dan tanpa seseorangpun tahu, karena Marvin tahu hal itu salah. Ada Nita yang harus dia jaga hatinya, dan harus bersaing dengan Adipati membuatnya tidak berharap.


"Aku mau minta tolong, boleh jemput Aku di kantor" Keyla memelas karena tidak tahu harus minta tolong ke siapa lagi


"Boleh.. Kamu masih di kantor sekarang? Kenapa belum pulang?" Marvin terlihat bingung


"Biasa laporan tahunan. Jadi bisa gak nih..?" Keyla melihat jam yang sudah mendekati angka 12


"Iya, Aku kesana sekarang!" Langsung berdiri dan mengambil jaketnya tanpa sadar hanya menggunakan celana bola


"Ok.. Aku tunggu ya..!" Keyla menutup telepon dan berjalan ke bawah menunggu di Pos Security


Tak sampai 15 menit, Marvin terlihat sudah muncul dengan sepeda motor dan celana pendeknya membuat Keyla tersenyum.


"Cepet amaat.." Keyla terlihat tersenyum membuat jantung Marvin berdetak tak karuan


"Iya kan deket.." Sambil menyodorkan helm untuk Keyla gunakan


Merekapun bersiap untuk pulang, pada saat di jalan karena tidak enak hati dengan Marvin Keylapun berinisiatif untuk menginap di kos Marvin.


"Vin, Aku menginap di Kos kamu aja yah. Soalnya kalau anter ke rumah kejauhan banget. Apalagi udah tengah malam gini banyak begal sekarang berkeliaran di lingkungan rumahku" Keyla melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan jam 12 lewat


Karena takut Marvin pun mengiyakan, rumah Keyla memang terbilang jauh, apalagi jalanan ke rumahnya masih sepi karena memang perumahan yang baru di bangun sehingga belum ada penerangan jalannya.


Sesampainya di Kos Marvin. Marvin segera membuka pintu dan mempersilahkan Keyla masuk.


"Maaf berantakan ya, maklum kos cowok" di dalam hati Marvin memaki dirinya sendiri "kalau tahu Keyla mau kesini pasti tadi udah beresin kos dulu sebelum jemput dia"


"Iya gpp.. Aku tidur dimana?" Tanya Keyla segera karena tubuhnya letih dan dia sudah tak bisa menahan ngantuk


Marvin membuka pintu kamar dan mempersilahkan Keyla masuk. Membersihkan barang yang berserakan di tempat tidurnya. Karena lelah Keyla pun langsung segera merebahkan tubuhnya ke tempat tidur dan tertidur lelap..

__ADS_1


Marvin yang melihatnya terlihat bingung namun senang dan segera memakaikan selimut ke tubuh Keyla, untuk jaga-jaga kalau-kalau dia akan tergoda..


__ADS_2