
Aira terbangun dari tidurnya ketika terdengar suara adzan subuh. ia merasakan sedikit pusing di kepala nya
"kenapa kepala gue pusing banget" ucap aira sambil memegang kepalanya
Aira berusaha mengingat apa yang terjadi kemarin malam.
"akhhh dasar laki-laki bre****k lo liat aja gue bakal patahin tulang lo" Aira mengumpat kesal mengingat Tristan yang hampir memperkosanya seketika rasa cinta berubah menjadi kebencian yang mendalam
Seketika ia berfikir kenapa dirinya sudah berada di rumah. namun pertanyaan itu ia pendam terlebih dahulu dan memilih untuk sholat subuh. setelah selesai Aira langsung berlari ke arah kamar orang tuanya ia berfikir mungkin orang tuanya tau...
"mi... mami...." teriak Aira sambil menuruni tangga dg setengah berlari
Maminya yang melihat putrinya setengah berlari itu pun heran. tiba-tiba setelah cukup dekat dengan maminya Aira memeluknya erat
"kenapa sayang?" Maminya mengusap kepala Aira pelan
"mi kenapa Aira bisa ada dirumah?" Aira menatap wajah maminya dalam dalam setelah melepaskan nya
__ADS_1
Maminya mulai menceritakan semuanya pada Aira seketika Aira merasa sangat berhutang budi kepada Zafran yang telah berkali-kali menolongnya. setelah maminya selesai menceritakan semuanya, giliran maminya yang bertanya apa yang terjadi kemarin malam. Aira menceritakan dari A sampai Z.
"mami, berjanjilah pada aira untuk tidak mengatakan semuanya pada papi. biarkan Aira saja yang membalasnya" Ucap Aira dg tampang memelas
"baiklah, tapi lain kali kamu harus hati-hati ya sayang dalam memilih teman. dan jangan mudah percaya sama orang"
"iya mi"
***
Karena besok Aira sudah masuk kelas lagi sore sebelum Maghrib Aira telah menancapkan gasnya ke asrama sekolah nya. Setelah sampai disana aira bertemu dengan dua sahabat nya. Mereka berbincang bincang dan Aira juga menceritakan kejadian yang dialaminya...
"Lo yang sabar ya ra, untung aja lo bisa kabur dan gue heran kenapa selalu kak Zafran yang nolong lo. Apa jangan jangan kalian jodoh lagi, dia itu seperti malaikat penjaga lo tau Ra" goda Rania
Mendengar ucapan Rania Aira langsung melepaskan pelukannya
"akhhh udah ah, gak mungkin juga gue sama dia. Kalian ini pada ngaco aja. udah udh kita sholat dulu udah magrib ni" Ajak Aira untuk mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
***
Jam menunjukkan pukul 8 malam, Aira membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil memikirkan perkataan Rania
emang bener ya gue sama dia jodoh. akhh gak mungkin lah mana mau tu cowok sama berandalan kayak gue. tapi bener juga sih dia seperti malaikat penjaga bagi gue yang selalu ada saat gue kenapa napa. akhh udah ah mending gue tidur aja dulu biar gue bisa balas dendam besok - senyum licik mengambang di wajah Aira
***
Bel istirahat berbunyi. Aira berjalan menuju kelas Tristan untuk menjalankan rencananya. setelah menemukan Tristan Aira mendekati nya.
"kak, Aira minta maaf ya untuk kejadian kemarin malam. boleh gak pulang sekolah kita ketemu di belakang sekolah" ucap Aira lembut
hah dia gak marah, kesempatan ni gue bisa manfaatin kesempatan emas ini - batin Tristan
"iya kakak maafkan, oke pulang sekolah kita ketemu disana " Ucap Tristan dg nada yang tidak kalah lembut nya
"baiklah aku tunggu ya kak, dahh" Aira berjalan menjauh dari kelas Tristan sambil tersenyum licik
__ADS_1
masuk lo perangkap gue