Terjerat Cinta Penghafal Qur'An

Terjerat Cinta Penghafal Qur'An
Rasa Yang Tumbuh


__ADS_3

"Lo suka ya sama dia, gue kenal lo fran lo itu tipe laki laki yang dingin pada wanita. kalau lo memang suka sama dia gimana kalau kita nikmatin bersama" seketika kata kata itu membuat Zafran tambah emosi dan melakukan pukulan lagi pada Tristan hingga Tristan tersungkur di atas lantai.


Zafran langsung menggendong Aira berlari dari tempat itu menuju mobilnya. selama di mobil Zafran terus terfikir ucapan Tristan


apa bener gue suka sama ni cewek, tapi gak mungkin dia bukanlah tipe gue. cewek brutal kayak gini juga. tapi kenapa juga gue nolongin dia -banyak pertanyaan di pikiran Zafran dan perasaan aneh yang belum pernah ia rasakan


Tiba-tiba Aira tersadar dan dikejutkan dengan Zafran yang berada di sampingnya.


"kak Zafran, kenapa Aira bisa ada disini"


"tenanglah kau sudah aman sekarang. Tadi Tristan membawa mu ke apartemen nya gak sengaja aku lihat jadi aku membawa mu untuk mengantarkan mu pulang" jelas Zafran dg nada yang dingin


apa benar dia adalah malaikat penjaga ku -batin Aira


"Terima kasih kak, kau telah menolong ku"

__ADS_1


"ya, tapi jangan kau ulangi lagi mentang-mentang punya ilmu beladiri seenaknya aja bertindak tanpa pikir panjang" Terlihat di raut wajah Zafran ia khawatir namun tetap berusaha untuk menyembunyikan nya dg wajah datarnya


***


"Ra lo kok bisa **** gitu sih, lo kan tau si Tristan itu licik banget pake ngehadapin dia sendiri lagi. udah lah ra lo jangan cari masalah lagi deh. urusan lo sama revan aja belum kelar ditambah lagi sama Tristan. gue gak mau ya sampe terjadi yang buruk buruk sama lo. untung aja Zafran nolongin lo tadi kalau enggak udah hilang tu keperawanan lo" omel Tania


"iya ra udah ya, Lo gak perlu urusin mereka lagi. gue juga gak mau terjadi apa apa sama lo, kita sayang banget sama lo" tambah Tania


Aira hanya mengangguk pelan dan merasa terharu dengan perhatian kedua sahabatnya itu. Mereka berpelukan sejenak. dan Aira berjanji gak akan melakukan hal bodoh itu lagi. ketika jam menunjukkan pukul 9 malam mereka pun pulang ke kamar masing-masing untuk tidur.


***


"heii" teriak Reno dari belakang Aira


"Lo ini bikin kaget aja hampir aja jantung gue mau copot" omel Aira

__ADS_1


"ada apa sama lo ra, lo ada masalah gak biasa nya lo murung gini"


"tidak ada"


"jangan bohong, kita itu udah temenan lama, gue tau kalau lo ada masalah seperti apa. cerita sama gue" paksa Reno


"oke oke gue bakal cerita" Aira pun menceritakan apa yang dialami dari A sampai Z


"dasar laki-laki bre****k gue harus kasih pelajaran sama dia. berani nya menyentuh teman ku" Reno yang sangat emosi pun berlari menuju kelas Tristan, Aira berusaha mencegah nya namun ia tak dapat melakukan apa-apa karena kondisi nya juga masih lemah karena perkelahian kemarin.


"brukk" pukulan yang cukup keras mengenai wajah Tristan


"dasar laki-laki bre****k beraninya lo macam macam sama temen gue. itu belum seberapa dibandingkan apa yang telah Aira rasakan. kalau lo berani macam-macam lagi sama Aira gue gak bakalan biarin lo lolos" ancam Reno yang langsung pergi setelah memukul Tristan.


Tristan hanya terdiam karena saat ini masih dalam masa pemulihan tubuhnya...

__ADS_1


Lo liat aja, apa yang bakalan gue lakuin sama temen lo itu. dan lo bakalan hancur setelahnya -batin Tristan sambil tersenyum licik


__ADS_2