
"woyy siapapun tolong gue " teriak Aira yang terlihat meronta-ronta mencoba melepaskan diri
"Udah bangun lo"
orang itu masuk mendekati Aira setelah mendengar teriakkan Aira
"heh, ternyata lo dalang di balik semua ini. gak gue sangka ternyata lo pengecut bahkan dg seorang wanita saja lo takut" Aira terlihat tertawa dg nada meremehkan orang yang ada di depan nya
" beraninya lo bicara begitu sama gue"
"plakkk" tamparan keras mendarat ke wajah cantik Aira
"pengecut lo" teriak Aira lagi
"Lo bahkan hanya berani melawan gue saat gue di ikat seperti ini, lo takut kan gue akan habisin lo kalau gue tanpa ikatan ini" senyum menyeringai di wajah wanita cantik itu
""Revan... Revan..... gue udah pernah bilang sama lo untuk tidak menggangu gue atau lo akan mendapati masalah besar"
perlahan Aira bisa melepaskan diri nya dan langsung menonjok kuat wajah Revan. kini Revan telah tersungkur di atas lantai.
__ADS_1
"cihhh, sekali tonjokan saja lo sudah jatuh. bahkan yang sangat memalukan adalah tonjokan itu dari seorang wanita" decik Aira yang merasa puas menghina Revan. Dan langsung pergi meninggalkan nya keluar.
Revan hanya bisa menatap Aira dg wajah kebencian wanita itu membuat nya di permalukan.
Lo tunggu aja gue gak bakal ampunin Lo kali ini, gue gak peduli lagi lo cewek. gue bakal bener bener bunuh lo
umpatan demi umpatan Revan katakan karena merasa kesal dg perlakuan Aira kepada nya...
Aira berjalan menuju asrama nya. kali ini ia berfikir untuk benar benar istirahat karena merasa kan kepalanya sedikit pusing. semakin berjalan ia merasa semakin pusing dan seketika pandangan nya kabur dan akhirnya pingsan di lorong sekolah. seseorang yang berada tak jauh darinya melihat kejadian itu dan langsung berlari menuju Aira. dia mendekati Aira yang terlihat begitu pucat
bukankah wanita ini yang aku tabrak kemarin malam. kenapa wajah pucat sekali. bagaimana cara ku membawa nya. tak mungkin aku menggendongnya. Tapi tak mungkin juga ia membiarkan wanita ini sendiri.
ahh ada apa dengan ku. kenapa tiba-tiba perasaan ku gak karuan gini. Astaghfirullah hal adzim. aku harus berusaha tenang
Zafran hanya bisa beristighfar selamat perjalanan menuju rumah sakit
***
"dok apa dia baik-baik saja" tanya Zafran saat melihat dokter keluar dari ruangan nya
__ADS_1
"dia tidak apa apa hanya saja tubuhnya sangat lemah sekarang. dia sudah di infus dan akan segera sadar kan diri"
Dokter segera meninggalkan Zafran untuk melanjutkan tugasnya
Zafran masuk ke ruangan itu dan di dapatinya wanita itu mulai sadar kan diri
" bagaimana keadaan mu sekarang"
"kamu lagi, kenapa kamu bisa ada disini dan dimana aku. dan kenapa ada alat infus segala" Aira melontarkan beberapa pertanyaan pada Zafran
"tadi kamu pingsan di lorong sekolah lalu aku membawa mu kesini. dan maaf tadi aku menggendong mu. aku tidak ada niat apa apa" Zafran mendekat dirinya ke arah Aira.
apa...!!!! laki laki ini menggendong gue. gue gak salah denger bukannya ni orang gak mau nyentuh wanita ya. tapi mungkin karena darurat. ihhh apaan sih kenapa gue jadi seneng gini. gak...!! gak boleh gue kan gak suka kontak fisik tapi itu juga dia terpaksa.
"terima kasih" ucapan itu terdengar sangat tulus
"kalau begitu saya pulang dulu, saya takut umi mencari saya. maaf saya harus meninggalkan mu. telpon lah orang tua atau teman mu"
Zafran langsung meninggalkan Aira keluar
__ADS_1