Terjerat Cinta Penghafal Qur'An

Terjerat Cinta Penghafal Qur'An
Perpisahan


__ADS_3

Zafran hanya menatap Aira sekilas melihat Aira mengomel sendiri


maafkan aku, aku gak bermaksud mempermainkan hatimu tapi semua ini belum saatnya. aku masih harus menjaga jarak diantara kita. dengan itu Allah akan menjaga kita -batin Zafran


***


Hari begitu cepat berlalu dan pengumuman kenaikan kelas serta kelulusan telah diumumkan. Walaupun Aira banyak ketinggalan pelajaran tapi itu tidak berpengaruh pada prestasi nya. Aira dinyatakan naik kelas dan mendapatkan peringkat pertama di kelasnya sedangkan untuk peringkat pertama umum di dapatkan oleh Zafran. Ya, setiap tahun tak ada yang dapat mengalahkan Zafran selama 3 tahun belakangan ini.


Tibalah hari ini hari kelulusan bagi kelas 12, namun tetap dihadiri oleh kelas 10 dan 11 yang telah menjadi kelas 11 dan 12.


Jam menunjukkan pukul 07:00 pagi sedikit demi sedikit murid kelas 12 mulai berdatangan bersama orang tua nya. Murid perempuan menggunakan kebaya sedangkan murid laki-laki menggunakan Jaz tapi tidak dengan 1 murid yang menggunakan baju Koko modern dengan headset ditelinga nya.


"Ra lihat deh, itu bukannya kak Zafran ya" ucap Rania sambil menunjukkan jarinya ke arah laki-laki yang menggunakan baju Koko itu.


"gak tau, gak penting. udah ah gue males bicarain tentang dia" ketus Aira yang masih kesal dengan sikap Zafran


"kok kak Zafran pake baju Koko sih, kan gue pengen lihat kak Zafran pake Jaz pasti keren banget deh" ucap Tania sambil tersenyum memandang ke arah Zafran


"stop...!!! gue bilang jangan bicarain tentang dia. udah ah mending gue pergi" kesal Aira yang langsung pergi meninggalkan tempat itu


Sebenarnya Aira ingin sekali menemui Zafran karena ia takut tidak akan bisa bertemu Zafran lagi. Namun ia masih kesal dengan sikap Zafran yang kadang perhatian dan kadang dingin itu.

__ADS_1


Kedua sahabatnya hanya membiarkan Aira pergi mereka paham mungkin Aira perlu waktu sendiri.


Di Gedung Utama Sekolah


"hey bro, Lo ngapa pake baju Koko gini. mau pengajian Lo" ledek Brandon sahabat Zafran


"terserah gue" jawab Zafran singkat..


"yaelah bro, ini kan hari terakhir kita di sekolah. ini juga ngapa pake headset gini. ayolah kita nikmatin musiknya" ajak Brandon


"gue males, udah ah gue mau keluar dulu" jawab Zafran dengan wajah datar


Brandon hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Zafran yang tak ada perubahan.


Aira mendudukkan dirinya di atas kursi taman, itulah tempat favoritnya.


"eh Aira, kenapa sendirian disini" sapa wanita paruh baya itu


"eh tante, lagi bosan aja Tan disana. tante apa kabar ?" tanya Aira lembut sambil mencium tangan wanita paruh baya itu yang tak lain adalah Rita uminya Zafran


"tante Alhamdulillah baik, Aira gimana kabar nya sekarang"

__ADS_1


"Alhamdulillah Aira juga baik Tan"


mereka pun ngobrol dan sesekali tertawa bersama hingga tanpa sadar acara telah selesai.


" yah udah acara nya udah selesai, padahal tante masih pengen banget ngobrol sama kamu" ucap Rita


"ternyata tante orang nya asyik juga ya, Aira juga masih pengen ngobrol sama tante" jawab Aira


"nanti pas weekend tante ke rumah kamu sekalian ada yang ingin tante bicara kan sama Vira. udah ya tante pamit dulu takutnya Zafran nyariin tante, assalamualaikum sayang" pamit Rita


"bener ya tante, wa'alaikumussallam" jawab Aira yang dibalas anggukan oleh Rita


Rita pun berjalan menuju parkiran sedangkan Aira masih betah di tempat nya.


"eh Ra ternyata lo disini gue sama Rania muter muter cari lo eh Lo nya enak enakkan disini" omel Tania yang tiba-tiba datang


"ngapain juga sih lo berdua nyariin gue" kesal Aira mendengar omelan Tania


"ni Ra ada sesuatu dari kak Zafran buat Lo" ucap Rania


"apaan ni" tanya Aira

__ADS_1


"mana kita tau" jawab Tania dan Rania bersamaan


Aira pun membuka sebuah kado kecil berwarna merah maroon itu.


__ADS_2