
siswi itu pun menceritakan kejadian dari awal sampai akhir dan mengatakan kalau Tristan lah dalangnya. Setelah mendengar penjelasan siswi itu pak Jono langsung menelpon polisi dan meminta siswi itu untuk menjadi saksi. Polisi pun mencari keberadaan Tristan. Sedangkan semua siswa diminta untuk pulang ke rumah masing-masing. Reno, Rania, Tania dan Revan yang mendengar Aira ditusuk pun langsung berangkat menuju rumah sakit.
Sesampainya di sana, Tania dan Rania langsung memeluk mami Aira yang juga telah berada di rumah sakit. Karena memang mereka sudah sangat dekat seperti keluarga sendiri.
"tante gimana kabar Aira" tanya Tania yang masih dalam pelukan mami Aira sambil menangis
"tante juga belum tau sayang. sudah..sudah kalian berdua jangan menangis! lebih baik sekarang kita berdoa saja untuk keselamatan Aira" mami Aira mencoba menenangkan mereka dan berusaha tegar ia yakin ini semua sudah menjadi takdir yang tidak bisa ia elakkan.
Sedangkan Zafran masih tertunduk sedih menunggu Aira di ruang tunggu. Reno dan Revan pun menghampiri Zafran.
"thanks ya bro, Lo udah nolongin Aira lagi" sapa Reno sok akrab
Reno dan Revan mendudukkan tubuh mereka di samping Zafran.
__ADS_1
"ya sama-sama" jawab Tristan datar
*aduh salah negur orang gue ni, kok bisa ya Aira deket sama cowok yang kayak es gini - batin Reno sambil menepuk jidatnya pelan
siapa cowok ini, apa dia yang udah buat Aira berubah. dari wajahnya terlihat jelas dia khawatir, apa dia menyukai Aira. akhh kenapa gue jadi sakit gini sih -batin Revan yang terlihat penasaran plus cemburu*
Tak lama dokter keluar...
"dengan keluarga nona Aira Azahra" panggil dokter itu.
"kami orang tuanya dok" jawab papi Aira
"begini pak, anak bapak kehilangan banyak darah dan luka nya juga sangat dalam jadi kami akan melakukan operasi. diminta untuk bapak dan ibu menandatangani surat persetujuan nya" jelas dokter
__ADS_1
orang tua Aira pun berlari ke tempat resepsionis untuk menandatangani surat persetujuan dan membayar biaya operasi. setelah selesai Aira langsung dipindahkan ke ruang operasi. Satu jam setelah itu dokter keluar..
"Alhamdulillah operasi berjalan lancar namun pasien masih dalam masa kritis" ucap dokter
"terima kasih dok, apa kami bisa menemuinya" tanya mami Aira dengan penuh pengharapan
"bisa tapi dua orang saja tidak bisa sekaligus. yasudah saya pergi menangani pasien lainnya dulu" jawab dokter yang langsung pergi.
mereka pun berganti menemui Aira dan terakhir Zafran sendiri...
"bangunlah Ra, kamu kuat kan. bukankah kamu itu wanita yang tangguh. bangunlah" kini Zafran tidak bisa membendung air matanya lagi. Air mata itu telah mengalir deras tanpa persetujuan pemilik nya. setelah itu Zafran keluar karena memang tidak bisa lama-lama menjenguk Aira
Setelah semua menemui Aira, orang tua Aira menyuruh teman-teman Aira untuk pulang karena waktu juga sudah larut malam. Akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan orang tua Aira tidur di sofa ruangan Aira berharap ana mereka sadarkan diri...
__ADS_1
satu minggu sudah berlalu namun belum ada tanda-tanda Aira akan sadar. ia masih dalam keadaan kritis. Sahabatnya selalu menjenguk dan memberi semangat untuk Aira tanpa terkecuali Revan dan Zafran. sedangkan Tristan telah di tangkap polisi dan dimasukkan ke dalam penjara.