
Jam bel masuk berbunyi Aira terbangun dari tidurnya setelah mendengar bel. dia sedikit merenggangkan tubuh nya. ketika matanya telah terbuka sempurna ia terkejut melihat sebuah kado di depan nya. Aira bertanya kepada kedua sahabatnya mereka hanya mengangkat bahu tidak tau. Aira pun memutuskan untuk menyimpan nya di dalam tasnya
***
Sepulang sekolah Aira kumpul di sebuah ruangan bersama anggota dari organisasi yang diikuti nya. mereka sedang membicarakan tentang ulang tahun sekolah yang akan dilakukan 1 bulan lagi. seperti dari tahun sebelumnya organisasi nya ini di tunjuk untuk menjadi juri dalam lomba "kelas cantik" dan dalam penilaian per kelas dipilih 2 orang dari anggota. Akhirnya Aira dipasang kan dengan Reno yang tentu membuat Aira lebih nyaman karena Reno lah orang yang paling ia kenal di organisasi itu. Aira tipe orang yang tak mudah bergaul dan acuh tak acuh pada orang lain maka dari itu tak banyak yang dekat dengannya.
Selesai kumpul Aira langsung pulang ke asrama nya merebahkan tubuh sebentar di atas kasur lalu pergi berwudhu untuk shalat Dzuhur. setelah selesai Aira mencoba membuka kado yang ia temukan di atas meja nya tadi.
"apa ini?" Aira menyeritkan dahi melihat sebuah jilbab panjang selutut berwarna coklat.
"ini gak salah, ini jilbab apa mukena" bawelnya ketika mencoba jilbab itu
"tapi cantik juga,eh tunggu tapi siapa yang memberi gue ini" Aira bertanya tanya pada diri nya sendiri.
Ketika ingin membuang bungkusan kadonya Aira melihat ada sebuah kertas yang menempel di bungkusan itu. Aira mengambil kertas itu dan membacanya.
"Semoga kau suka dengan hadiah kecil itu, Gunakan lah aku tak ingin tubuh indah calon istri ku dilihat laki-laki lain"
Calon Suami
Aira menyeritkan dahi nya lagi. seakan tak percaya dengan apa yang di bacanya.
"hah calon suami...!!! pacar aja gak punya apalagi calon suami. dasar laki-laki aneh" umpat Aira
__ADS_1
***
Aira menuju ke sekolahnya dengan gaya biasa tanpa menghiraukan ucapan laki-laki yang memberi nya kado itu. Pelajaran pun dimulai setelah bel istirahat di bunyikan Aira berjalan menuju kantin bersama Rania dan Tania setelah selesai makan mereka langsung menuju kelas dan lagi lagi Aira menemukan sebuah kado di atas meja nya. Aira membuka kado ia dan terlihat beberapa buku kecil tentang Islam dan wanita, tak lupa sepucuk surat juga didalamnya.
"Kenapa tidak digunakan, bukankah sudah kukatakan gunakan jilbab itu atau kamu mau calon suami mu ini yang memasang nya. dan bacalah buku-buku itu"
Calon Suami
"akhhh dasar laki-laki aneh, seenaknya saja menyuruh orang" Aira mendengus kesal hingga membuat kedua sahabatnya bingung
"Lo kenapa ra, kenapa ngomel gitu sih" tanya Tania
" ini ni lo baca" Aira memperlihatkan kado dan surat yang ia dapat kepada Tania dan Rania membuat mereka kaget
"apaan, pacar aja gak punya apalagi tunangan" timpal Aira dengan wajah yang masih kesal
"terus dia siapa ra" tanya Tania yang kini penasaran
" orang gila mungkin" Jawab Aira sembarangan
"ya kali orang gila ngasih jilbab sama buku-buku Islam gini. atau jangan-jangan lo udah di jodohin sama nyokap lo ra." ucapan Tania membuat Aira berfikir sejenak
"udah udah ah, gak perlu ngurusin ini. gue mau saran lo berdua besok gue mau ikut ke acara lomba kak Zafran tapi gue mau diam diam aja lo berdua bantu gue dandan ya secara lo berdua kan tau kalau gue gak tau dandan" pinta Aira
__ADS_1
"kayaknya ada yang lagi jatuh cinta ni, sampe mau dandan segala" ejek Tania
"yaudah kalau gak mau gue gak jadi ikut aja" kesal Aira
"gak kok gue becanda kali ra, iya iya kita bantu" rayu Tania
***
Keesokan harinya Aira bangun dari tidurnya, sekarang ia sudah berada di rumah nya karena ini adalah hari Minggu. Aira beranjak dari tempat tidur nya untuk membangun kan kedua sahabatnya yang menginap di rumahnya. Mereka mandi dan shalat secara bergantian, setelah selesai Aira memilih pakaian di lemari nya dan mengambil beberapa untuk di pilih nya. kedua sahabatnya membantu Aira untuk memilih nya dan jatuh pada sebuah baju berwarna coklat dengan model umrella kini ia mencari jilbab yang cocok untuk bajunya ini. Tania yang melihat sebuah jilbab panjang selutut berwarna coklat pun memberikan nya kepada Aira.
"kayaknya ini cocok ra" ucap Tania
"enggak enggak, itu jilbab dari pria aneh itu. gue gak mau" tolak aira
"terus pake yang mana lagi ra, gak mungkin kan lo pergi ke acara lomba itu pake jilbab biasa. udah ah gak ada penolakan" Tania memaksa Aira untuk menggunakannya dan mendandani Aira dengan make up tipis.
"wahh, lo cantik banget ra. gue yakin kak Zafran bakalan terpesona melihat lo" ucap Rania
"Udah ah, gue berangkat dulu. takut nya nanti telah" Aira berjalan menuju garasi
"Oya kalau kalian mau makan buka aja kulkasnya dan masak sendiri " teriak Aira pada Tania dan Rania yang memang di rumah tak ada orang karena kedua orang tuanya sedang keluar kota mengurus bisnisnya.
Aira melajukan mobilnya dan setelah 1 jam Aira sampai di lokasi dan turun menuju tempat acara. semua mata tertuju pada Aira
__ADS_1