
" Lo ikut ya, siapa tau lo bisa deket sama kak Zafran. kesempatan emas ra jarang jarang kan kak Zafran ngajak lo ikut lihat dia bertanding" rayu Tania
"iya ra, kapan lagi coba. lagi pula kan kak Zafran itu orang baik, hafal Al-Qur'an lagi" tambah Rania
"ahh sudah sudah, gue mau tidur. kalian pergilah" Aira mendorong keduanya sahabat nya keluar dan mengunci pintu kamar nya. kedua sahabatnya hanya mendengus kesal
Aira membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil menatap langit langit kamarnya. Dia sedikit berfikir apakah harus ikut atau tidak. Karena merasa mengantuk akhirnya ia pun tertidur.
***
Di taman sekolah Aira masih memikirkan ajakan Zafran hingga ada seseorang yang menghampiri nya, ia masih belum sadar.
"Ra, bengong aja lo dari tadi" seseorang itu duduk disamping Aira
"ah, lo ren ngagetin aja. ada apa?" Aira menatap kearah Reno
Yaps laki-laki itu adalah Reno Sahabat Aira
" kita di suruh ngumpul organisasi nanti sepulang sekolah"
__ADS_1
"ya, terima kasih" jawab Aira singkat
"Lo kenapa ra, lo masih kepikiran masalah Tristan ya" tanya Reno yang melihat sikap Aira sedikit aneh
"enggak lah, gue diajak kak Zafran untuk ikut ke acara lomba nya minggu depan, menurut lo gue ikut atau enggak"
"yaelah ra, gue kirain ada masalah besar. yaudah ikut aja kali hitung-hitung lo balas budi sama dia"
"tapi gue malu ren, Lo tau gue gimana mana pantas ikut kak Zafran ke acara lomba" Aira sedikit menunduk kan kepalanya
"yaelah ra tinggal berubah apa susahnya sih, lo panjangin jilbab lo terus jaga kelakuan berandal selesai deh" jawab Reno santai
Reno hanya cengengesan mendengar ucapan sahabat nya itu
"gue kan lagi gak deket sama cewek beda sama lo yang lagi coba deket sama cowok ya sudah seharusnya berusaha. entar kalau gue mau deketin cewek baru gue rajin beribadah kalau perlu seminggu 2 kali"
"ahh elu ren, ibadah itu gak cuma ketika ada yang diinginkan aja. harus dilakukan secara rutin"
" iya iya ustadzah" ejek Reno
__ADS_1
"dasar lo ya" Aira memukul keras kepala Reno
"kalau lo gini terus yang ada babak belur kak Zafran. gue gak habis pikir kalau bener lo sama kak Zafran, pasti hidupnya bakalan sengsara banget" ejek Reno lagi yang langsung lari dari hadapan Aira
Aira ingin memukul Reno lagi namun tidak sempat karena Reno telah melarikan diri terlebih dahulu.
"menyebalkan" dengus Aira
Setelah kepergian Reno Aira sedikit berfikir dan telah memutuskan ajakan Zafran.
***
Aira berjalan menuju kelas nya dan duduk di pojok untuk tidur, karena masih bel istirahat Aira bisa leluasa tidur tanpa ada gangguan. seseorang menghampiri Aira menatap wajah cantik itu dan meletakkan sesuatu di atas mejanya.
"dasar putri tidur di saat suasana yang ribut gini dia masih aja bisa tidur nyenyak" seseorang itu tersenyum kearah Aira dan meninggalkan Aira sebelum Aira terbangun
Jam bel masuk berbunyi Aira terbangun dari tidurnya setelah mendengar bel. dia sedikit merenggangkan tubuh nya. ketika matanya telah terbuka sempurna ia terkejut melihat sebuah kado di depan nya. Aira bertanya kepada kedua sahabatnya mereka hanya mengangkat bahu tidak tau. Aira pun memutuskan untuk menyimpan nya di dalam tasnya
***
__ADS_1