
"Zafran umi sama abi akan ke rumah Aira, apa kamu mau ikut" tanya Rita
"enggak mi, Zafran mau beresin barang-barang. kan besok pagi Zafran harus berangkat ke bandara dan lusa berangkat ke Madinah, Zafran mau istirahat juga"
"yasudah umi sama abi pergi dulu ya" Rita dan Prasetyo langsung setelah mendapat anggukan kepala oleh Zafran
sebenarnya gue pengen ikut, tapi gue takut hanya akan membuat sebuah tangisan. gue minta maaf ra. gue pergi tanpa pamit langsung -batin Zafran
Terlihat Zafran tidak bisa membendung air matanya lagi. cairan bening itupun turun tanpa persetujuan pemilik nya.
***
"kak Zafran ikut gak ya?" tanya Aira pada dirinya sendiri yang sedang berada di depan cermin kamar nya.
Ia sibuk memoles wajah nya dengan bedak tipis dan lipstik berwarna merah muda. Hingga terlihat cantik di wajah nya namun terkesan natural.
"semoga saja dia ikut" ucap Aira lagi sambil menghembuskan nafas kasar
Aira kini menggunakan baju gamis berwarna merah maroon dengan perpaduan warna grey di bagian rok bawah model umrella dan jilbab yang juga berwarna merah maroon dengan bagian tengah yang di tarik kesamping diatas bahunya tak lupa Bros bunga berwarna perak yang menggantung di atas sana.
__ADS_1
Aira terlihat sangat cantik, ia sangat berharap bisa bertemu Zafran untuk terakhir kalinya sebelum keberangkatan Zafran ke Madinah.
Selang 30 menit orang tua Zafran telah berada di sana yang di sambut dengan ramah oleh pemilik rumah. mereka di buat kagum dengan penampilan Aira sekarang. Sangat Cantik itulah kata yang tepat untuk Aira sekarang sayangnya Zafran tak berada di sana. membuat Aira sedikit kecewa.
"ayo masuk, aku udah masak banyak" ucap Vira lembut
Kedua orang tua Zafran hanya mengangguk kepala dan berjalan mengikuti sang pemilik rumah. Akhirnya mereka makan dengan nikmat kecuali Aira. ia terlihat sedikit murung.
"sayang kamu kenapa?" tanya Vira yang terlihat cemas dengan sikap Aira yang berubah seperti kemarin
"gak papa mi, Aira ke kamar dulu ya. kayaknya kecapean aja" jawab Aira lembut
"papi telpon dokter pribadi kita aja ya" tambah Freddy
"gak papa kok tan, Aira cuma perlu istirahat aja. papi juga gak perlu panggil dokter. Aira istirahat dulu" ucap Aira lembut dengan sedikit senyuman di wajahnya agar orang tua dan calon mertuanya itu tidak cemas
Mereka hanya mengangguk dan setelah respon itu Aira langsung pergi menuju kamarnya. Aira menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur lalu menangis dengan wajah yang ia benamkan di bawah bantal agar orang tuanya tidak mendengar tangisannya.
kenapa kakak gak kesini, apa kakak membenci ku. apa kakak gak mencintai ku. tapi kenapa kakak memberikan surat itu kenapa kak -gumam Aira (hadehh Aira, dasar anak kecil punya hati kok labil banget sih 🤦)
__ADS_1
Tanpa pikir panjang Aira mengirimkan pesan kepada Zafran.
kak kenapa kakak tidak ikut kesini, apa kakak benci melihat ku
Setelah 5 menit pesan itu terbaca namun tidak ada balasan.
***
Zafran menatap layar ponselnya, terlihat jelas pesan yang Aira kirim namum ia enggan untuk membalasnya.
Ra maafin aku ya, inilah caranku untuk menjaga mu.
Zafran kembali membereskan barang-barang nya dan meletakkan ponselnya di atas meja.
***
Vira dan Rita yang merasa khawatir pada Aira pun memutuskan untuk menemui Aira sedangkan Freddy dan Prasetyo berbicara tentang bisnis mereka di ruang baca Freddy.
"Sayang buka pintunya, tante Rita ingin menemuimu" ucap Vira memberi alasan agar sang anak membuka pintu kamarnya
__ADS_1