Terjerat Cinta Penghafal Qur'An

Terjerat Cinta Penghafal Qur'An
Acara Lomba


__ADS_3

Tristan hanya terdiam karena saat ini masih dalam masa pemulihan tubuhnya...


Lo liat aja, apa yang bakalan gue lakuin sama temen lo itu. dan lo bakalan hancur setelahnya -batin Tristan sambil tersenyum licik


***


Terlihat Aira sedang melamun di atas kursi taman sekolah nya, Rania dan Tania melihat dari kejauhan merasa khawatir dengan kondisi Aira sekarang. Ingin sekali mereka mendekati Aira dan memberi nya semangat namun mereka lebih memilih untuk membiarkan Aira sendiri dulu agar lebih tenang. Tak di sangka ada seseorang yang mendekati Aira...


"ran, lihat deh kayaknya itu kak Zafran ya" tanya Tania pada Rania


"iya tan, kayaknya sih gitu" mereka mulai mengintip lebih dekat ke arah Aira dan Zafran


"wahh so sweet banget ya"


"diam tan kalau tidak mereka akan mengetahui kita disini" omel Rania yang merasa risih dengan ucapan Tania


Di sisi lain


" bagaimana keadaan mu" tanya Zafran yang melihat Aira melamun


"aku baik baik saja, tak perlu mengkhawatirkan mu. terima kasih telah menolong ku" Aira sedikit tersenyum kearah Zafran

__ADS_1


" Sama sama, Alhamdulillah kalau sudah baikan, Oya Minggu depan aku ikut lomba Tahfiz Qur'an mewakili sekolah apa kamu mau ikut" tanya Zafran tanpa sengaja


ada apa ini kenapa juga aku mengajaknya - batin Zafran


"seperti aku tidak bisa ikut, maaf" mendengar jawaban itu Zafran terlihat sedikit kecewa


"yasudah" Zafran langsung pergi tanpa sepatah kata lagi


Aira merasa bingung dengan tingkah Zafran yang sedikit aneh menurut nya. sementara sisi lain kedua sahabatnya yang menguping itu terlihat kesal dengan penolakan Aira.


***


"Ren lo kenapa sih bandel banget, udah gue bilang lo jangan jangan ikut campur urusan gue sama Tristan, gue takut lo bakalan kena juga nanti. Lo tau kan Tristan itu licik" ucap Aira yang berusaha menenangkan Reno


"gue terlalu di butakan oleh cinta ren, sampe gue gak terlalu dengerin omongan temen temen tentang Tristan" Aira menundukkan kepalanya


Reno yang melihat Aira sedikit bersedih pun tidak tega untuk memarahi Aira lagi


"yasudah lah, lain kali jangan ulangi lagi. kalau mau berbuat sesuatu pikir dulu jangan mentang-mentang jago bela diri otak jadi gak di gunain"Mendengar ucapan Reno, Aira hanya mengangguk mengakui kesalahannya


***

__ADS_1


Jam menunjukkan pukul 08:00 malam


Aira berada di dalam kamar nya bersama kedua sahabatnya


"Ra, gue denger lo diajak kak Zafran ke acara lomba nya ya" Tania membuka pembicaraan


"Lo tau dari mana tan" Aira bingung karena hanya dia dan Zafran lah yang mengetahui nya.


Mendengar perkataan Aira Tania hanya cengengesan


"jangan jangan lo ngintip ya" tanya Aira dg sedikit curiga. Tania hanya mengangguk pelan


"ihhh nyebelin banget sih, sama siapa lo ngintip" tanya Aira lagi. Tania menunjuk ke arah Rania


"gue minta maaf ra, gak sengaja. maafin kita ya ra" rayu Rania


"yasudah lupakan saja, terus apa mau kalian" Aira yang tau sifat kedua sahabatnya ini pasti ada sesuatu


" Lo ikut ya, siapa tau lo bisa deket sama kak Zafran. kesempatan emas ra jarang jarang kan kak Zafran ngajak lo ikut lihat dia bertanding" rayu Tania


"iya ra, kapan lagi coba. lagi pula kan kak Zafran itu orang baik, hafal Al-Qur'an lagi" tambah Rania

__ADS_1


"ahh sudah sudah, gue mau tidur. kalian pergilah" Aira mendorong keduanya sahabat nya keluar dan mengunci pintu kamar nya. kedua sahabatnya hanya mendengus kesal


__ADS_2