Terjerat Cinta Penghafal Qur'An

Terjerat Cinta Penghafal Qur'An
Memikirkan Mu


__ADS_3

Tak lama Aira kembali menuju kelas tempat dimana teman-teman nya berada. Namun di tengah jalan ada seseorang yang menghampiri nya


"apa ini punya Lo" tanya laki-laki itu sambil tersenyum ke arah Aira


"iya, terima kasih" Aira mengambil barang itu sambil tersenyum manis


Ma syaa Allah manisnya -batin laki-laki itu


"sama-sama, kenalin gue Stevan, kelas 11 Otomotif" ucap laki-laki itu sambil mengarahkan tangannya


"gue Aira Azahra, kelas 11 TKJ" jawab nya tanpa membalas jabatan tangan Stevan


Steven menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena malu.


"gue pergi dulu" tambah Aira yang langsung pergi meninggalkan tempat itu


wanita yang berbeda, gue jadi malu ternyata dia wanita yang menjaga dirinya - Steven senyum-senyum menatap Aira yang pergi jauh.


***


"Zafran limadza anta taskut, hal ladaikal muskilah" (Zafran kenapa kamu diam, apa kamu ada masalah) Tanya Umar teman baru Zafran di Madinah


"laa ba'sa, ana bihoirin. hayya nazhab ila makhshof" (tidak apa apa, saya baik baik saja. ayo pergi ke kantin) Ajak Zafran yang sebenarnya ia hanya mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


"hayya" (ayo) Umar mengangguk dan berjalan bersama Zafran menuju kantin.


Zafran mengambil jurusan fikih di Universitas Islam Madinah. Zafran telah menguasai bahasa Arab karena ia telah belajar di Indonesia selama 2 tahun dengan ustadz yang juga lulusan dari Madinah. Jadi selama di Madinah ia dengan mudah bersosialisasi.


Zafran sebenarnya sedang kepikiran dengan Aira namun ia berusaha untuk menepis pikiran nya itu. Ia harus ingat tujuan nya ke Madinah adalah untuk belajar.


***


"Ra Lo gak marah kan sama gue" tanya Tania


"enggak kok, gue baik baik aja. bosen ni kantin yuk" ajak Aira


"ayok" jawab mereka bersamaan


Mereka pun berjalan menuju kantin dan memesan 5 bakso beserta 5 teh es manis. tak lama pesanan datang.


"Ra entar pulang sekolah kita kumpul organisasi" ucap Reno


Aira hanya mengangguk sambil melahap makanan yang ada di depan nya. saat Aira mulai makan tiba-tiba pandangan Rania tertuju pada cincin yang melingkar di jari Aira


"Ra sejak kapan Lo pake cincin" tanya Rania, sontak Tania Revan dan Rino menatap kearah jari tangan Aira


"ini hadiah dari tante Rita" jawab Aira santai

__ADS_1


"kok lebih mirip cincin tunangan sih ra, terus kenapa ada nama Zara" tanya Tania yang penasaran


"emang gue mau tunangan sama siapa sih. ngelantur aja omongan Lo. Zara itu panggilan sayang tante Rita sama gue" jelas Aira


Mereka hanya ber Oh ria tanpa tau kalau Rita adalah ibu Zafran


"Ra Lo sibuk gak malam ini" tanya Revan


"enggak emangnya kenapa" jawab Aira


" gue mau ngajak lo makan di restoran. Lo mau gak" ajak Revan


"Lo cuma ngajak Aira aja ni, kita kita gak diajak" protes Reno


"apaan sih ren, orang gue mau PDKT sama Aira juga" ucap Revan tanpa sadar. Entah apa yang membuatnya seberani itu


"modus Lo Van, mana mau Aira sama lo" ucap Tania


"kesambet apaan ni anak, pake ngajakin Aira makan malam" lanjut Rania


"udah ah, kenapa kalian yang ribut sih" omel Aira


"terus gimana Ra, Lo mau gak gue ajak makan malam" ajak Revan lagi

__ADS_1


__ADS_2