Terjerat Cinta Penghafal Qur'An

Terjerat Cinta Penghafal Qur'An
Perkemahan


__ADS_3

Aira yang sedang fokus membaca tiba-tiba dikejutkan oleh ponsel nya yang berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk.


aku senang melihat perubahan mu sekarang. Jangan lupa untuk mengikhlaskan niat mu


Aira menyeritkan dahi nya bingung, karena tak ada nama pengirim ia bingung siapa yang mengirimnya. Ia pun tidak memperdulikan nya ia hanya berpikir mungkin saja laki-laki yang sama dengan yang memberi nya kado.


Sebelum pulang sekolah semua murid berkumpul karena akan ada pengumuman penting. Pak Eko selaku Kepala Sekolah maju ke depan mengumumkan bahwa pekan ini selama tiga hari dua malam mereka akan mengadakan camping ke pantai sebagai refreshing sebelum ujian. Semua murid terlihat sangat bahagia...


Hari yang ditunggu-tunggu itu datang dan semua murid terlihat telah bersiap dengan perbekalan mereka. Lalu masuk ke bus yang telah disiapkan. setelah satu jam mereka akhirnya sampai di tujuan dan langsung mendapat pengarahan untuk membuat tenda.


Aira dan teman teman nya terlihat sedikit kesulitan membuat tenda Reno yang melihat itu pun mendekati mereka.


"perlu bantuan Ra" tanya Reno


"iya ni ren, kita agak kesulitan" jawab Aira sambil berusaha memancangkan kayunya ke tanah


"sini" Reno langsung mengambil alih namun masih kekurangan tenaga


"perlu bantuan" tanya seorang laki-laki lagi


"ngapain lo kesini, Lo pasti mau gangguin Aira kan! mau balas dendam sama dia lagi kan!. kita gak perlu bantuan lo bukannya selesai malah Lo hancurin nantinya" jawab Tania dengan sedikit menaikkan nada bicaranya


"Tan gak boleh gitu, Revan kan niat mau nolong. lagi pula gue sama Revan udah temenan kok" sontak ucapan Aira membuat sahabatnya terkejut

__ADS_1


"What's" teriak Reno, Rania dan Tania bersamaan. mereka langsung menarik Aira dengan sedikit menjauh dari Revan


"Lo seriusan Ra" tanya Reno penasaran


"kenapa sih, emang dulu itu kita musuhan dan sekarang kita udah baikan. kemaren itu Revan kepatuk ular terus gue yang nolongin dan saat itu juga kita mulai temenan " jelas Aira yang dibalas anggukan oleh ketiga sahabatnya. mereka kembali ke tempat semula untuk menyelesaikan tugas mereka dengan bantuan Revan.


"Van makasih ya" Aira tersenyum kecil kearah Revan


"iya ra sama sama, yaudah gue kembali dulu. temen temen gue pada nungguin" Revan meninggalkan Aira dengan perasaan yang canggung.


disisi lain


"fran lo mau kemana" tanya Brandon


Ternyata saat murojaah ada sepasang mata yang melihatnya...


Ma syaa Allah bagus banget suara kak Zafran, gue hampirin dia gak ya -batin wanita itu yang tak lain adalah Aira


Aira pun akhirnya memberanikan diri untuk mendekati Zafran...


"suara kakak bagus" ucap Aira sambil mendudukkan dirinya di samping Zafran


"eh Aira, ngapain disini " melihat Aira di samping nya Zafran langsung memasukkan Al Qur'an kecil itu ke sakunya

__ADS_1


"kenapa berhenti kak, Aira kesini kak mau dengerin kakak baca Al Quran" ucap Aira polos


Zafran yang mendengar ucapan Aira pun terkekeh...


"kenapa kakak ketawa" Aira sedikit heran


"gak papa" jawab Zafran singkat dengan wajah datar


Aira sedikit heran dengan sikap Zafran yang kadang perhatian kadang cuek kadang dingin kadang lembut tapi ia merasa nyaman ketika berada di dekatnya


"yaudah Aira pergi dulu ya kak" ucap Aira yang merasa sedikit canggung.


Baru saja melangkahkan pergi kaki Aira terpeleset dan dengan sigap Zafran menolongnya hingga membuat jarak diantara mereka begitu dekat. Aira menatap mata Zafran begitu juga sebaliknya hingga membuat jantung mereka berdetak kencang.


Seketika Aira sadar dan langsung membenarkan posisi nya.


"terima kasih kak" ucap Aira singkat dan langsung pergi dari tempat itu karena malu.


aduh kenapa jantung gue lari maraton gini -batin Aira


Zafran masih di tempat dan ia jug merasakan hal yang sama dengan Aira.


kenapa jantung gue jadi maraton gini sih, akh sadar Zafran jaga perasaan mu - Zafran mencoba menstabilkan detak jantungnya lagi namun tak bisa di pungkiri ada sedikit rasa bahagia di hati Zafran

__ADS_1


__ADS_2