
"kabar bahagianya ibu sedang mengandung anak kembar yang baru berusia satu bulan lebih dan untuk kabar buruknya di perut ibu terdapat kanker yang sudah mulai ganas, saya tidak dapat memprediksi kanker itu stadium berapa sepertinya kanker itu disebabkan sebuah luka yang cukup serius dahulunya. Saya berharap ibu sabar, untuk lebih jelasnya ibu bisa ke dokter bedah yang lebih spesialis di bidang itu" ucap dokter yang membuat aira menitikkan air mata
"dok apa bayi saya tidak apa-apa, apa ini akan berpengaruh keoada bayi saya?" tanya aira dengan sedikit menahan tangisnya
"ibu bisa langsung tanya kepada dokter bedah karena saya bukan ahlinya dalam itu, mari bu saya antar" ucap dokter sambil sedikit menenangkan aira
Aira di arahkan untuk memasuki ruang dokter bedah dan di periksa di sana setelah pemeriksaan aira di perintahkan untuk duduk di kursi yang berhadapan dengan dokter bedah itu.
"bu, sebelumnya saya minta maaf. sepertinya ibu harus menggugurkan janin ibu itu untuk keselamatan ibu sendiri" ucap aira yang membuatnya tak dapat lagi membendung ai mata
"kenapa dok? apa saya tidak dapat mempertahankan janin ini" tanya aira di tengah isak tangisnya
"kanker yang ibu alami sekarang telah memasuki stadium 3 dan telah menyebar ke sedikit dinding bagian rahim ibu. jika ibu tetap mempertahankan janin itu mungkin nyawa ibu tidak akan tertolong setelah melahirkan tapi jika ibu menggugurkan janin itu sekarang mungkin bisa menyelamatkan nyawa ibu namun kemungkinan besar ibu tak dapat hamil lagi" ucapan dokter itu berhasil membuat aira semakin pecah dalam tangisnya
"gak dok, ini gak mungkin kan dok, dokter becanda kan" ucap aira berharap apa yang dikatakan dokter itu semuanya salah
"saya berharap ibu sabar ya" ucap dokter sambil berusaha menenangkan aira
Aira keluar dari ruangan itu dengan wajah lesu. Ia merasa sangat sedih dan bingung dengan apa yang harus ia lakukan...
Sesampainya di rumah ia berusaha tersenyum menyembunyikan semuanya. ia mendudukkan dirinya di sofa karena merasa sedikit lelah.
"apa yang harus gue lakukan sekarang, gue gak mau gugurin janin ini. apa gue harus bilang kak Zafran ya? enggak..!! gue gak boleh bilang sama kak Zafran tentang penyakit gue. gue takut dia akan memerintahkan gue untuk menggugurkan janin ini. dan pasti dia akan sedih setelah mendengar semua ini" ucap Aira pada dirinya sendiri
πππ
Zafran keluar ruangan guru, namun di tengah jalan ada seseorang yang memanggilnya
"Pak Zafran" panggil seseorang yang tak lain adalah bu Devi yang terkenal genitnya di sekolah. Sejak melihat Zafran bu Devi berniat untuk memilikinya. Jadi yang kedua pun tak apalah pikirnya
__ADS_1
"Iya bu ada apa" tanya Zafran sopan
"bapak pulang sendirian ya, apa boleh saya menumpang dengan bapak. kebetulan rumah kita searah kan" ucap bu Devi tak tau malu
"maaf bu, tapi saya tidak ingin istri saya salah paham dan meneteskan air matanya. saya sudah berjanji dengannya untuk itu. lagipula saya takut jika hanya ada kita berdua di dalam mobil karena yang ketiganya setan" ucap Zafran sopan dan langsung meninggalkan bu Devi yang hanya diam saja
beruntung banget sih istrinya punya suami kayak pak Zafran -kesal bu Devi
Zafran melajukan mobilnya pulang, sesampainya disana ia menemukan istrinya yang tertidur diatas sofa
"sayang bangun, tidurnya dikamar aja ya" ucap Zafran pelan sambil menggoyangkan tubuh istrinya
"eh hubby udah pulang ya" jawab aira dengan nada khas bangun tidur
"kamu kenapa tidur disini sayang" tanya Zafran lembut
Aira hanya cengengesan
"aku mandi dulu ya sayang, setelah itu kita makan bersama" jawab Zafran sambil mencium lembut dahi istrinya dan di balas anggukan oleh aira
20 Menit berlalu Zafran telah mendudukkan dirinya di atas kursi makan. Saat sedang makan aira membuka pembicaraan
"hubby aku ingin bicara sesuatu tapi janji jangan marah ya" ucap aira
"ada apa sayang?" tanya Zafran penasaran
"tadi aku ke rumah sakit tanpa bilang sama kamu dulu karena aku merasa mual dan pusing" ucap aira berharap suaminya tidak memarahinya karena pergi tanpa pamit
"kok gak bilang sama aku sih sayang, kan aku bisa anterin" ucap Zafran dengan nada yang terdengar kesal
__ADS_1
"maafπ, tapi aku ada kabar baik" ucap aira dengan senyum semangat
"Aku Hamil dan anak kita kembar" ucapnya lagi
Zafran terkejut mendengar ucapan aira
" beneran sayang?" ucap Zafran penuh semangat dan di balas anggukan oleh aira
Zafran langsung memeluk aira
"aku sangat bahagia sayang, bentar lagi aku bakalan jadi seorang ayah" ucap Zafran yang masil dalam pelukannya itu
apa yang akan terjadi jika gue bilang tentang penyakit ini, pasti semua kebahagian ini akan sirna -ucap aira dalam hati ia berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya
"hubby aku susah napas ni kamu meluknya kuat banget" ucap aira dengan cepat Zafran melepaskan pelukannya
"maaf sayang aku bahagia banget" ucap Zafran cengengesan
"kamu makan yang banyak ya, nanti aku ke mini market buat beliin susu hamil buat kamu" ucap Zafran
Aira dan Zafran melanjutkan makan mereka. setelah makan Zafran pergi ke mini market terdekat untuk membelikan aira susu hamil.
Zafran membeli beberapa kotak dengan rasa coklat yang memang coklat adalah kesukaan aira banget.
Saat sedang ingin ke kasir ada seseorang yang memanggilnya
"kak Zafran" panggil seseorang itu
Zafran menoleh dan....??????
__ADS_1
udah author panjangin dikit ya buat kalian yang setia baca ceritanya author, thanks untuk support kalian π€ author minta maaf kalau penulisan author masih kurang rapi dan sedikit ada typoπ₯ author berharap kalian gak bosan sama ceritanya ππΈπ
Jangan lupa like komen dan votenya ya, biar author tambah semangat lagi ππΈπ