
Tak terasa hari berganti hari bulan pun berganti bulan. Dan kini usia kehamilan aira tinggal menunggu 1 minggu lagi jika menurut dokter.
"mami, temenin aira dirumah ya. Aira kangen mami" ucapa Aira manja pada maminya melalui telpon
"iya sayang, entar mami kesitu ya. mami siap-siap dulu". jawab Vira
"aira tunggu ya mi, mami jangan lupa es krim coklat kayak biasa ya" pinta aira
"iya sayang, yaudah mami siap-siap dulu. Asaalamualaikum" setelah mendapat jawaban Vira segera mematikan telponnya
Selang beberapa menit Vira sampai dirumah aira ia heran dengan sikap aira yang sangat manja 1 bulan terakhir ini. tapi ia hanya berfikir mungkin karena aira sedang hamil jadinya manja.
"sayang udah dong meluknya, mami gak bisa nafas ni kalau kamu peluk mami kuat banget kayak gini" ucap Vira yang hampir kehabisan nafas karena pelukan Aira yang kuat
"hehe maaf mi, habisnya aira kangen sama mami" jawab Aira cengengesan
"kamu itu ya, kayak gak ketemu mami sebulan aja padahal tadi malam kan kita ketemu" ucap Vira gemas sambil mencubit pelan hidung aira
"mami malam ini bermalam disini ya, sekalian ajak papi, umi dan abi" pinta aira
"yaudah deh karena usia kehamilan kamu tinggal menunggu hari lagi mami bermalam disini sama papi dan besan mami" jawab Vira yang membuat senyum bahagia di wajah aira
"ini es krim kamu, keburu cair entar" dengan cepat aira mengambil es krim coklat kesukaannya itu dan memakannya di atas sofa ruang tamu dengan Vira disampingnya
"mami mau" ucap Aira sambil menyodorkan es krim coklat kesukaannya
"Kamu makan aja mami pengen kedapur dulu buat masak, pasti kamu belum masak untuk malam ini kan" ucapan Vira hanya di jawab anggukan oleh Aira
Vira menuju dapur dan memasak sesuatu disana dengan bahan yang telah ada di kulkas sedangkan aira masih dengan es krim coklat di tangannya.
mami maafin aira ya kalau bentar lagi aira bakalan pergi. aira hanya ingin menghabiskan waktu bersama kalian sebelum kepergian aira - ucap aira dalam hati yang tanpa sadar membuat air matanya menetes dengan cepat ia menghapus air matanya itu takut ada yang melihatnya
Karena hari yang sudah mulai sore Zafran pulang dari sekolahnya.
"asaalamualaikum sayang" sapa Zafran yang baru saja sampai
"waalaikumussallam hubby" jawab aira sambil tersenyum
"siapa di dapur sayang? kok kayak ada yang lagi masak?" tanya Zafran
" mami" jawab aira singkat
Zafran hanya mengangguk dan kini beralih menghadap perut Aira yang sudah terlihat besar karena yang di kandung 2 bayi kembar. Dan telah mereka ketahui bahwa jenis kelamin mereka adalah laki-laki dan perempuan.
"anak-anak abi apa kabar didalam sana? pasti udah gak sabar deh buat ketemu abi dan umi. baik-baik ya disana. abi akan baca surah Yusuf kali ini abi berharap kalian akan seperti Nabi Yusuf nantinya yang tetap taat walaupun dihadapkan dengan ujian yang berat" ucap Zafran yang kini dilanjutkan dengan bacaan Al-Qur'an nya
QS Yusuf Ayat 1
الۤرٰ ۗ تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْمُبِيْنِۗ
Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah).
QS Yusuf Ayat 2
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ
Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.
__ADS_1
QS Yusuf Ayat 3
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ اَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَآ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ هٰذَا الْقُرْاٰنَۖ وَاِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهٖ لَمِنَ الْغٰفِلِيْنَ
Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.
QS Yusuf Ayat 4
اِذْ قَالَ يُوْسُفُ لِاَبِيْهِ يٰٓاَبَتِ اِنِّيْ رَاَيْتُ اَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَاَيْتُهُمْ لِيْ سٰجِدِيْنَ
(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku".
Itulah kebiasaan Zafran setelah pulang kerja ia pasti akan memperdengarkan ayat suci Al Quran untuk anak-anak agar mereka terbiasa dan menyukai Al-Qur'an sejak kecil.
Setelah sampai pada ayat terakhir kini Zafran berpindah mencium lembut perut Aira
"abi sayang kalian, kita akan segera bertemu abi, umi dan kalian akan hidup bahagia nantinya" seketika ucapan itu membuat aira menitikkan air matanya
maafkan aku hubby kalau setelah mereka lahir aku akan meninggalkan kalian -ucap aira dalam hati
"kamu kenapa sayang kok nangis gitu?" tanya Zafran heran
"aku gak papa kok hubby, aku cuma terharu aja" jawab aira dengan senyum paksa
🍃🍃🍃
5 hari kemudian...
"mami, umi perut Aira sakit" teriak aira yang berada di sofa ruang tamu
"kayaknya kamu udah mau melahirkan deh sayang, kamu tenang ya" ucap Vira sambil berusaha menenangkan aira
"Zafran cepat pulang!! istrimu sepertinya akan melahirkan"ucap Rita
"iya umi, Zafran akan pulang. umi sama mami bawa aira langsung ke rumah sakit aja entar aku nyusul" jawab Zafran sambil mematikan telponnya dan langsung menuju ruang kepala sekolah untuk izin kebetulan itu adalah jam Istirahat
"sebaiknya kita pake taksi aja, aku takut terjadi sesuatu pada aira jika harus menunggu Zafran pulang" ucap Vira yang langsung dibalas anggukan oleh Rita
🍃🍃🍃
Mereka sudah berada di lorong rumah sakit
"sayang kamu tahan sebentar lagi ya" ucap Vira mencoba menenangkan aira
"mami sakit mi perut aira sakit banget mi" jawab aira yang kini telah menitikkan air matanya
"kamu pasti kuat sayang" ucap Rita
Kini Aira telah dibawa menuju ruang bersalin. Aira harus operasi caesar karena bayi yang dikandungnya kembar dan lagi penyakit nya gak akan memungkinkan aira untuk melahirkan secara normal
🍃🍃🍃
Semua keluarga telah menunggu di luar ruangan termasuk sahabat-sahabat aira
"lo tenang aja kak, gue yakin aira itu orang yang kuat" ucap reno yang berusaha menenangkan Zafran yang terlihat sangat cemas
"iya kak, aira itu wanita terkuat yang pernah gue kenal. lo tenang aja" ucap Revan, Zafran hanya mengangguk pelan
__ADS_1
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka
"Keluarga nona Aira Azahra" panggil dokter itu
"ya dok, kami keluarga nya" ucap Vira
"dan saya suaminya" lanjut Zafran
"Alhamdulillah kedua bayinya lahir dengan selamat hanya saja..." dokter itu tampak sulit untuk melanjutkan ucapan nya
"hanya saya kenapa dok" tanya Zafran penasaran
"maaf, kami tidak bisa menyelamatkan nyawa ibu nya karena ternyata ibunya mengidap kanker di bagian perutnya dan kanker itu telah menyebar ke seluruh tubuh hingga merenggut nyawa sang ibu" seketika tangis pecah setelah mendengar ucapan dokter itu
Zafran langsung berlari menuju ruang bersalin aira terlihat wajah istrinya yang pucat itu tersenyum.
"Sayang kenapa kamu ninggalin aku secepat ini, kamu gak ingin membesarkan anak kita bersama sama" Zafran menggenggam erat tangan Aira menatap wajah istrinya
Zafran masih tidak percaya aira akan meninggalkan secepat ini namun ia harus kuat atas Qada dan Qadar Allah.
Sementara di luar ruangan
"ran gue belum sanggup ditinggalin aira, gue sayang sama aira ran gue udah menganggap aira seperti saudara gue sendiri" ucap Tania yang masih terisak dalam tangisnya dipelukan Rania
"gue juga tan, gue gak nyangka aira bakal ninggalin kita secepat ini" jawab Rania yang juga masih terisak dalam tangisnya
Sementara Reno, Revan dan Steven berusaha untuk menahan tangis mereka
"gue gak nyangka aira bakal ninggalin kita secepat ini" ucap Reno
"iya ren, gue juga gak nyangka. kenapa Aira gak pernah cerita sama kita kalau dia mengidap kanker" jawab Revan
"Aira adalah orang yang baik, semoga aja Allah nerima semua alam ibadahnya" kini Steven ikut berbicara
Reno dan Revan hanya mengangguk mengiyakan
Sementara kedua orang tua dan kedua mertua Aira menuju ruangan tempat kedua cucu mereka. Mereka hanya bisa berusaha tabah dengan ketentuan Allah. Walaupun awalnya mereka tidak bisa menerima ini.
🍃🍃🍃
Acara pemakaman Aira telah selesai di lakukan dan seluruh keluarga telah berada di rumah kediaman Zafran dan Aira.
Zafran menuju kamarnya dan Aira dahulu. ketika ia sedang melihat lihat kenangan tentang istrinya tiba-tiba ia dikejutkan dengan sebuah surat yang terselip di antara buku-buku kesayangan Aira. Zafran pun membuka surat itu.
Bismillah, Asaalamualaikum Hubby❤️
Jika kamu telah menemukan surat ini dan aku telah tiada kamu jangan bersedih ya, bukankah Allah telah mengatur semuanya. Kamu harus ikhlas dengan ketentuan Allah ini. Aku minta maaf jika aku gak bisa nemenin kamu untuk ngerawat anak-anak kita, kamu jaga mereka baik-baik ya. Maafin aku karena menyembunyikan penyakit ini, aku hanya gak ingin buat kamu sedih. I love you hubby❤️
Pesan singkat itu berhasil membuat air mata Zafran menetes
"Maafin aku sayang, aku gak ada disaat kamu merasakan sakit dari penyakit itu, aku berjanji akan menjaga anak-anak kita dengan baik"
END...
Tidak semua cerita berakhir dengan kebahagian bersama, Karena kita tau bahwa manusia akan meninggalkan dunia ini cepat atau lambat.
Belajar dari cerita ini, Kita harus bersiap dengan kenyataan yang akan kita hadapi di masa depan. Belajar untuk menerima apapun ketentuan yang telah ditulis.
__ADS_1
Author mengucapkan banyak terima kasih untuk pembaca setia Author. Author minta maaf jika ada salah kata atau penulisan yang masih belum sempurna karena ini adalah karya pertama author ❤️🌸💐
Jangan lupa untuk komenannya Ya❤️ Author pengen tau apa yang ingin kalian sampai kan sama author 🌸❤️