Terjerat Cinta Penghafal Qur'An

Terjerat Cinta Penghafal Qur'An
Kapan Kamu Bangun?


__ADS_3

satu minggu sudah berlalu namun belum ada tanda-tanda Aira akan sadar. ia masih dalam keadaan kritis. Sahabatnya selalu menjenguk dan memberi semangat untuk Aira tanpa terkecuali Revan dan Zafran. sedangkan Tristan telah di tangkap polisi dan dimasukkan ke dalam penjara.


Kebetulan hari ini hari minggu Zafran menjenguk Aira lebih awal. yang biasanya ia menjenguk Aira sepulang sekolah bersama sahabat Aira.


"assalamualaikum tante, gimana keadaan Aira sekarang tante" tanya Zafran ketika menemui orang tua Aira di depan ruangan


"wa'alaikumussallam Aira masih belum sadarkan diri, kata dokter kondisi Aira semakin melemah dan sedikit sekali peluang untuk Aira sembuh" jawab mami Vira dengan nada sedih


"apa Zafran bisa menemui Aira tante" Zafran terlihat sangat khawatir dengan keadaan Aira


"silahkan, tante mau ke mushola dulu untuk shalat Dhuha. kamu jaga Aira dulu ya fran"

__ADS_1


"iya tan" Zafran langsung masuk keruangan tempat Aira di rawat sedangkan mami Vira menuju mushola yang ada di tangga dua rumah sakit.


Zafran menghampiri Aira dan terlihat jelas Zafran sangat bersedih hingga tanpa disadari air matanya menetes. Zafran menatap wajah aira yang masih terbaring lemah dengan wajah yang pucat dan banyak alat yang menempel di tubuhnya seperti alat infus dan selang oksigen. Zafran mendudukkan dirinya disamping ranjang aira.


"Ra, bangun lah. kalau kamu bangun aku akan membaca Alquran di depan mu bukankah kau menginginkan untuk mendengarkanku membaca Alquran. dan aku janji akan memenuhi permintaan mu. bangunlah Ra" pinta Zafran pada tubuh yang masih belum sadarkan diri itu. sekeras apapun Zafran berusaha namun membujuk Aira tetap tidak ada perubahan. Aira masih nyaman dengan tidur nya seakan ia telah bermimpi berada di surga hingga membuat nya enggan untuk bangun. Ketika melihat mami Aira diluar Zafran segera keluar karena hanya boleh satu orang saja berada di ruangan. Zafran mendudukkan dirinya di kursi tunggu sambil membaca ayat Alquran di ponselnya.



Setelah itu Zafran menuju mushola untuk shalat Dzuhur karena azan telah dikumandangkan. setelah semua orang keluar Zafran masih memilih untuk berada di sana. Zafran mengangkat kedua tangannya dan berdoa untuk kesembuhan aira.


Zafran melangkahkan kakinya keluar dari mushola dan berencana untuk menemui Aira lagi. ternyata disana telah ada Rania dan mami Aira. sedangkan Tania berada di dalam.

__ADS_1


"tante Vira Rania kangen sama Aira Tan, kapan Aira akan bangun" Rania menangis di pelukan mami Aira


"kamu banyakin doa ya sayang, semoga Aira cepat sadar. tante juga kangen banget sama Aira" mami Aira mengelus lembut kepala Rania dan berusaha tegar


Melihat sudah ada Rania Zafran pun pamit pulang. Ia merasa tidak nyaman karena semuanya wanita dan hanya dirinya sendiri laki-laki karena papi Aira harus tetap kerja.


Didalam ruangan


"Ra bangun dong apa lo gak rindu sama gue. Lo kenapa tidur terus sih. Lo tau gak setiap hari kak Zafran jengukin Lo tau, Lo gak kangen gitu untuk melihat kak Zafran. kalau lo gak mau bangun kak Zafran buat gue aja ni. Ra bangun dong,mau berapa lama lagi sih lo tidurnya" rengek Tania yang melihat belum ada perubahan sama sekali terhadap Aira.


Melihat Rania mengetuk pintu dan memberi isyarat untuk gantian Tania pun terpaksa keluar setelah keluar dengan cepat Rania masuk. Rania semakin sedih melihat kondisi Aira sekarang. tangisan Rania pun semakin pecah melihat wajah pucat dengan beberapa alat ditubuhnya...

__ADS_1


"airaaaaaaaaaa, gue kangen sama lo, bangun Ra" kini si pendiam itu mulai histeris. seperti bukanlah Rania yang terkenal sedikit pendiam. " gue janji bakalan nurutin apa pun kemauan Lo. tapi lo bangun ya" rengek Rania.


Tapi sekeras apapun Rania menangis dan merengek-rengek meminta Aira untuk bangun tetap hasil nya nihil tak ada pergerakan sama sekali dari Aira. Rania memutuskan untuk keluar menemui mami Aira dan Tania


__ADS_2