
Aira melajukan mobilnya dan setelah 1 jam Aira sampai di lokasi dan turun menuju tempat acara. semua mata tertuju pada Aira.
Kenapa tidak, saat ini Aira tampak cantik sekali dengan baju coklat model umrella dan jilbab coklat selutut nya seakan bidadari surga dengan senyuman manisnya. Hingga ada beberapa yang mengira bahwa dialah salah satu Jurinya.
Aira duduk diatas kursi penonton dilihat nya Zafran sedang membaca kan ayat Alquran yang membuat hati nya tenang sekaligus takjub. bagaimana tidak, suara Zafran yang merdu itu ditambah wajah tampan nya membius semua penontonnya tanpa terkecuali Aira.
Setelah 3 jam berlalu akhirnya acara selesai dan Zafran diumumkan sebagai pemenang pertama lomba. setelah mendapatkan piagam penghargaan dan hadiah nya Zafran mendekati Aira.
"ku kira kamu tidak akan datang" Zafran tersenyum manis ke arah Aira
"itu... aakuu datang karena ingin membalas mu yang telah menolong ku saja" jawab Aira gugup.
"kamu cantik seperti ini" ucap Zafran spontan
aduh apa yang aku katakan, Kenapa bisa keceplosan gini sih -Zafran
"apa kak!!" tanya Aira memastikan
"tidak... tidak apa apa, yasudah kita pulang saja" Zafran mengalihkan pembicaraan yang hanya di balas anggukan kecil dari Aira
Mereka pulang ke rumah masing-masing tentunya dengan mobil berbeda. Diperjalanan tiba-tiba ada yang menghadang mobil Aira. ternyata ia dihadang oleh beberapa preman.
"apa mau kalian" teriak Aira sambil turun dari mobil nya. bukan nya mendapat jawaban ia malah mendapat serangan dari preman itu.
Karena baju yang digunakan Aira adalah sejenis baju gamis membuat Aira sedikit kesulitan untuk melawan mereka yang akhirnya Aira berhasil dilumpuhkan hingga pingsan. Aira dibawa oleh preman itu ke sebuah bukit yang tak jauh dari sana dan diikat di sebuah pohon besar.
"kerja yang bagus, sekarang kalian pergilah. dan ini upah untuk kalian" ucap laki-laki itu sambil memberikan sejumlah uang.
"terima kasih bos" setelah mengambil uang mereka pun pergi.
__ADS_1
kali ini kau akan habis Ra
"woyyy bangun lo," teriak laki-laki itu dengan keras hingga membangun kan Aira
"Revan..." Aira sedikit terkejut melihat Revan berada di depannya dan dirinya sudah terikat tali.
"sadar juga lo" senyum sinis itu mengambang di wajah Revan
"apa yang lo mau, apa lo masih dendam terhadap ku" tanya aira dengan sedikit menaikkan nada bicaranya
"ya lo pintar sekali, kali ini lo akan mati. gue gak akan kasih lo ampun"
"plakkk" Revan menampar keras pipi Aira
Aira meringis pelan menahan sakit
"gue minta maaf" ucap Aira, kali ini bukan nya marah tapi ia minta maaf pada Revan
"gue beneran mau minta maaf, harus nya dari awal gue minta maaf sama lo, jadi urusan nya gak panjang gini"
"percuma lo minta maaf sama gue, karena semua nya sudah terlambat" emosi Revan saat itu semakin meningkat hingga membuat nya tanpa sadar menonjok pohon yang ada di sampingnya.
siapa sangka ternyata di sebalik pohon itu ada ular cobra yang sedang beristirahat merasa dirinya terusik ia pun mematuk tangan Revan lalu berlari pergi..
"akhhh" Revan berteriak kesakitan
"Lo gak papa Van" Aira yang merasa khawatir pun segera mencari cara untuk melepaskan dirinya dan menjangkau ranting lancip di dekatnya. akhirnya Aira terlepas
karena bisa dari ular itu sangat kuat membuat Revan hilang kesadaran. Aira pun memapah Revan hingga pinggir jalan raya dan meminta pertolongan disana. kebetulan ada sebuah mobil yang melintas dan mau menolong mengantarkan mereka ke rumah sakit.
__ADS_1
Revan langsung di larikan ke UGD. selama Revan di UGD Aira pergi untuk mengambil mobilnya dengan bantuan taksi dan langsung kembali ke rumah sakit dengan mobilnya itu..
"dok bagaimana keadaan teman saya" tanya Aira dengan sedikit panik
"Alhamdulillah sekarang dia baik-baik saja. untung saja anda membawa nya tepat waktu kalau tidak ia tidak akan terselamatkan"
"terima kasih dok" Aira pun memasuki ruangan itu dan melihat Revan masih terbaring di sana.
Aira menunggu Revan di sofa yang ada di ruangan tersebut. Tak lama kemudian Revan sadar kan diri
"Van, lo udah sadar" Aira mendekat ke arah Revan
"Lo kenapa nyelamatin gue Ra, gue kan udah jahat sama lo. gue bahkan hampir mau ngebunuh lo" Revan tertunduk malu dan merasa bersalah
" sudahlah jangan di ingat lagi, gue udah maafin lo kok. gue yakin lo ini sebenarnya orang baik. bukankah jika kejahatan dibalas kebaikan akan lebih baik" Aira tersenyum manis kearah Revan
"Oya gue belum ngehubungi orang tua lo, soalnya gue gak ada nomor nya" lanjut Aira
"terima kasih ya ra, gue gak nyangka ternyata lo baik banget, gue tinggal sendiri ra. orang tua gue udah meninggal waktu gue SD"
"maaf gue gak tau, yaudah gue temenin lo disini"
"gak papa ra, lo pulang aja lagi pula udah sore dan besok lo kan harus sekolah"
"gak papa ni" pertanyaan Aira itu hanya dibalas anggukan oleh Revan. akhirnya Aira pulang karena memang besok harus sekolah.
ternyata kalau dilihat lihat Aira cantik juga -batin Revan
***
__ADS_1
Pesan Moral : Suatu kejahatan dibalas kejahatan akan menghasilkan Dendam namun jika kejahatan dibalas kebaikan akan menghasilkan Perdamaian
Jangan lupa like,komen dan Vote nya ya Guys🤗🤗