Terjerat Pernikahan Kontrak

Terjerat Pernikahan Kontrak
Perayaan Kecil


__ADS_3

"Ada revisi enggak Sayang?" tanya Evan kepada istrinya itu.


"Tidak ada revisi kok Mas ... tinggal dicetak dan dijilid rangkap lima Mas," balasnya.


"Syukurlah ...."


Evan pun merasa begitu tenang dan lega. Sebagaimana pembicaraan mereka sebelumnya bahwa mungkin saja, Andin akan mendapatkan revisi. Rupanya tidak, Andin bisa langsung lulus dan tinggal mencetak dan menjilid skripsinya saja. Itu artinya sembari waktu wisuda 1,5 bulan lagi, Andin bisa bersantai di rumah dan juga menikmati waktu sebagai Ibu hamil.


"Kalau lulus mau jadi apa Andin?" tanya Papa Belva kepada menantunya itu.


Jika ditanya ingin menjadi apa, rasanya Andin malu. Sebab, setelah menikah kenapa justru rasanya Andin ingin berdiam di rumah. Sehingga menjawab pertanyaan dari Papa Belva, Andin merasa begitu malu.


"Seharusnya menjadi arsitektur, Pa ... cuma Andin kenapa pengen jadi Ibu Rumah Tangga," balasnya dengan menundukkan wajahnya.


Bukan marah, Papa Belva justru tersenyum di sana. Pun demikian dengan Mama Sara. Memang ada kalanya, apa yang kita cita-citakan bisa bergeser. Bahkan setelah menikah dan sekarang mengandung, rasanya Andin ingin fokus dengan kehamilannya dan juga membesarkan anaknya nanti.


"Tidak apa-apa. Papa hanya bertanya kok. Akan tetapi, suatu saat jika kamu ingin terjun ke dunia kerja, Agastya Properti siap untuk menolong kamu dan mengembangkan lagi potensi yang ada di dalam diri kamu," balas Papa Belva.


Tidak serta-merta memberikan usul dan saran, tetapi Papa Belva sebagai Papa dan juga CEO Agastya Properti siap memberikan wadah bagi Andin untuk mengembangkan potensi dalam dirinya. Kali ini, mungkin saja Andin ingin menjadi Ibu Rumah Tangga, tetapi beberapa tahun lagi, cita-cita dan keinginan seseorang masih bisa berubah.


"Tidak apa-apa, Andin ... lakukan apa yang ingin kamu lakukan. Menjadi Ibu Rumah Tangga juga adalah panggilan yang mulia kok," balas Mama Sara.


Sungguh, apa yang disampaikan oleh Mama Sara begitu membesarkan hatinya. Rasanya, kenapa Mama mertuanya itu bisa memaklumi segala sesuatu dan juga mudah untuk memahami orang lain. Rasanya, Andin juga harus belajar banyak cara memahami orang lain dari Mama mertuanya ini.

__ADS_1


"Maafkan Andin ya Mama dan Papa ... ya, mungkin karena Andin juga baru hamil dan baru ingin menikmati kehamilan dan menjadi Ibu nanti. Dalam tiga bulan ini benar-benar tidak bisa menikmati masa kehamilan karena berpacu untuk menyelesaikan skripsi," akunya dengan jujur.


"Iya, tidak apa-apa. Intinya itu, lakukan apa yang kamu senang," balas Papa Belva.


"Kamu sukanya apa Ndin?" tanya Mama Sara kemudian.


"Nonton film India dia, Ma," sahut Evan dengan sedikit tertawa.


Mama Sara dan Papa Belva pun tertawa di sana. Tidak menyangka bahwa menantunya itu menyukai Film India. Sementara Andin hanya melirik kepada suaminya itu.


"Tidak apa-apa, kadang Mama juga lihat film India kok," balas Mama Sara.


Seolah mendapat teman, Andin pun merasa senang. Memang tidak bisa memaksakan kesukaan seseorang. Untuk itu, Andin juga bersikap biasa saja.


"Kita makan dulu ya Andin," ajak Mama Sara kemudian.


"Kita makan Seafood yah," ajak Mama Sara dan Papa Belva kemudian.


"Iya Ma," balas Andin.


"Tidak alergi makanan tertentu kan?" tanya Mama Sara.


"Tidak kok Ma ... semua makanan bisa masuk kok," balasnya.

__ADS_1


Mama Sara pun tersenyum, "Mama dulu waktu hamil Evan juga bisa makan apa pun, justru Papa kamu yang teler. Kalau Mama sehat banget," balasnya.


Andin kemudian melirik kepada Mama Sara, "Waktu hamil Mas Evan, Mama juga sudah tinggal sama Papa yah?" tanya Andin yang memberanikan dirinya.


"Iya, kami tinggal bersama dengan mendiang Mama Anin waktu itu. Kamu boleh percaya atau tidak, kadang Mama dan mendiang Mama Anin itu kayak kakak adik," balas Mama Sara kemudian.


"Oh, jadi selama hamil babynya Mas Evan kan dekat dengan Papa Belva juga," balas Andin.


Mama Sara kembali tersenyum, "Iya ... kalau malam Papa kamu menidurkan Mama dulu, baru nanti ke kamar sebelah," jawabnya.


Memang demikianlah dulu, ketika Mama Sara masih sebatas menjadi istri yang dinikahi secara siri. Tidak ada yang Mama Sara sembunyikan juga, lagipula Andin juga sudah tahu bagaimana asal-usul suaminya itu, dan Andin bisa menerima semuanya. Justru, jika Andin penasaran dan bisa bertanya secara langsung itu lebih baik bagi Mama Sara dan Papa Belva. Sekarang Andin juga bukan orang lain baginya, Andin adalah menantunya, anak perempuannya, sehingga ketika Andin bertanya, Mama Sara juga akan memberikan jawaban secara jujur dan tidak ada yang harus ditutup-tutupi.


Sementara bagi Andin juga ada kalanya merasa heran dengan kehidupan rumah tangga mertuanya di masa lalu. Bisakah madu menjadi baik dengan istri pertama? Bukankah itu sangat jarang terjadi? Akan tetapi, sekarang Mama Sara mengatakan bahwa hubungannya dengan mendiang Mama Anin justru sangat baik.


Sampai akhirnya, mobil Evan berhenti di sebuah Restoran Seafood, dan sudah disediakan ruangan khusus untuk mereka. Sajian kepiting, kerang bambu, udang, hingga ikan semuanya sudah tersaji di meja makan.


"Makan Andin ... langsung saja," ucap Papa Belva.


"Iya Pa," balas Andin.


Terlihat Mama Sara yang melayani Papa Belva dengan mengisi piringnya, Andin pun juga melakukan hal yang sama dengan mengisi piring kosong suaminya terlebih dahulu, dan kemudian barulah Andin mengisi untuk dirinya sendiri.


"Selamat makan ... selamat untuk kelulusannya. Tinggal menunggu wisuda saja nanti. Oh, iya, kemungkinan waktu kamu wisuda, kami tidak bisa hadir, Andin. Itu karena Mama dan Papa akan ke London dan menghadiri wisudanya Eiffel," ucap Mama Sara.

__ADS_1


"Terima kasih banyak Mama, Papa, dan Mas Evan. Andin sangat senang dan tentunya berterima kasih untuk semua ini, Iya, Mama dan Papa … tidak apa-apa, sampaikan salam kenal dari Andin untuk Eiffel," balas Andin.


Sungguh, ini adalah hari yang indah untuk Andin, hari di mana dia sudah lulus dan juga hari dia mendapatkan kasih sayang yang besar dari suami dan mertuanya. Senyuman pun seolah tak pernah lepas dari wajah Andin, dia sangat bersyukur dan begitu senang untuk pencapaiannya hari ini.


__ADS_2