
Tidak terasa bulan-bulan telah berlalu, usia kehamilan Arine pun sudah menginjak usia 4 bulan. Tiap kali melakukan pemeriksaan kehamilan, Arine melakukannya sendiri. Tidak ada sosok suami yang menemani. Mengingat perut Arine yang kian membesar, akhirnya sang aktris itu memutuskan untuk hiatus, itu semua karena perutnya yang kian hari kian membesar dan tidak bisa ditutup-tutupi lagi.
Bahkan sinetron yang dibintangi Arine pun juga sudah mengabarkan bahwa Arine Sukmawati akan hiatus untuk sementara waktu. Tidak dijelaskan alasan yang jelas, yang pasti peran Arine di sinetron tersebut terpaksa digantikan oleh orang lain.
"Sampai ketemu di comeback nanti ya Rine ... bakalan kangen sama kamu," ucap sang Sutradara yang cukup dekat dengan Arine itu.
"Iya Bang ... semoga nanti bisa comeback lagi dalam sinetron yang digarap oleh Bang Rudy," balasnya.
"Pasti. Nanti kalau mau balik bermain peran, kabar-kabar saja. Sayang banget, sinetron kita sedang berada di puncak dan kamu justru hiatus," balas Bang Rudy lagi.
Arine pun tersenyum, "Sejak debut sampai sekarang Arine tidak pernah liburan Bang. Jadi ya sekarang liburan dulu," balasnya.
Ya, Arine tidak menjelaskan secara spesifik mengenai kehamilannya, dia hanya bilang ingin liburan. Sebab, sejak belia Arine terjun ke dunia peran sampai sekarang Arine memang tidak pernah hiatus. Sekarang, waktunya untuk mengambil jeda dalam karir keartisannya.
Malam itu, Arine pulang ke rumah dengan mendapatkan banyak hadiah dari rekan sesama artis dan dari rumah produksi. Rekan-rekannya pun menunggu comebacknya sang artis itu di projek mendatang.
"Yakin hiatus sekarang?" tanya asisten pribadi Arine yaitu Mbak Lila.
"Iya Mbak ... lagian perut Arine akan semakin membesar. Arine tidak ingin menjadi pergunjingan juga. Jadi, biar saja. Satu atau dua tahun lagi Arine bisa comeback dan mengejar ketertinggalan Arine," balasnya.
__ADS_1
Mbak Lila sebagai asisten pribadi yang sudah mengenal dekat sosok Arine pun menganggukkan kepalanya, "Sebenarnya kamu tidak perlu hiatus jika saja kamu mengumumkan pernikahanmu itu. Toh, bagaimana pun pernikahan itu ada," sahut Mbak Lila.
Arine tampak tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "Tidak bisa, Mbak ... Andin mencintai pria itu. Justru aku ingin membatalkan pernikahan ini. Kasihan Andin yang tersiksa. Dia ingin maju, tetapi dia selalu mengingat pernikahan antara aku dan pemuda itu. Aku yakin, Evan pun juga menderita. Bagaimana mereka berdua saling mencintai," balas Arine.
Entah dari mana Arine justru kini berpikir bahwa dia ingin menyudahi pernikahan kontrak ini. Arine sepenuhnya sadar menjadi orang ketiga dalam hubungan Andin dan juga Evan.
"Baru empat bulan, Arine ... kontrak kalian untuk satu tahun," balas Mbak Lila.
"Tidak ada bedanya, Mbak ... menikah atau tidak menikah, aku juga hidup sendiri. Jadi, tidak ada bedanya sebenarnya. Yang pasti, aku akan melahirkan anak ini," balas Arine lagi.
Begitu sudah sampai di rumah, rupanya terlihat Mama dan Papanya yang sedang duduk bersama di ruang tamu. Hari sudah larut malam, tetapi kedua orang tuanya sama sekali belum tidur. Ya, sekarang sudah pukul 01.00. Apa yang sebenarnya terjadi sampai Mama dan Papanya masih terjaga.
"Belum," jawab Mama Tika yang kala itu tersenyum tipis melihat Arine yang baru saja pulang syuting.
Sementara Papa Miko juga melihat putri sulungnya itu, "Kamu memutuskan hiatus, Rine?" tanya Papa Miko.
"Iya Pa ... perut Arine mulai membesar, karena itu sudah saatnya bagi Arine untuk sembunyi terlebih dahulu. Sampai waktunya usai melahirkan nanti," balas Arine.
"Apa rencanamu selama hiatus sampai melahirkan nanti?" tanya Papa Miko.
__ADS_1
"Arine ingin pergi ke luar negeri dan tinggal di sana sampai melahirkan nanti, Pa ... karena tidak mungkin Arine melahirkan di sini dan begitu banyak media yang bisa saja menemukan Arine," jawabnya.
Mendengar apa yang baru saja Arine sampaikan Papa Miko dan Mama Tika pun mende-sah pasrah mendengar keputusan anaknya itu. Mungkinkah memang harus bersembunyi sampai ke luar negeri untuk melahirkan bayinya?
"Pa, sekaligus Arine ingin menyampaikan sesuatu. Tolong batalkan pernikahan kontrak antara Arine dan Evan. Pernikahan ini tidak pernah ada artinya untuk Arine. Menikah atau tidak menikah, Arine tetap sendiri. Berikan kebahagiaan untuk Andin. Jangan siksa Andin, bagaimana pun Andin anak Papa juga kan?"
"Lalu, yang bertanggung jawab untuk anakmu siapa?" tanya Papa Miko kini.
"Arine yang akan bertanggung jawab, Pa ... Arine akan bertanggung jawab. Akan tetapi, hapuskanlah ikatan ini. Biarkan Andin bahagia bersama Evan. Papa apa tidak sedih melihat putri bungsu Papa kesakitan dengan memendam perasaan dan berdiri di antara pernikahan kontrak dan juga keinginan hatinya. Jadi, biarkanlah Pa," balas Arine.
Papa Miko tampak menghela nafas dengan kasar dan kemudian menatap Arine, "Jangan bodoh, Rine ... kenapa kamu tidak berusaha mendekati Evan dan mendapatkannya?" tanya Papa Miko lagi.
"Arine tidak mencintainya. Arine tidak ingin merebut apa yang seharusnya menjadi milik Andin. Biarkan Arine memutuskan jalan hidup Arine sendiri. Arine yang hamil di sini, jadi Arine akan bertanggung jawab untuk kesalahan Arine ini," balasnya.
"Kamu yakin dan tidak akan menyesal?" tanya Papa Miko.
"Ya, sangat yakin. Dengan atau tidak dengan Arine, Evan akan tetap menjadi menantu Papa."
"Baiklah, esok Papa akan memanggil Evan ke mari dan kita putuskan pernikahan kontrak antara kamu dan Evan. Ingat, ini adalah keputusanmu, jangan menyesalinya."
__ADS_1
Papa Miko akhirnya akan menuruti keinginan Arine untuk memutuskan pernikahan kontrak ini. Akan tetapi, masih ada rasa tidak puas di dalam hatinya jika Andin yang pada akhirnya menikah dengan Evander Agastya, pemuda tampan, kaya raya, dan menawan yang merupakan putra pemilik Agastya Properti itu. Evan memang menjadi incaran banyak CEO di Ibukota dan ingin dijadikan menantu, tetapi pemuda itu tidak pernah goyah. Justru, Evan jatuh hati kepada sekretarisnya sendiri yaitu Andini Sukmawati.