Terjerat Pesona Ayah Sahabatku

Terjerat Pesona Ayah Sahabatku
Bab 54. Cemburunya Hubby


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Acara demi acara telah berlalu, malam itu semua tamu di giring ke aula hotel mewah di kota Paris tersebut. Kota yang terkenal dengan menara Eiffel nya, salah satu dari keajaiban dunia.


Kini Savana terlihat sedang berbincang bersama dua sahabatnya. Mereka memakai pakaian yang lumayan terbuka. Gaun yang mereka pakai memiliki model sama, namun warna berbeda. Savana warna ungu, Alexa merah dan Elena warna hitam. Mereka bertiga seperti kembaran saja.


"Apakah suami kalian tidak akan marah kalau melihat kalian berdua memakai pakaian seperti ini?" tanya Alexa pada dua sahabatnya yang sudah tidak jomblo lagi itu.


"Ayolah...ini pasti tidak apa-apa. Ya kan Savana? Eh mommy...hihi." Elena terkekeh.


"Iya, lagipula entah kenapa aku ingin memakai pakaian ini. Mungkin ini bawaan bayi." kata Savana yang memang mengusulkan memakai pakaian kurang bahan itu. Alias pakaian minim dengan belahan dada yang terlihat dan panjangnya diatas lutut.


"Iya lagipula ini bawaan adikku. Daddy pasti tak akan marah." ucap Elena yakin. Kalau Daddy dan suaminya marah, tinggal gunakan bayi didalam kandungan Savana sebagai alibi.


"Hohooo, apa kalian yakin? Kalau aku ya, tidak yakin." Alexa tersenyum menyeringai. Ia tidak yakin bahwa Mark dan Javier akan membiarkan dua wanita tercintanya memakai pakaian minim seperti ini. Namun dalam hati Alexa sedih karena kekasihnya bahkan tidak datang bersamanya. Seolah tak peduli pada Alexa, atau dia hanya peduli pada tubuhnya saja. Hanya partner ranjang saja? Entahlah yang jelas Alexa sakit hati. Ia merasa kedua sahabatnya sangat beruntung, tidak seperti dirinya.


Kemudian tiga wanita cantik itu pun keluar dari ruang rias dan berjalan menuju ke aula pesta resepsi pernikahan Savana dan Javier. Dimana banyak tamu penting yang hadir disana. Kebanyakan adalah teman-teman Javier dan Savana yang tidak sempat hadir tadi siang.


Semua atensi di aula hotel itu kini tertuju pada Savana, Alexa dan Elena yang terlihat sangat memukau juga seksi.


"Astaga! Apa itu charlie's Angel?!"

__ADS_1


"What the--oh my God! Mereka sangat cantik." puji seorang pria saat melihat kecantikan 3 wanita itu.


"So damn good." ucap seorang pria lainnya seraya menatap kecantikan wanita berambut coklat dengan mata abu-abunya, yaitu Savana.


"Hasta la vista baby, ckckck."


Javier dan Mark, sedang menyapa beberapa tamu undangan yang hadir. Namun kuping mereka tiba-tiba panas, saat mendengarkan ocehan dari tamu-tamu pria itu. Dan alangkah kagetnya mereka saat melihat siapa yang diperbincangkan oleh para tamu di sana. Ternyata Elena, Savana dan Alexa.


"Apa-apaan dia?" Javier menatap tajam ke arah Savana yang menjadi pusat perhatian semua pria disana. Tak hanya Savana, Elena dan Alexa juga tak luput dari sorotan mesum genit para tamu pria disana.


"Ayah mertua, lihat apa yang mereka lakukan? Bagaimana bisa--ah ini pasti Savana yang mengajak istriku." Mark geram, ia tak suka istrinya menjadi sorotan para pria di sana. Ia jadi menuduh Savana.


"Ayo kita kesana ayah mertua! Aku tidak sudi ada yang menatap istriku seperti itu, huh." dengus Mark marah.


"Hey itu kalimatku, son!" seru Javier yang merasa kalimatnya direbut, sebab ia baru akan mengucapkannya.


Kedua pria itu pun menghampiri tiga Charlie's Angel dengan langkah cepat. Alexa yang lebih dulu melihat para suami yang tampak marah itu.


"Savana, Elena, siapa-siaplah kalian! Haha." tawa Alexa terdengar jahat bak nenek sihir di film princess Aurora saja.


Tak lama kemudian, Mark datang menghampiri Elena dan membawanya pergi. Javier juga membawa istrinya pergi dari aula. Kedua pria itu tak terima istri mereka jadi bahan fantasi semua pria karena pakaian.

__ADS_1


Bruk!!


Javier membawa Savana ke tangga darurat yang tidak jauh dari sana, lantas Javier menutup pintunya dengan kencang. Disana tidak ada siapapun juga selain mereka berdua. Pria itu tidak langsung membawanya ke kamar hotel sebab marahnya sudah tak terkendali.


"Hubby, kenapa kau membawaku kes--hmphh--"


Perkataan Savana terhenti, bukan secara tiba-tiba melainkan Javier yang menghentikannya dengan membungkam bibir Savana. Awalnya hanya bibir yang saling menempel, lama kelamaan si pria mengajak istrinya itu bertukar saliva dengan penuh gairah.


"Eungh...hub-hubby, aku tidak bisa bernafas..." sela Savana seraya mendorong tubuh suaminya dan pagutan mereka pun terlepas.


"Baby girl, kau sangat cantik...saking cantiknya, aku sampai ingin memakanmu sekarang juga disini." bisik Javier, lalu ia mengangkat satu kaki Savana ke pinggulnya. Dan tangannya meraba-raba nakal paha Savana yang terekspos dibalik dress minimnya.


"Ah...uh...hubby hentikan, kau mau apa?" lenguh Savana saat Javier menyentuh titik titik sensitif tubuhnya. Seketika Savana meremang karena sentuhan itu.


"Baby, aku akan menghukummu disini." Javier menatap sang istri dengan tajam bak elang yang siap menerkam mangsanya. Tak berselang lama kemudian, Javier kembali melumatt bibir istrinya. Dengan tangan yang tak mau diam.


Savana dapat merasakan bahwa ada yang terjadi pada suaminya itu, lebih tepatnya Javier sedang marah akan sesuatu. Tapi apa?


...****...


Spesial tahun baru author up 3, tapi kayaknya besok author gak up deh 🤧😘 author mau jagain adik yang sedang tidak sehat...minta doanya ya untuk kesembuhan adik author...

__ADS_1


__ADS_2