
...🍀🍀🍀...
"Memangnya apa yang membuat mommy Savana marah dad? Apa Daddy berkata kasar lagi padanya, huh?" tanya Elena menebak, sambil berkacak pinggang. Terakhir kali Savana marah dan dia curhat, karena papanya itu berkata pedas.
"Daddy jawab aku! Apa yang Daddy katakan pada mommy mudaku itu, huh?" tanya Elena untuk kedua kalinya, sebab Javier hanya terdiam.
Javier yang pucat, mendekat ke arah Elena dan membisikkan kata yang membuat Savana marah. Elena tercengang mendengarnya. Sementara Mark kebingungan, sebab ia tak mendengar apa yang dibisikkan oleh Javier
"APA? Aku tidak percaya Daddy akan mengatakan itu! ASTAGA daddy...kau menghancurkan malam pertamamu sendiri. Sungguh pria tua yang malang." Elena berdecak, tak percaya bahwa Javier akan mengatai ibu sambungnya dengan kata wanita jalangg.
"Elena! Kenapa kau malah mengejek Dady? Lebih baik kau bantu daddy untuk menemukan mommy-mu! Kau juga menantu, jangan harap bisa beristirahat sebelum menemukan ibu mertuamu, paham?!" sentak Javier pada anak dan menantunya itu.
"Ta-tapi kami mau jalan-jalan papa mertua!" kata Mark dengan wajah serius, aslinya dia bercanda.
"Jangan coba-coba!" serka Javier kesal.
__ADS_1
Javier tidak akan membiarkan Elena dan Mark menikmati malam mereka sedangkan ia belum menemukan istrinya. Dan jadilah pasangan suami-istri itu ikut mencari Savana, sebab Elena juga mencemaskannya. Jangan lupa bahwa Savana adalah orang yang paling. berjasa dalam pernikahan Mark dan Elena.
'Kau ada dimana sayang? Harusnya aku memasang pelacak pada tubuhmu' batin Javier masih diliputi banyak rasa khawatir.
****
Ketika semua orang sedang sibuk mencarinya dengan panik, termasuk sang suami. Savana tengah asyik tiduran di salah satu kamar hotel mewah sambil memakan cemilan di atas ranjangnya.
Savana berada di hotel lain tak jauh dari hotel tempat resepsi pernikahannya. Jujur, ia kesal, sakit hati dengan ucapan suaminya. Tadi wanita hamil itu sempat uring-uringan dan menangis. Tapi buat apa menangis lama-lama, kalau hanya membuat kondisinya dan bayinya nanti drop.
Sambil menonton televisi drama Korea, wanita itu menikmati keripik kentangnya dengan santai. "Woah... Cha Eun woo..dia benar-benar tampan. Filmnya kali ini benar-benar membuatnya terlihat maskulin! Tapi aku rasa Eun Woo lebih cocok bermain drama romantis. Astaga... kerennya." Savana mengagumi sosok tampan Cha Eun woo di dalam layar kaca tersebut.
"Nak, semoga nanti kau seperti opa Cha Eun woo ya. Mommy harap begitu, jangan seperti Daddymu...dia suka berkata pedas, marah-marah. Mommy sebal pada Daddymu, tapi--mommy sangat mencintai Daddymu." Savana bicara pada perutnya dan memegang perut datar itu. Bibirnya memonyong ke depan.
Savana niat menonton film drakor maraton, namun wanita itu sudah duluan jatuh tertidur karena lelah. Hingga mentari mulai bersinar melalui celah jendela dan membuatnya terbangun.
__ADS_1
"Pagi baby girl." sapa seorang pria tepat disampingnya. Seorang pria yang tidak mau ia temui.
Savana terbelalak dan langsung beranjak dari tempat tidurnya. Namun tangan Javier langsung menariknya kembali, hingga keduanya berbaring di atas ranjang. "Kenapa kau ada disini? Lepaskan aku! Aku masih kesal padamu!" Javier memeluk erat tubuh istrinya.
"Baby aku minta maaf, anakku... Daddy minta maaf ya sayang. Daddy akan lakukan apapun agar mommy-mu dan juga kau tidak marah lagi. Please...maafkan Daddy." sesal Javier seraya meneteskan air matanya.
"Benarkah kau mau di maafkan?"
"Iya sayang, aku akan melakukan apapun agar bisa kau maafkan." kata Javier berbinar mendengar pertanyaan itu.
"Hem...kalau begitu pertemukan aku dengan Cha Eun woo!" tegas Savana seraya menatap tajam pada suaminya itu.
"Cha--eun woo?" Javier terperangah dengan bingung. Siapa Cha Eun woo ini, ia tak tahu.
...****...
__ADS_1