
...πππ...
"Sayang siapa Eun Woo itu?" tanya Javier seraya bangkit untuk duduk, sementara istrinya masih berbaring.
"Dia pria yang aku suka dan aku ingin bertemu dengannya, hubby." kata Savana merengek sambil memegang perutnya.
"Baby girl, aku tidak percaya kau punya pria lain di hatimu selain aku?" tanya Javier sambil memegang dadanya. Ia merasa sesak tiba-tiba. "Aku tidak percaya kau--sayang apa aku punya banyak kekurangan? Katakan padaku seperti apa pria yang kau sukai itu?" tanya Javier frustasi. Bagaimana bisa istrinya begitu blak-blakan bicara tentang pria lain?
"Dia berkulit putih, dia tampan, ada lesung di pipinya, aktingnya sangat menawan dan dia tinggal di Korea, lalu--." tutur Savana menjelaskan, kemudian Javier langsung membungkam bibir istrinya.
"Hemph--eungh--" Savana melenguh, ia kewalahan menghadapi ciuman yang panas itu. Tangan Savana memukul-mukul dada bidang suaminya, agar Javier melepaskannya.
"Ack!!" Javier menjauh, memekik kesakitan dan terlihat darah di bawah bibirnya. Ya, Savana menggigit suaminya.
"Rasakan!" seru Savana sambil mengambil oksigen sebanyaknya, setelah perang saliva barusan.
"Baby, kenapa kau menggigitku?" tanya Javier seraya mengusap darah di sudut bibirnya itu.
"Kau juga mau membunuhku, barusan!" sentak Savana emosi.
Sadar bahwa istrinya masih berada dalam mode marah, akhirnya Javier memeluk sang istri dan menyimpan emosinya tentang Cha Eun woo terlebih dahulu. "Baby girl, maafkan aku ya? Semalam aku sudah mengatakan hal yang membuatmu sakit hati. Aku mencarimu semalaman sayang. Aku sangat mengkhawatirkanmu dan juga bayi kita. Sayang...maafkan aku ya."
Jangan harap Savana luluh dengan cepat, bumil yang satu ini jadi sensi hanya dengan kata-kata saja. "Aku sudah bilang barusan, kalau kau mau dimaafkan. Kau harus mempertemukanku dengan Cha Eun Woo."
"Baby, kau boleh meminta apapun kecuali bertemu dengan pria lain. Aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi!" kata Javier begitu posesif terhadap istrinya.
"Tapi aku ingin bertemu dengannya...jika kau tidak bisa mempertemukanku dengannya. Jangan harap aku akan memaafkanmu!" ketus Savana seraya bangkit dari ranjangnya. Ia meninggalkan Javier sendiri disana dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Sa-sayang! Kau bisa minta yang lain, apapun itu...ta-tapi jangan meminta bertemu pria lain. Aku tidak bisa baby..." rengek Javier didepan kamar mandi.
"Berisik! Aku mau mandi! Anak kita terganggu karena kau terus bicara." teriak Savana galak.
Wanita itu semakin menunjukkan taringnya dan berubah menjadi harimau betina saat ini. Javier tidak bisa bilang tidak, sebab ia yang salah pada awalnya dan memancing kemarahan Savana dengan berkata kasar.
Selagi Savana berada di kamar mandi, ia pun menelpon Elena putrinya. Ia ingin mencari tau siapa pria yang bernama Cha Eun woo. Elena sendiri sedang olahraga pagi bersama suaminya.
"Sayang...ada telpon...tolong hentikan dulu!" seru Elena pada suaminya yang kini tengah menggempurnya dari belakang.
"Angkat saja honey." ujar Mark dengan tubuh yang terus memompa sang istri penuh semangat.
"Hen-hentikan dulu....stop it!" seru Elena lelah. Masih pagi tapi wanita itu sudah bermandikan keringat. Mark begitu menggebu-gebu padanya.
__ADS_1
"Baiklah sayang, aku mengalah. Kita lanjut lagi nanti ya. Aku ke kamar mandi dulu, kau angkatlah telpon dari papa mertua." Mark mengeluarkan miliknya dari bagian inti sang istri. Kemudian dia mengecup pipi Elena dengan mesra.
Mark beranjak dari atas ranjang dan berjalan menuju ke kamar mandi. Sementara Elena langsung mengangkat telpon dari papanya.
"Hal-"
"Kenapa kau lama sekali Elena?" tanya Javier menyentak.
"Daddy, kenapa Daddy marah-marah padaku? Apa Daddy dimarahin Mommy Vanvan?" tanya Elena dengan polosnya.
"Maafkan Daddy, sayang. Daddy hanya ingin tanya padamu siapa Cha Eun woo?" tanya Javier langsung tanpa berbasa-basi.
"Cha Eun woo?! Kenapa Daddy menanyakannya?" Elena langsung beranjak duduk di atas ranjangnya, ketika dia mendengar nama artis Korea kesukaan Savana disebutkan.
"Mommy-mu dia ngidam ingin bertemu dengan pria sialan itu!" seru Javier kesal.
Elena langsung tertawa saat Javier menjelaskan semuanya, apa yang terjadi dengan ibu sambungnya itu. Awalnya Javier marah sebab ia mengira bahwa Cha Eun Woo adalah selingkuhan Savana, tapi ia pun tenang saat Elena menjelaskan bahwa si Eun woo adalah artis kesukaan Savana.
Setelah mengetahui semua kebenaran tentang artis Korea itu, maka Javier akan menuruti semua keinginan istrinya agar istrinya tak marah lagi.
****
Hari itu juga Javier mengundang Cha Eun woo dengan perantara Leo sebagai penghubungnya. Leo mengatakan kepada Javier bahwa Cha Eun woo memiliki banyak jadwal dan tidak bisa ditemui begitu saja. Kalaupun bisa bertemu, maka Savana dan Javier harus terbang ke Korea. Namun dokter kandungan mengatakan bahwa Savana tidak boleh naik pesawat di usia kehamilannya saat ini. Tentu saja Javier tak mau mengambil resiko untuk keselamatan Savana dan calon anak mereka. Mereka juga masih tinggal di Paris dan belum kembali ke Chicago sebab Javier juga sedang ada bisnis disana.
"Sayang," Javier memeluk sang istri, menciumi tengkuk leher Savana. Wanita itu menjauh, melepaskan dirinya dari pelukan Javier.
"Aku belum bisa memaafkanmu, kalau aku belum bertemu Eun Woo." wanita itu duduk di atas sofa kamarnya.
"Baby, kau bisa minta yang lain dulu. Namun untuk bertemu dengannya tidak mudah sayang." ucap Javier seraya membujuk istrinya.
"Hem..."
Drett...drett..
πΆπΆπΆ
Ponsel Javier bergetar dan berdering, pria itu segera mengambil ponselnya diatas nakas. Javier tertegun melihat siapa yang meneleponnya. "Kau mau pergi lagi?" tanya Savana pada suaminya. Ia sudah tau bahwa suaminya masih sibuk bekerja bahkan di hari-hari seharusnya mereka bulan madu.
"Baby..."
"Pergilah!" ujar Savana dengan mata berkaca-kaca, sebentar lagi pasti air mata itu pasti jatuh membasahi pipinya.
__ADS_1
"Baby, don't cry please!" bujuk Javier seraya mengusap air mata yang hampir jatuh itu.
"Angkat telponnya, siapa tau penting! Jangan pedulikan aku." ketus Savana marah.
Javier serba salah, akhirnya ia mengangkat teleponnya sebentar. Telpon dari Leo, sekretarisnya. Dia sudah memiliki rencana bahwa dia akan memarahi sekretarisnya itu.
"Leo, jika tidak ada yang penting....kau jangan--"
"Pak presdir ini sangat penting, ini tentang Cha Eun Woo!" seru Leo dengan suara yang cepat.
"Ada apa?"
"Cha Eun woo sedang syuting di Paris." jelas Leo.
"BENARKAH? Dimana?" tanya Javier dengan mata berbinar-binar.
"Dia ada di dekat menara Eiffel, pak."
"Leo kau dapat bonus gaji 2 kali lipat bulan ini!" wajah Javier sumringah setelah mendapatkan berita tentang keberadaan artis idola istrinya.
"Terimakasih pak!" sahut Leo senang di seberang sana. Dia sedang bersama dengan Alexa saat ini.
Setelah pembicaraan itu Javier segera menutup teleponnya. Ia menggenggam tangan sang istri dan menatapnya dengan berseri-seri. "Sayang, Jangan menangis lagi dan segera berdandanlah yang cantik."
"Apa?" isak Savana seraya menatap suaminya dengan bingung.
"I Have a surprise for you...special." ucap Javier seraya tersenyum membujuk Savana untuk tidak menangis lagi.
****
Tak berselang lama setelah Savana berganti baju, Javier mengajaknya pergi keluar rumah. Mereka pergi menuju ke menara Eiffel. Disanalah Savana melihat aktor Korea favoritnya tengah menjalani proses syuting bersama Kim So Hyun.
"Hubby!!" pekik Savana terkejut, sekaligus bahagia. Javier tersenyum senang melihat istrinya bahagia. Disisi lain ada Elena, Alexa, Mark dan juga Leo disana. Mereka baru datang.
Elena dan Alexa juga sama-sama ingin melihat Cha Eun woo. Untuk sekedar berfoto ataupun meminta tanda tangan.
...*****...
Hai Readers, maaf author ada masalah dengan mood jadi jarang up novel ini π aku harap kalian bersabar, tapi hari ini aku up dua...
Oh yes, sambil nunggu novelku up lagi mampir kesini ya π€ ceritanya seru banget beneran deh...
__ADS_1