Terjerat Pesona Ayah Sahabatku

Terjerat Pesona Ayah Sahabatku
Bab 56. Jodoh Alexa?


__ADS_3

****


Pesta itu pun diakhiri lebih awal dari jadwal yang seharusnya, semuanya kacau sebab Elena, Savana dan Mark tidak ada disana. Dan hanya Javier Leo yang menangani semua tamu, tak mungkin kan mereka meninggalkan semua tamu yang sudah jauh-jauh hadir ke Paris untuk menghadiri pesta resepsi pernikahan Savana Javier.


Usai dengan para tamu, Javier bergegas menemui istrinya di dalam kamar sambil membawakan buket bunga coklat ditangannya. Dan dia membiarkan Leo yang menangani sisanya disana.


"Semangat pak Presdir! Demi malam pertama yang menggairahkan." teriak Leo pada Javier yang sudah naik lift.


"Dasar pria tua mesum, otak selangkaangan." celetuk Alexa mencibir Leo saat mendengar teriakan Leo.


"Dasar jomblo." balas Leo yang membuat gadis itu tersentak kaget. Sontak saja Alexa melotot ke arahnya.


"APA? Aku tidak jomblo!!" teriak Alexa tak terima dikatai jomblo. "Aku punya kekasih namanya adalah Tony."


"Oh ya? Lalu kemana kekasihmu itu nona?" tanya Leo pada Alexa seraya tersenyum sinis.


"Dia sedang ada urusan bisnis di Jepang. Tapi apa urusannya denganmu, hah?!" kata Alexa dengan gayanya berkacak pinggang.


"Hem...tidak ada urusan sih. Tapi apakah nama kekasihmu adalah Tony El Barack pengusaha makanan itu?" tanya Leo.


"Ba-bagaimana bisa kau tau?" Alexa tercengang.


"Dia tidak berada di Jepang, dia membohongi mu nona." Leo tersenyum, namun entah kenapa senyumannya begitu miris.


"Apa maksudmu pria tua? Kekasihku dia--"


Leo menunjuk ke belakang Alexa dan terlihatlah seorang pria tengah bergandengan mesra dengan seorang wanita. Mata Alexa membulat saat melihatnya, matanya berkaca-kaca.

__ADS_1


"Dia ada disana bukan? Apa dia orangnya?" tanya Leo pada Alexa. Gadis itu tak menjawab, ia malah berlari menghampiri pria dan wanita yang akan naik lift itu.


Alexa memukul Tony hingga terjengkang ke belakang. "Pembohong! Pengkhianat! BANGSATT! bajingan!"


"Hey! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau memukul suamiku?!" seru wanita itu pada Alexa dengan marah.


"Su-suami?! Hah!" Alexa syok, perasaannya campur aduk saat ini. "Jadi kau sudah menikah Tony?"


Tony, pria itu tidak bicara apapun. Ia pun berdiri dibantu oleh wanita yang mengaku sebagai istrinya. Tony menatap Alexa seolah-olah ia tidak kenal dengan gadis itu, padahal hampir setiap malam mereka berduaan.


"Siapa kau aku tidak mengenalmu?" tanya Tony acuh tak acuh.


"Kita selalu menghabiskan malam berdua, kau adalah kekasihku Tony...apa benar kata Savana dan Elena bahwa kau hanya ingin tubuhku saja?" tanya Alexa dengan tangan gemetar dan buliran air mata yang sudah mengucur deras membasahi wajah cantiknya.


"Kau ini bicara apa? Aku tidak mengenalmu, jadi jangan menuduhku! Aku sudah punya istri!" seru Tony seraya memegang tangan wanita berambut keriting itu.


Hancur sudah hati Alexa, benar apa kata Elena dan Savana tentang Tony. Pria itu hanya menginginkan tubuhnya saja dan tak pernah mencintai dirinya. Pantas saja pria itu tidak bisa menjanjikan pernikahan untuknya.


Alexa menatap kedua orang itu dengan nyalang. "Hey nona, berhati-hatilah. Aku harap kau tidak keberatan mempunyai suami babi, semoga kalian berdua BAHAGIA!" kata Alexa penuh kemarahan.


"Cih! Dasar wanita gila!" wanita itu meludah didepan Alexa. Lalu ia dan Tony masuk ke dalam lift menuju ke lantai 5.


Tangis Alexa pun pecah saat itu juga, Leo datang menghampirinya. Leo memegang bahu Alexa, berusaha menenangkannya.


"Laki-laki seperti itu tidak pantas untuk kau tangisi."


"HUAHHH....dasar bajingan! Brengsek!" Alexa menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


Leo menarik gadis itu ke dalam pelukannya, ia mengelus ngelus kepala Alexa seraya menenangkan. "Aku tau rasanya di khianati, pasti sangat menyakitkan kan? Itulah alasan aku berkelana dengan banyak wanita." celetuk Leo sembarang bicara.


"Hey pria tua, itu bukan alasan untuk menjadi playboy! Itu salah...hiks..."


"Ternyata kau masih bisa bicara juga." ucap Leo sambil tersenyum. Ia sedikit senang karena Alexa bicara padanya walau gadis itu sedang menangis.


"Pria tua!" tukas Alexa lalu melepas pelukan Leo. "Dasar tukang cari kesempatan dalam kesempitan!"


"Kau sendiri yang nyaman di dalam pelukanku. Its okay, kalau kau masih mau dipeluk...aku bersedia. Asalkan kau tidak menangis lagi karena pria sampah macam dirinya." kata Leo pada Alexa. Diam-diam ia memperhatikan Alexa, kasihan juga pada gadis itu yang mencintai Tony dengan tulus.


"Kalau dia pria sampah, lalu apa bedanya denganmu yang suka gonta-ganti wanita setiap malam?" balas Alexa yang tau secara garis besar tentang sekretaris papa sahabatnya ini. Leo adalah seorang playboy dan suka menggoda mereka.


"Setidaknya aku tidak memakai hati dan nona--tolong ralat ucapanmu itu. Gonta-ganti wanita bukan berarti tidur bersama." ucap Leo tegas namun bibirnya tersenyum. Alexa terdiam dibuatnya.


"Daripada kau tidak ada kerjaan dan menangis, lebih baik kita pergi dari sini. Akan ku tunjukkan sesuatu yang bagus dan pastinya akan membuat hatimu lebih baik." ajak Leo pada gadis itu.


"Hem..." jawab Alexa datar.


Alexa mengikuti Leo, ia juga butuh udara segar setelah mengetahui fakta tentang Tony yang ternyata sudah menikah dan hanya mempermainkannya saja.


****


Cekret!


Javier membuka pintu kamar hotel yang akan menjadi tempat malam pertamanya bersama sang istri. Lampu kamar itu terlihat padam. Javier berjalan sambil membawa buket bunga coklat itu dan berharap Savana mau memaafkannya.


"Sayang? Baby girl...sayangku? Where are you?" panggil Javier pada istrinya, ia berjalan mencari-cari istrinya disana. Ke kamar mandi, teras, balkon, tidak ada. Kemana Savana?

__ADS_1


"Kemana sayangku? Kenapa dia tidak ada disini?" tanya Javier mulai panik.


...****...


__ADS_2