
...🍀🍀🍀...
Javier mencoba menghubungi Leo untuk meminta bantuan mencari keberadaan istrinya, namun telponnya tidak diangkat. Javier kesal, kenapa disaat ia sangat membutuhkan sekretaris sekaligus orang kepercayaannya itu, Leo malah tidak stay untuknya. Apa mungkin Leo sedang bermain dengan wanita atau ia sedang sibuk membereskan sesuatu di pesta tadi? Pikir Javier.
"Ish, dia kemana? Kenapa teleponku tidak dijawab jawab? Savana juga tidak membawa ponselnya. Aduh sayang, kau ada dimana?" Javier mengacak-acak rambutnya dengan gusar. Ia khawatir terjadi sesuatu pada istrinya.
****
Ditengah kegusaran sang bos. Leo sendiri telah selesai dengan urusannya mengakhiri pesta tersebut dibantu oleh Alexa. Setelahnya mereka jalan-jalan di sekitar taman hotel itu. Suasana malam dengan lampu yang gemerlap menambah kesan romantis di kota Paris itu.
Cukup menenangkan ternyata, bagi Alexa saat ia mengobrol dengan pria yang ia sebut sebagai pria tua itu. Ditemani dua cup eskrim menemani malam mereka.
"Pria tua, kau pikir aku anak kecil dikasih eskrim begini? Berikan saja aku wine dengan kadar alkohol yang tinggi."
"Hey anak kecil, kau harus menyayangi tubuhmu itu. Kau masih muda, jangan kau sia-siakan masa depanmu. Lebih baik makan sesuatu yang manis-manis agar perasaanmu lebih baik. Dan satu lagi--jangan panggil aku pria tua. Aku masih 30 Han." oceh Leo pada gadis itu.
Alexa mencebikkkan bibirnya, ya mau tidak mau dia menerima eskrim yang diberikan oleh Leo. "Paman mirip dengan Savana, dia juga selalu bilang bahwa makanan manis bisa menenangkan hati dan pikiran. Padahal aku lebih suka makanan asin."
"Oh ya? Maka dari itu kau harus mencobanya terlebih dahulu bukan? Percayalah apa yang dikatakan oleh nyonya benar." kata Leo pada Alexa sambil memakan eskrim coklat di dalam cupnya sendiri.
"Baiklah." Alexa membuka cup eskrim itu, lalu memakannya perlahan dengan sendok. "Paman... sebenarnya aku penasaran, kenapa kau tidak menikah lagi?" tanya Alexa hati-hati, tapi menunjukkan reaksi terkejut pada pria itu. Leo menatap Alexa, berusaha setenang mungkin mengondisikan raut wajahnya.
__ADS_1
"Aku belum selesai bermain dengan wanita."
"PAMAN! Aku serius bertanya." tukas Alexa kesal.
"Memangnya kenapa? Kau penasaran padaku?" tanya Leo.
"Kalau iya kenapa? Ayolah paman! Aku sudah menceritakan semua kisah cintaku padamu, kenapa kau tidak terbuka padaku?" tanya Alexa penasaran. Dari yang Alexa dengar, Leo kehilangan istri dan anaknya dalam sebuah kecelakaan bersama selingkuhannya juga. Leo sangat mencintai istrinya dan sangat terluka dikhianati olehnya.
"Kalau mau mau jadi teman hidupku, barulah aku akan memberitahumu." cetus Leo dengan santainya.
"Ish! Paman lagi-lagi kau bercanda, saat aku bertanya serius." Alexa memukul lengan bispek Leo dan tanpa sengaja malah menumpahkan eskrimnya di celana Leo.
"Hem...Alexa hentikan!" tukas Leo yang sudah gelisah sendiri dengan kelakuan gadis ini.
"Maafkan aku, jangan marah...aku tidak sengaja." cicit Alexa merasa bersalah. Ia fokus mengelap noda eskrim di celana Leo, tanpa melihat wajah Leo yang saat sudah memerah menahan sesuatu pada dirinya.
'Bagaimana bisa seorang gadis kecil seperti dia membangkitkan gairahku? Ini gila!'
"Alexa!" Akhirnya Leo memegang tangan Alexa. Spontan gadis itu menatap ke arahnya, ia pikir ada yang aneh dengan Leo.
"Pa-paman...apa kau baik-baik saja? Apa kau demam?" tanya Alexa polos.
__ADS_1
"SHITT!!" umpat Leo, kemudian secepat kilat ia menarik tengkuk gadis itu dan mencium bibir Alexa yang membuatnya penasaran sejak pertama kali mereka bertemu.
Alexa larut dalam ciuman itu, tadinya ia menolak tapi akhirnya ia menerima ciuman dari Player yang bernama Leo itu.
*****
Sementara itu Javier masih sibuk mencari istrinya, ia bahkan mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari Savana. Sampai petugas keamanan pun turut serta dalam pencarian Savana.
Kini Javier berada di aula hotel itu, bersama dengan beberapa orang yang akan mencari Savana.
"Sayang, bukannya itu ayah mertua. Kenapa dia ada disini? Bukannya menikmati malam pertamanya." Mark menunjuk ke arah Javier di tengah aula. Wajah Mark berseri-seri, begitu pula dengan istrinya, setelah pergulatan panas mereka.
"Eh iya...itu kan Daddy. Sedang apa dia disana?"
Elena dan Mark menghampiri Javier yang wajahnya panik itu. Mereka bertanya ada apa dengan pria berusia hampir 40 tahun itu.
"Apa? Savana hilang? Kau yakin dad??" sentak Elena terkejut dengan apa yang dikatakan Javier bahwa Savana hilang.
...****...
Kira-kira Savana kemana ya? 😁😁
__ADS_1