Terjerat Pesona Ayah Sahabatku

Terjerat Pesona Ayah Sahabatku
Bab 55. Savana marah lagi


__ADS_3

Savana menyadari bahwa serangan-serangan dari suaminya adalah karena cemburu dan marah. Ya, siapa pria yang tidak akan marah bila melihat istrinya berpakaian minim seperti ini.


"Hu--bby...maafkan aku...entah kenapa aku ingin memakai pakaian ini. Aku juga sudah janjian dengan Elena dan Alexa untuk memakainya, kita seragaman." Savana mencoba menjelaskan di sela-sela ciuman panas Javier yang menelusuri tengkuknya.


"Dan--agaknya baju yang kau pakai ini membuatmu lupa bahwa kau mempunyai seorang suami?" tanya Javier seraya menatap istrinya dengan tajam.


"Tidak hubby! Aku tidak pernah lupa padamu, kau selalu ada didalam hatiku,"


"Lalu kenapa kau berani memakai pakaian seperti ini? Apa kau tidak sadar kalau pakaianmu ini membuat dirimu terlihat seperti seorang jalanng?" sarkas, Javier sudah kelewat batas. Kata-katanya ini menyinggung perasaan Savana. Bisa dilihat dari raut wajah Savana yang tadi biasa saja jadi tidak biasa. Matanya menatap tajam Javier, tangannya mendorong tubuh pria itu sekuat tenaga.


"Minggir!"


"Tidak mau." tolak pria itu.


"Minggir! Jangan bicara dengan jalangg sepertiku." ucap Savana tegas, lalu membalikkan wajahnya dari Javier. Menyembunyikan air matanya yang mulai luruh karena Javier.


"Kenapa jadi kau yang marah?" Javier memegang dagu Savana, namun wanita itu menepisnya.

__ADS_1


Savana tidak bicara, dadanya bergemuruh dengan kemarahan disana. Savana tidak menyangka bahwa sifat Javier saat awal-awal pertemuan mereka akan ia rasakan lagi. Savana jadi ingat, dulu Javier pernah menganggapnya pelacur. Dulu pria itu menolaknya mati-matian setelah menjamah tubuhnya. Ia pikir Javier akan berubah setelah menikah, nyatanya mulut pria itu masih pedas.


"Aku tidak mau bicara denganmu." tukas Savana, lalu ia pun pergi membuka pintu tangga darurat itu dengan perasaan sedih.


Javier melihat mata Savana yang berkaca-kaca, seketika membuatnya sadar telah mengatakan hal yang salah dan semoga ini tidak fatal. "Sayang maafkan aku, aku tidak bermaksud mengucapkannya... maksudku tidak begitu." ucap Javier seraya memegang tangan istrinya, wajahnya memelas.


'Astaga Javier! Kenapa kau tidak bisa menjaga mulutmu?'


Savana menepis tangan itu dan menghempaskannya kasar. Tampaknya si wanita hamil muda itu sudah marah. Tanpa bicara apapun, Savana keluar dari tangga darurat dan berjalan ke arah lift. Tentu saja Javier mengejar istrinya.


"Baby girl, maafkan aku...ayo kita makan makanan manis. Ayo kita--kembali ke pesta sayang." ajak Javier, kembali ia memegang tangan istrinya.


"Ta-tapi sayang!"


Pintu lift itu pun tertutup, Javier jadi semakin merasa bersalah. Ia takut dengan ancaman istrinya. Tapi ia yakin bahwa istrinya naik ke lantai atas untuk pergi ke kamar.


"Sialan kau Javier! Kau buat istrimu menangis! Kenapa kau tidak bisa menjaga kata-katamu?" serka Javier seraya menyugar rambutnya dengan kasar.

__ADS_1


Tak lama kemudian, seseorang menepuk bahunya. "Pak, kenapa bapak ada disini? Tamu undangan dan kolega penting, sedang menunggu bapak."


"Oh? Leo. Apa kau bisa menangani mereka dulu? Sepertinya aku harus membujuk istriku." ucap Javier.


"Apa bapak bertengkar dengan pasangan nona?" tanya Leo penuh selidik.


"Jangan banyak tanya! Lakukan saja apa perintahku." ujar Javier tegas.


"Baiklah pak, tapi tuan Mark dan nona Elena juga tak ada disini."


"Mereka kemana? Ah...pasti mereka sedang--" Javier tampak kesal, apalagi anak dan menantunya tak ada disana. Sudah bisa ia tebak bahwa mereka sedang bersenang-senang di dalam kamar. Padahal Javier rencananya ingin memperkenalkan Mark pada kolega bisnisnya.


Benar saja, Mark dan Elena sedang asyik dengan kegiatan penuh peluh keringat di kamar hotel mereka. Sedangkan Javier dan Savana, pengantin baru yang harusnya menikmati malam pertama malah tengah di landa konflik.


Di sisi lain Savana kembali ke kamarnya dengan perasaan kesal, ia menangis sejadinya sambil membenamkan wajahnya di bantal. "Hubby jahat....hiks...aku benci hubby...aku benci...huaahh..."


...****...

__ADS_1


Hai Readers, maafkan udah gak up 4 hari 🤧 review novel ini lama banget dari sananya...oke karena aku gak up lama, aku up 2 hari ini...tunggu aja ya...jangan lupa komen sama vote dong 😘😘


__ADS_2