Ternyata Istriku Anak Bos Perusahaanku

Ternyata Istriku Anak Bos Perusahaanku
Mama Segalanya


__ADS_3

"Mamah sudah pusing, kok kamu masih senang melajang, padahal dua adikmu sudah pada menikah!" sesal Mama


Aku hanya berdiam diri saat Mamaku ngambek.


Memang bagaimana lagi tokh belum ada jodoh. Aku selalu menyalahkan Papa. kenapa beliau selalu halang-halangi aku untuk mengenal cewek.


"Kamu harus kerja dulu pendidikan, masalah perempuan gampang. Entar juga waktunya pasti ada. Biarkan kamu sekolahnya terganggu kuliah terganggu gara-gara perempuan.


Akhirnya ketika aku menyelesaikan studiku pada jenjang S-1, Aku belum menemukan jodohku.


Padahal tidak sedikit semenjak di SMA berlanjut ke perguruan tinggi banyak perempuan yang menghendaki kebersamaan denganku..


Sekarang tidak ada seorang perempuan yang parkir. Jika sudah seperti ini akhirnya aku juga yang kena semprot sama mama. sedang dua adikku sudah berumah tangga, satu perempuan dan satu laki-laki.


Bahkan aku bercita-cita ingin meneruskan kuliah sampai strata 2.


biar orang tuaku puas melihat aku seperti ini.


Kalau Mama bicara dengarkan, Jangan hanya melamun terus. Mama akan memberikan keleluasaan kamu untuk main-main bareng Boim, tapi dengan satu syarat segera bawa calon mantu untuk Mama.


Aku menarik napas panjang, sebuah syarat yang sangat berat sekali. aku dipaksa Mama untuk mendapatkan calon istri.


"Insya Allah doain saja bantu untuk Mama kalau ada harus dijadikan sebagai kado ulang tahun mama tercinta,"Aku menjawab dengan spontan.


Perempuan itu terlihat bahagia saat melihat kesungguhanku untuk mendapatkan calon istri.


"Nah begitu, itu baru anak mama... kapan rencana mau bawa calon mantu untuk mama?"


"Di hari ulang tahun mama aku sudah akan bawa calon istri...?"


"Benarkah itu, Nak?"perempuan itu menyelidiki jangan-jangan ucapanku hanya hanya semata membuat dirinya senang saja.


"Benar kapan aku bohong kepada mama?"jawabku nekat. padahal aku masih bingung kemana aku harus mencari calon istriku untuk membahagiakan mamaku.


KRIIIIING


Suara telepon berdering, Aku tengok siapa malam-malam begini nelpon aku.

__ADS_1


"Oh kamu Boim, emang ada apa jam-jam segini kamu nelpon aku?"Aku penasaran kenapa jam-jam segini Boim nelpon aku.


"Ada info, Si Fatin anak ekonomi mau wisuda, lo mau hadir nggak?Katanya dia butuh teman untuk mengawal dia wisuda. kali aja elo bisa ngejoki cowoknya dia, masalahnya cowoknya nggak bisa datang dari Palembang, dia sudah mengultimatum jika tidak datang pada saat wisuda, dia kan putusin pacar cowoknya itu, apa nggak asyik tuh, gua pantau hingga pukul 23.00 WIB belum datang juga."


Aku sempat tersenyum jangan jangan doa mamaku terkabul, tapi nggak begitu juga seenggak-enggaknya, dia masih punya pacar, nggak baik aku menari-nari diatas luka orang.


Fikri kan sahabatku juga, dia memang tidak meneruskan ke jenjang S2, namun karir dia terbilang bagus hanya di Sumatra.


Saat ini lagi LDR-an sama Fathin anak S1 ekonomi.


Hanya terbilang jarang pulang akhirnya pacarnya Fikri jadi ngebatin.


Entah kenapa selalu saja ada kendala pas ia mau meresmikan jadi suami istri ada aja godaannya.


Parahnya Boim selalu jodoh-jodohkan dia dengan aku. Memang jujur aku juga naksir sama Fatin, tapi tahu dirilah, tokh dia sudah menjadi pacar temanku.


Meski tergolong terpaut jauh dari sisi usiaku dengan Fikri, namun pria itu sudah aku anggap sebagai saudaraku, jadi tidak mungkin aku mengkhianati pria itu.


***


Atas undangan Boim, akhirnya aku jadi juga pergi memenuhi undangan Fathin. celakanya lagi, aku diminta jadi joki Fathin menggantikan Fikri, perempuan itu gembira karena ia dapat memperlihatkan kepada keluarga besarnya bahwa di hari wisudanya bahwa ia sudah dapat calon suaminya.


"Ya, enggaklah, kita kan bohong-bohongan. jangan diambil serius,"Aku menjelaskan biar perempuan tahu bahwa aku hanya real jokinya.


"Ya, Pokoknya aku minta agar aktivitas ini hanya sebatas bohong-bohongan saja, tidak harus dibawa ke hati. Aku tidak mau mengecewakan bakal suamimu.


Aku tidak mau menghianati kepercayaan suamimu!"sergahku.


Nggak ah aku sudah tidak menginginkan dia lagi menjadi calon suami aku, karena dia telah menghianati aku.


Coba bayangkan sudah berapa bulan ini dia tidak memberi kabar kepadaku, padahal Apa salahnya dia ngabarin aku sekarang kan udah ada handphone jadi jangan jadikan alasan karena jauhnya lokasi.


Aku berharap kamu memahami kondisi calon suamimu di sana. mungkin lagi kerja keras untuk mencari bekal buat kamu menikah dengan dia. Jadi jangan bersu'uzon dulu.


Nah aku bantu agar kamu tidak kecewa di hadapan saudara-saudaramu yang datang dari jauh agar mereka tidak kecewa.


Perempuan itu diam, dia tidak mau mengomentari kata-kataku. dia ingin mengutarakan unek-uneknya di hadapanku.

__ADS_1


mungkin 100 kata mungkin 1000 kata yang ia ingin ungkapkan,


Namun karena situasi sudah tidak mungkin lagi untuk bertengkar akhirnya sepakat untuk diam saja.


Kami sepakat untuk tidak berdebat sehingga akhirnya mereka melihat aku bagaikan pasangan yang serasi sebagai pasangan calon suami istri.


Boim melihat dengan pandangan yang sangat bangga sekali. Ia berharap agar aku menjadi pasangan suami istri.


Pasangan yang saling melengkapi karena sudah jauh-jauh hari Fikri sudah tidak peduli lagi pas Fatin. Dan sudah lama juga mereka tidak ada komunikasi lagi.


Dan ini momentum sahabatnya untuk masuk ke hati perempuan yang kini berhak menyandang gelar sarjana ekonomi itu.


Dia merasa kasihan sahabatnya itu terus-menerus menjomblo, dan nyaris menjadi bulan-bulanan orang tuanya yang ingin segera dapat momongan tersebut.


Masa katanya di usia yang seperti itu masih juga senang menyendiri.


Nun jauh di sana, terlihat ada seorang pengamen badut yang tengah di keliling anak-anak.


Badut yang lucu, berputar-putar di area wisudawan-wisudawati. Dan anehnya sedari tadi tidak juga beranjak.


Hanya karena banyak anak-anak yang ikut wisudawan wisudawati mengelilingi mereka, jadi, tampak tidak terlalu kelihatan apa sebenarnya maksud dari badut yang hanya sebiji itu berada di lokasi wisudawan wisudawati.


Sesekali menari-nari, berdiri mematung tanpa jelas apa yang dilihat, dan siapa yang dilihat?


Karena wajahnya terhalang oleh baju badut yang lucu.


Beberapa kali petugas sekuriti kampus menghalau Badut tersebut agar jangan terlalu mendekat ke lokasi wisudawan.


Namun tetap badut itu tidak juga beranjak dari lokasi acara.


Sementara aku yang duduk di bagian luar gedung karena tumpah keluar juga menikmati permainan badut yang menjadi tontonan anak-anak.


Seolah aku melempar rasa galauku dengan menatap dan seolah-olah memperhatikan aksi badut yang berputar-putar di sekitar lokasi wisudawan-wisudawati.


keluarga Fatin nampak demikian bahagia melihat lihat bahagia dan mereka mendoakan agar aku dan batin bisa menjadi lebih serius lagi.


Sementara batinku terus tersiksa karena bagaimana juga yang sudah aku kenal dan dekat sama aku.

__ADS_1


Bersambung****


__ADS_2