Ternyata Istriku Anak Bos Perusahaanku

Ternyata Istriku Anak Bos Perusahaanku
I Would Be fly With You, Baby!


__ADS_3

Fatin berasa bahwa hidup ini sungguh indah. Hanya dengan memiliki fisik Austin dirinya sudah bahagia.


Ternyata berada bersama dengan orang yang dikasihinya, pria pujaannya hidup demikian berarti-- sangat indah--.


Makanya ia akan terus berusaha menyulap dirinya menjadi perempuan yang bisa bersaing dapat merebut perhatian Austin.


"Apan abdi teh sarjana ekonomi, apan abdi teh geulis, masih keneh remaja kenapa atuh tidak memanfaatkan semua itu?"gumamnya dalam hati yang maksudnya bahwa


Dia merasa dirinya memiliki kelebihan, disamping cantik, bertitel sarjana ekonomi, dan kenapa tidak dimanfaatkan sebagai daya saing dengan Atalia.


Fatin bangkit, ia berjalan dan berdiri di balik jendela. Ia melihat kelap-kelip lampu di kejauhan. Sungguh sangat indah.


Ia membayangkan dalam dua hari ini ia menggagalkan lima sampai enam pria yang membooking dirinya.


Padahal tidak semua dari mereka yang ingin menikmati kemolekan tubuhnya. Diantara mereka ada yang ingin sekedar minta ditemani ngobrol dan minum kopi saja.


Salah seorang pria yang diketahui menurut sang Mami salah seorang mahasiswa S2 PTS yang tertarik.


"Dia namanya Thomas. Dia asli Bandung, dia lagi prustasi ditinggal pacarnya berkebangsaan Tionghoa dari Australia. Katanya tertarik padamu untuk menjadikan istri. Dan malam ini dia tidak akan ngapa-ngapain kamu...cukup temani dia minum kopi."pinta sang mami waktu itu.


Saat itu Fatin tetap saja diam. Dia tetap berpandangan negatif dengan pria-pria yang datang ke sana. Pasti ujung-ujungnya minta dilayani.


Makanya waktu itu dirinya menggeleng, dan tetap dirinya kepingin pulang.


"Mamih, pokoknya aku kepingin pulang, masalah semua yang telah mamih keluarkan aku akan ganti berapapun...aku menyesal terdampar di sini!!..."


"Sayang, mami faham, mamih juga perempuan, mamih punya anak perempuan. Mamih tidak akan memaksa pada anak asuhan mamih kalau seandainya nggak mau! Hanya masalahnya kamu terdampar di sini pasti karena  kamu prustasi akibat ditinggal pacar.


Makanya sekarang masih carikan, dan ada yang sesuai selera kamu, mamih sayang padamu. Ada ya orangnya ganteng, masih kemasan, hanya sekedar nyari perempuan baik-baik; barangkali ada--nah jika ada akan dia ajak serius.


Dan kamu ternyata dibidik, masuk dalam kriteria dia! Kenapa kamu tetap belum move on juga?!..."terang perempuan yang disana dikenal sebagai Mami Tina.


Fatin tetap menggeleng. Bahkan ketika ternyata orangnya muncul dengan menggunakan Toyota Fortuner dan kepingin ngobrol-ngobrol saja. Fatin tetap menggeleng.


Lelaki itu memaksa sang Mami untuk membooking Fatin dan bersedia mentransfer khusus untuk Fatin 10 Juta hanya sekedar ngobrol.


"Ini dia akan mentransfer uang 10 Juta, mau terima nggak??"rayu sang mamih.

__ADS_1


Fatin tetap menggeleng. Akhirnya dia tampak kecewa dan kembali meninggalkan lokasi itu.


"Pokoknya aku akan kemari-dan kemari sampai kamu mau menjadi istri aku! Kamu tipe aku banget! "Ucapnya sambil menyalakan mobilnya.


Sang Mami tampak kecewa. Dia mendenda Fatin dengan harus membayar uang makeup sebesar 5Juta. Beruntung datang Austin dengan membayar lebih besar.


Fatin menutup gordin. Ia membalikan tubuh tampak laki-laki itu tertidur, rupanya ia kecapaian sejak sehari kemarin mencari-cari perempuan itu.


Fatin menangis, ia kehabisan akal menaklukan kekasihnya itu.


Ia prustasi, ia menelfon mamih sekalian minta dibawakan minuman beralkohol ke kamar.


"Halo Mamih, ini aku Fatin di kamar 237 Lantai 2!"


"Iya apa sayang? Ada apa??"


"Aku minta dikirim minuman... beralkohol dengan dosis tinggi!!"


"Jangan sayang, kamu nggak cocok minum gitu-gituan, udah manfaatin kedekatanmu sama Bebebmu!"sang Mamih malah mengarahkan perempuan itu.


"Ah, gimana sih nggak ada yang ngerti aku! Terus masa aku hanya nemanin ngobrol doang Mih, nggak seru lagi...!"


Percakapan itu aku capture. Aku tidak bisa menunda-nunda kesempatan tokh hidup ini memang hanya persinggahan.


Selama ini aku membiarkan perempuan itu dalam keterpurukan. Aku tidak bisa berpangku tangan dan egois.


Kekecewaan perempuan itu membuat dirinya menjadi buas. Ya sudahlah kalau memang itu yang dimauin Fatin.


Aku akan lewati aja malam ini dengan kehangatan. Aku ke kamar mandi, bersih-bersih muka. Dan mandi sekedarnya sehingga terasa segar.


Aku keluar dari kamar mandi, dalam kondisi berhanduk. Fatin yang sedang duduk-duduk di sofa sambil memandangi tayangan drama seri Korea, kaget saat melihat aku keluar dari kamar dalam kondisi berhanduk.


Perempuan cantik bintang di fakultas ekonomi itu, tampak kaget. Ia tidak menyangka bakal dapat surprise seperti itu. Mukanya yang kinclong tersebut mendadak memerah.


Badannya seketika menggigil ketakutan. Ia baru pertama kali melihat pria dalam kondisi setengah terbuka selama hidupnya.


Ternyata, semua omongan Fikri itu tidak benar adanya. Fatin yang aku tahu ternyata bukan perempuan murahan dan mudah mengobral syahwat.

__ADS_1


Ia perempuan yang pandai menjaga kehormatan. Selama seminggu ia berada di lokalisasi dengan berbagai tawaran mulai dari bujukan uang sampai pria tampan dan tawaran kemewahan ia tolak.


Ancaman kehancurannya karena semata kecintaannya pada diriku.


Buktinya ketika melihat aku dalam kondisi seperti itu ia mendadak menggigil. she is still Virgin, gumamku.


Saking paniknya, Fatin hendak lari ke jendela...aku kaget. Aku segera menghalangi perempuan itu. Aku beberapa kali beristighfar...itulah jiwa asli Fatin.


Dia memang wanita baik-baik, selama ini aku underestimate pada perempuan itu. Aku halangi dia,


"Abdi bohong kang, abdi alim kang...abdi alim..kumaha atuh abdi pami abdi..."


Demikian katanya sambil menyelimuti tubuhnya dengan selimut. Hal itu ia lakukan karena gagal hendak naik ke jendela.


Ia membalutnya dengan selimut yang terlihat hanya kepala saja.


"Aku membanting selimbut, dan tampak Fatin makin ketakutan."


"Alim Kang, alim...abdi alim Kang..."


"Di sini sudah tidak ada hukum, aku sudah membayar kamu, untuk aku selesaikan malam ini...jangan kamu halangi niatku!!..."bentakku sambil terus memepet perempuan itu.


Perempuan itu mendongak saat dirinya terdesak. Saat badanku sudah mulai menempel bayangan Atalia tiba-tiba muncul, tersenyum tampak lesung pipitnya terlihat.


Wajah tirus hidung mancung mata lentik,


Gigi berbaris putih memperkaya khasanah kecantikan dirinya.


Membuat aku terlelap dalam rasa syukurku. "Bahwa semua itu merupakan anugrah ilahi. Atas usahaku dalam mempertahankan cinta.


Segera aku melemparkan itu semua, karena keselamatan perempuan yang ada dalam bahaya perlu terselamatkan.


Semua yang aku lihat adalah sesuatu bayangan saja. Aku harus berpijak dialam realta. Karena wajah yang terpampang dihadapanku juga tidak kalah dengan bayanganku.


Sehingga tidak terpengaruh dengan godaan bayangan indahku.


Perempuan itu merengek agar aku mema'afkan dirinya. Dan tidak menyudahi permainan ini.

__ADS_1


"Akang atuh teu kengeng, apan abdi mah sanes Atalia. Wios abdi anu nepanga mang lamarkeun akang...."rengeknya.


Bersambung****


__ADS_2