
Dengan bantuan Boim, aku terus mencari mencari keberadaan Fatin.
namun meski aku terus mencari, terutama mencari dengan fasilitas fasilitas media sosial Facebook Twitter Instagram dan sebagainya, aku tetap saja tidak menemukan perempuan itu.
Dimana perempuan itu berada? aku mohon petunjuk dari ibunya yang juga sama-sama mencari.
Saya nggak tahu dek di mana Anakku berada, Ibu juga sudah mencari kesana kemari tetap saja tidak menemukan di mana lagi berada?
Padahal udah Ibu bilang kalau dia kepingin rumah tangga secepatnya saja biar tidak banyak halangan harungan seperti ini? dia bilang hanya ingin berpikir dulu ingin mematangkan mental dan sebagainya karena rumah tangga itu tidak gampang.
demikian katanya sehingga membuat Ibu khawatir makin hari makin banyak Godaan saja, eh ternyata benar seperti itu Anakku malah makin hari makin banyak godaan, Fikri sebenarnya terus merongrong kehidupan anakku Fatin, ya tidak mau dinikahi laki-laki itu. dia hanya satu laki-laki yang ada di hatinya itu kamu.
Jadi ibu harus bagaimana? Ibu menyesal tidak segera menikahkan kamu dengan anakku biar menjadi tentram..."demikian seperti katakan ibunya sambil dia menangis tersedu-sedu mengingat keberadaan putrinya yang hingga hari ini belum juga ditemukan.
Aku berdiskusi dengan ibunya Fatin kira-kira di mana perempuan saat ini berada.
Aku sudah pacaran aku terus melakukan pencarian-pencarian lewat kepolisian setempat agar bisa bekerja sama mencari perempuan itu.
Dengan ciri-ciri yang sudah ditentukan Aku melakukan pelacakan pelacakan terutama dengan handphonenya.
Apa kira-kira pak ciri-ciri yang bisa dikenali?"kata petugas saat itu ia melakukan pendalaman terkait dengan ciri-ciri dan identitas Fatin.
Atas petunjuk dan identitas yang diberikan oleh ibunya akan menjelaskan kepada petugas terkait dengan ciri-ciri saat batin sebelum hari terakhir meninggalkan rumahnya.
__ADS_1
Petugas mencatat dengan seksama dan dengan demikian ia melakukan pelacakan serta memberikan informasi kepada warga masyarakat akan hilangnya perempuan yang bernama Fatin itu.
Aku tidak berhenti pada petugas kepolisian saja, tiap hari aku melakukan investigasi Di mana kira-kira keberadaan perempuan itu berada. salah satu target adalah kawan-kawan serta koleganya.
Saat dalam pencarian yang kelima dan keenam hari aku baru menemukan titik terang, ternyata keberadaan Fatin terendus ada di sebuah tempat lokalisasi.
Dan ini adalah merupakan investigasi yang ke-7 harinya.
Namun sayang ketika aku masuk ke kompleks tersebut aku sudah terendus oleh sang perempuan cantik itu.
Sehingga ia segera menghilang namun aku tidak pahala aku tetap mencari jejak perempuan itu.
"Mbak mau tanya apakah Mbak tahu perempuan yang berambut panjang yang berkulit putih serta berhidung mancung ini?"tanyaku kepada salah seorang wanita yang tengah baik yang di sana untuk mencari pelanggan.
aku melanjutkan pertanyaan dan pencarian kepada orang yang ada di sekitar sana ada ternyata mbak-mbak yang lagi menjajakan dagangannya.
"Maaf mbak Apakah Mbak atau orang ini?"tanyaku sambil menyodorkan beberapa helai foto dalam berbagai Pose.
Perempuan yang bertubuh tambun itu mengamati foto yang aku sodorkan. setelah beberapa lama ia mengamati foto tersebut jalan terus berujar,"Oh ini Si Eneng ini yang baru seminggu ada di sini, coba adek tanyakan ke mucikari yang ada di sana kayaknya dia masih penjajakan masih dalam bimbingan lah kalaupun ada yang booking itu juga masih masih dalam penjajakan dia masih baru dia masih belum bisa dan tersentuh tetap juga harus melakukan pendekatan dulu, karena katanya beberapa kali juga tamu yang membooking dia malah dikecewakan nya.
"Kalau Adek yang ini siapanya perempuan yang baru menghuni lokalisasi ini?"tanya perempuan belakang kopi di lokasi tersebut dengan penuh keheranan.
Aku jawab saja bahwa aku adalah pacarnya, udah nggak jawaban tersebut perempuan itu terkekeh.
__ADS_1
"Kenapa Mbak tertawa?"aku ternyata penasaran saat melihat pelangi perempuan itu seperti mengejek aku.
"Maaf Kak maafkan aku dek, Kenapa adek malah membiarkan perempuan itu lari ke lokalisasi sini? Apakah adik sudah bosan padahal Fatin itu perempuan cantik dari sini juga jadi rebutan banyak om-om yang mau booking dia!?"
"Oh begitu Oke deh makasih mbak ya nanti aku akan mencari keberadaan dia dan mohon maaf aku Jangan dibuka dulu identitas aku..."pintaku sambil memesan toko kretek dan segelas kopi.
Karena aku kooperatif dan tidak akan memberitakan kepada siapapun terkait dengan obrolannya si Ibu ini yang cukup terus terang dan gamblang dan akan membuka keberadaan perempuan itu.
"Tenang dia masih orisinil sampai saat ini belum ada yang menyentuh dia, pokoknya segera dan selamatkan sebab kasihan yang jatuh ke lembah keindahan ini kalau tidak segera selamatkan, memang aku juga heran kenapa wanita si cantik itu bisa sampai di sini Adakah sesuatu yang membuat ekonomi dia terjatuh! dari awal aku sudah berpikir ini bukan masalah ekonomi pasti ini karena patah Hati..."
Aku manggut-manggut berasa juga kata si Ibu pasti Fatin sakit hati ya terjebak dengan situasi yang tidak nyaman setelah ia lari kesana kemari ia tidak mempunyai bijakan hatinya masih labil dan sampai tibalah ke tempat yang lembah hina ini.
Sampai larut malam aku berada di tempat lokalisasi ini dengan mondar-mandir kesana kemari tidak juga melihat keberadaan Fatin.
Namun karena aku mendapatkan spirit dan support dari Mbak pedagang kopi ini aku tetap bertahan.
saat aku keluar untuk hanya sekedar mencari oksigen dan hawa yang segar Aku menitipkan nomor handphone kepada Si Mbak dagang kopi. maksudku jika suatu ketika ia melihat keberadaan Fatin segera akan menelepon diriku.
praktis hari itu aku tidak menemukan Fatin, aku bingung ke mana akan mencari lagi tapi setidaknya aku tunjukin ini akan menjadi sebuah terang benderang pasti Fatin berhasil berada di dalam bookingan seseorang laki-laki.
aku jadi merasa kasihan jangan-jangan dia udah betul-betul Menjadi santapan laki-laki pemuas nafsu di lokasi ini. tapi demikianlah memang suratan perempuan itu harus menghuni lokalisasi yang aku tidak bisa membayangkan Bagaimana kehidupan di daerah sini.
pokoknya adik harus bersabar dan berharap berharap kasihan neng Fatin kalau dibiarkan dia tetap berada di sini segera adiknya ambil dia dari kasus ini dan bina dia agar dia tidak kembali terjerumus ke jurang kehinaan ini.
__ADS_1