
Atuh Kedah kumaha abdi teh, mangkaning rasa kacinta sumaramah dina hate kacida Rosana...
Demikian suara galau perempuan cantik yang sengaja dalam ke sendirian seperti mencari-cari seseorang yang barangkali lewat kesana, yang maksudnya. bagaimana rasa cinta yang berdebam-debam menyentuh nuraniku. Saat itu ia menyusuri Jalan Braga Bandung.
Jalan yang memiliki panjang 600 meter ini sampai kini tetap dipertahankan sebagai salah satu maskot dan objek wisata kota Bandung.
Sejak pagi puluhan pengunjung sudah memadati Jalan Braga. Semakin malam, pengunjung kian memadati jalanan yang menghubungkan Jalan Asia Afrika dan jalan lainnya itu.
Selain menampilkan pentas seni jalanan, sejumlah pedagang juga banyak menjajakan makanan dan minuman.
tidak menemukan pemuda impiannya dia kembali ke rumah reyot neneknya yang tidak jauh dari jalan itu.
Sebuah rumah panggung yang menyerupai kandang kambing. terlihat mengepul asap. Sejarah beberapa orang yang ada di dalamnya.
Ia rupanya tengah memasak nasi lewat tungku.Tungku adalah alat atau instalasi yang dirancang sebagai tempat pembakaran sehingga bahan bakar dapat digunakan untuk memanaskan sesuatu
Sang cucu yang duduk di atas tikar berharap-harap segerakan bisa mendapatkan jatah bagian dari sananya yang terlihat sangat lelah menanti selesainya nasi dan sayur-mayurnya.
di sela-sela aktivitasnya saat menanak nasi perempuan cantik yang baru saja menginjak usia remaja menanyakan kepada sang nenek terkait apakah dia bisa bahagia!!
Sementara kebahagiaan itu adalah pemilik mereka yang punya duit dan punya segalanya.
namun tidak berbanding lurus dengan dirinya yang saat itu hanya mengais rezeki lewat pengamen badut.
Ia juga menyerupakan definisi bahagia itu apakah karena ada kedekatan atau dengan kebersamaan dengan seorang laki-laki yang dicintainya, nampaknya definisi itu sulit apabila disandangkan ke sana.
Namun beberapa kali sang nenek memberi definisi bahagia versi sang nenek adalah dengan mengetahui kapasitas diri, jika dirinya terlahir sebagai pengamen, yah tetap harus menyadari, dan mawas diri.
Namun tetap Athalia mengabaikan usulan sang nenek, ia sudah tidak malu-malu lagi dia membicarakan tentang rasa simpati dan rasa sukanya terhadap seorang pemuda.
perempuan cantik itu memaknai kebahagiaan dengan cara yang lebih luas,
jika definisi mencintai seorang laki-laki malah akan kandas karena tidak memiliki kesamaan ekonomi. Kebahagiaan tidak akan merata, masa begitu??
__ADS_1
namun ia juga menyadari jika hanya memaknai kebahagiaan hanya bisa bersama-sama dengan laki-laki yang diimpikannya.
Athalia, mojang geulis turunan Bandung itu merengek-rengek agar dirinya didoakan untuk mendapatkan laki-laki yang pernah ia temui di Prapatan saat dia mendapatkan uang 10.000 rupiah dari pemuda itu.
"Semuanya terserah padamu, nenek cuma mendoakan saja jika kamu memang berjodoh pada laki-laki itu kenapa tidak, nenek pasti senang, kamu kan hanya pengamen badut jadi jangan terlalu banyak berharap bisa mendapatkan lalaki ganteng itu...
Sayang menuju ke sana Sang nenek tidak terlalu mendukung, masalahnya ia khawatir cucunya malah tidak fokus bekerja gara-gara kasmaran sama laki-laki yang baru dikenalnya di mobil.
"Aduh Nek itu laki-laki ganteng sekali, aku kepingin duduk-duduk bareng, berdua ngobrol-ngobrol.
Berdua sambil cerita-cerita Indah tentang masa yang akan datang, masa pernikahan, masa punya anak, masa menyekolahkan anak.
Kapan ya aku bisa ketemu lagi??Nanti kalau aku ketemu, akan aku buka topeng badut, aku akan ikut di mobil keliling-keliling sambil melihat kota Bandung yang indah!!...."
"Kamu jangan ngelantur cucuku, kita harus introspeksi diri, siapa dia, siapa kita kita ini??
kita ini hanya pemulung, hanya pengamen, kita yang kelas bawah Jangan sampai banyak bermimpi Cu! itu sudah kelamaan menderita janganlah kita makan makan ditahan itu biarlah sampai di sini penderita yang nenek alami sama kaki alami,
Kamu jangan terlalu berpikir hanya seandainya ketemu perlakukan aja dia dengan profesional kamu sebagai pengaman badut yang pernah dibuka identitasmu rupamu.
Apa arti dirinya yang hanya semata-mata sebagai seorang pengamen badut yang hidup di jalan, yang kerjanya hanya menarik dari pada Pangandaran yang lewat.
Athalia hanya akan buang waktu saja, jika kita menginginkan kehadiran seseorang, sumpahnya ada anak pedoman yang kita cintai, belum tentu mereka bisa memperjuangkan kita?
paling apabila kamu memiliki paras yang cantik hanya digunakan bercandaan
selepas itu dia pergi lagi, terbang tanpa menghiraukan kita sedikitpun.
Maka jangan terlalu banyak halusinasi, carilah yang sepadan dan sekutu dengan kita. berakhirnya mengganggu pikiran saja dan konsentrasi terhadap kerja akan terganggu..."ucap Yanti menimpali, sang cucu tertua Nenek Mariah.
Senada dengan sang nenek, ia pun memperingatkan Athalia agar jangan terlalu terganggu oleh penglihatan yang mungkin muncul terutama ketika melihat para pengendara yang memiliki hoki besar.
lihat kenyataan itu Athalia ia cuma diam, dia menyadari bahwa dirinya siapa dan mereka itu siapa??
__ADS_1
Sebenarnya benar kata mereka, jika seandainya terlalu larut memikirkan seseorang yang ada di belakang kemudi itu, hanya bagikan si pungguk rindukan bulan.
Kamu sadarkan sekarang jadi jangan terlalu dipikirkan Apa yang kamu lihat menyenangkan atau tidak menyenangkan semuanya adalah bagian dari perjuangan kamu.
Tapi Kak bagaimanapun aku merasakan betapa kerasnya hidup ini ketika ada seorang yang menyayangiku." Yanti berujar, ya selanjutnya membereskan bekas hajat tersebut.
Anak itu atas lari ke kamar, ia meraih kasih cermin ya pandangi dirinya, jatuhnya penyesalan Kenapa dirinya terjebak dalam pekerjaan seperti itu menantang arus yang seperti itu tidak harus terjadi.
tambah serabut wajah cantik di cermin, sedikit berlenggak-lenggok. di cermin Adakah dirinya bisa bertahun dengan lelaki yang ada di belakang kemudi mobilnya.
istilah yang melihat di kaca, timbul semangat bahwa dirinya masih bisa bersanding dengan laki-laki yang ada di belakang kemudi si pemberi uang 10.000 rupiah itu.
"Kok aku cantik, pantesan laki-laki yang ada di belakang steer itu semoga menyukaiku!
Nggak mungkin memperjuangkan dirinya, Bagaimana mungkin pria ganteng itu mau sama pengamen badut seperti dirinya. akhirnya ia merengut lagi ia keluar dan bergabung bersama keluarga nenek yang lainnya.
Bawaannya diam dia tidak mau berkata-kata,
Kenapa sih dirinya dilahirkan dan berada di tempat-tempat yang tidak recommended untuk mendapatkan pekerja ketinting di belakang kemudi itu.
Namun entah kenapa seperti ketemu dalam mimpi-mimpinya, jika memang itu terjadi dirinya akan berusaha untuk mencari laki-laki itu gimana saja dia berada dengan bermodalkan ukulele.
sudah cucuku kembalilah kamu ke kehidupanmu jangan terlalu banyak berpikir banyak telah beranak banyak terlalu berangan-angan, Kamu tidak akan merasa nikmatnya hidup apabila kamu senantiasa terus berani seperti itu menyesali nasi b.
kalau kita memang masih bisa seperti ini,ya sudah jalan aja jangan sampai kamu tidak mensyukuri dengan nikmat yang telah engkau dapatkan
Tidak terasa air mata tersebut dari kelopak mata yang indah itu.
Yang merasa bahwa hidupnya tidak mendapatkan giliran untuk berbangga berbahagia bersama-sama dengan lelaki pilihan hatinya.
Silakan tambahkan rasa sakit rasa penyesalan tapi kembalilah kamu kepercayaan awal kamu adalah seorang cucu dari aku yang baik hati yang murah senyum dengan laki-laki disenangi para remaja.
sehingga dengan itu banyak orang yang terbit terasa kasihannya dan memberi sesuatu uang barang 1000 2000.
__ADS_1
Ia tapi kenapa aku tidak boleh berbahagia, Kenapa aku tidak boleh mencintai orang yang aku sukai, Kenapa aku tidak bisa bercengkrama bermanja-manja dengan laki-laki yang aku khayalkan.
Bersambung****