
Saat hari menjelang malam segera pukul 17.00.
Aku benar-benar sudah tidak bisa lagi bertahan, aku tidak biasa melihat perempuan-perempuan dengan pakaian yang minim.
Aku akhirnya memutuskan akan melanjutkan pencarian perempuan itu pada esok hari saja karena di saat-saat yang seperti itu Aku sudah sangat rawan sekali.
Tawuran demi tawaran dari perempuan-perempuan nakal yang ada di lokalisasi tersebut sudah demikian banyak.
Dan semuanya sudah tahu bahwa aku adalah bujang lapuk yang sudah lama belum merasakan bagaimana nikmatnya surga duniawi sebagaimana adik-adikku sudah lebih dahulu merasakan itu semua.
dan kawan-kawan seusiaku baik itu di tempat permainan maupun di sekolah dan perkuliahan mereka nampaknya sudah lebih dahulu menikah. Sedangkan aku masih demikian seperti ini saja terus.
Mas ada yang baru loh! kasihan mas Dari tadi keliling-keliling terus di sini! pasti nyari yang orisinil?
Kebetulan nih barang baru belum ada yang pegang. karena udah seminggu di sini ya agak-agak terus tapi dipertahankan sama mami karena pesanan udah ngantri barangkali dia mau sama mas!..."udah perempuan itu.
aku terperanjat jangan-jangan yang ditawarkan itu adalah Fatin.
Aku mencoba-coba melakukan penawaran.
berapa tarifnya?"tanya aku penasaran pada wanita yang sudah agak berumur tapi masih terlihat cantik.
"Karena ini masih baru dipatok aja 10 juta Bagaimana kira-kira, baru loh mas cantik banget tapi saya nggak saat ini belum ada yang pegang belum ada yang bisa mempengaruhi, gagal terus dan gagal terus tapi kan udah banyak yang booking ke mami akhirnya mami masih berusaha untuk membujuk dia agar mau, bahkan ada yang booking sampai 25 juta asal bisa booking long time....!"wanita itu terus merayu-rayu aku agar aku mau.
Ia melihat tongkrongan laki-laki ini cakep pasti perempuan itu mau. aku menyanggupi walaupun aku tidak akan ngapa-ngapain perempuan itu.
Ini adalah sebuah rasa penasaranku jangan-jangan wanita yang dimaksud adalah Fatin.
Ciri-ciri yang disebutkan oleh wanita tadi memang menunjukkan bahwa wanita itulah Fatin, rambut panjang bertumbuh langsing berkulit putih. pasti perempuan itu?
__ADS_1
Akhirnya, aku menyanggupi dan dibayar dengan transfer via m-banking. Saat yang ditentukan tiba.
aku sekaligus sewa ada dengan kamarnya dan segala macam yang ada termasuk fasilitas-fasilitas yang sangat lux.
Aku duduk sehabis keramas, kira-kira pukul 19.00 Wib, aku mendapati, dua orang perempuan masuk. Satu yang diprediksi adalah mami-mami atau pengelola di lokasi lokalisasi tersebut. Dan yang satunya adalah g adalah perempuan yang aku maksud dalam Fatin.
Ternyata dugaanku tidak salah, benar perempuan yang dimaksud adalah Fatin. Perempuan itu sudah didandani sedemikian rupa Dia sangat molek sekali.
Aku baru melihat ternyata Fatin itu memiliki kecantikan yang sangat luar biasa.
Selama ini aku lihat batin itu selalu terbungkus rapih dan menunjukkan sisi kehormatan yang luar biasa sebagai seorang muslimah yang walaupun belum tertutup tapi dia menjaga sebuah kehormatan.
Tapi saat-saat itu benar-benar didandani dengan pakaian yang sangat minim sekali. Rambut yang tersisih rapi materi yang lentik bibir yang merah dan aku belum melihat batin dalam kondisi seperti itu.
"Anak muda aku belum bisa menjamin Anda bisa melaksanakan tugas malam ini tapi mami hanya cuma mengantarkan ini saja silakan kamu berkenalan aja dulu barangkali bisa berkenan.
Hanya mami tidak akan bisa mengembalikkan uang seutuhnya artinya uang yang masuk paling hanya setengahnya.
Tapi aku yakin kamu bisa menaklukkan perempuan ini karena kamu itu tergolong laki-laki yang tampan..."ujar perempuan itu.
sedangkan yang dimaksud perempuan yang bernama Fatin terlihat masih memunggungi aku.
Aku membiarkan perempuan itu nyerocos apapun aku tidak mendengarkannya yang justru aku kaget adalah kehadiran perempuan itu walaupun dia mau memunggungi aku.
Aku bisa melihat dan menilai bahwa benar perempuan yang dimaksud adalah Fatin.
"Ampun Pak ampun jangan apa-apain aku, Aku terjebak ke tempat yang hina ini dan lokasi ini, Aku berani bayar kembali apa yang sudah Bapak keluarkan.Aku akan ceritakan semuanya pada Mamaku beliau pasti menunggu kehadiran aku Aku menyesal aku pergi dari mamaku... please jangan apa-apain aku!"
aku diam saja keika perempuan titu meruk-rajuk agar tidak diapa-apain.
__ADS_1
"aku sudah beli kamu, uang berjua-juta sudah aku keluarkan sekarang bersiap-siaplah. Malam ini kita nikmati dengan penh kemesraan.
"tapi aku nggak mau, aku hanya ingin memasrahkan jiwa ragaku kepada seseorang yang aku cintai, yang ini entah dimana? Dia ninggalin
Hanya sebenarnya sudah saatnya kamu memang memikirkan hal yang bersifat konkret. Jangan hanya sekedar mengandalkan hawa nafsu mencari yang ideal.
Pokoknya aku ingin menikmati malam ini, dan aku sudah membayar keperawanan kamu...jika tidak bisa kau penuhi aku akan tuntut kau dengan uang yang aku keluarkan dengan dikalikan dengan 5 kali lipat...."
perempuan itu berhenti mengoceh, ia diam serbu basa. ia nampak mulai kebingungan dengan alasan yang ia ngin kemukakan mengingat harga pengembalian yang demikian besar....
"Bapak jangan segitu, dua kali lipat aku mau jual mobil aku, bisa ya pak? "rayu peremuan itu, sambil masih tetap membelakangi.
"nggak bakalan ak setujui, aku ingin menikmati malam ini, oke aku tutunka menjadi 3 kali lipat mau?"tanyaku mulai mengganas.
Perempuan itu tanpa diam dia ia tidak banyak berkata-kata. Tampak dia terlihat bingung. Dia tidak tahu harus bagaimana? ia sangat ketakutan, jika harus berhadapan dengan hukum.
Aku tidak mempertimbangkan bahwa, sebenarnya Fatin memiliki paras yang sangat rupawan, namun sekali lagi jika tidak aku sedang berhadapan dengan perjuanganku dalam memperoleh cintanya Athalia. Aku sudah tidak tahu mungkin saja aku sudah bisa kebablasan.
Hanya aku menyadari bahwa suhu jadilah perjuangan terberatku, tapi bukankah aku laki-laki. Dan aku tidak membayangkan, aku terlalu gegabah dalam kelolok-olok perempuan itu.
Karena pada dasarnya Pati memiliki kecantikan yang bisa dibayangkan dia adalah kembangnya kampus di fakultas Ekonomi.
Meskipun aku masih sadar bahwa ini adalah bukan terjadi hujan terberatku dalam proses cinta terhadap Atalia, lagi-lagi Aku terperangkap pada kecantikan perempuan yang ada di hadapanku ini.
Tanganku meme jet lampu temaram, lagi-lagi aku menguji kepada perempuan itu, dan tidak ingin buru-buru ketahuan--bahwa sebenarnya aku adalah Austin laki-laki yang digilahi perempuan itu---.
Aku terus menyerang dengan bahasa-bahasa hukum agar perempuan itu menyerah, aku berikan sanksi-sanksi jika uangku tidak kembali sebagaimana disepakati.
"Bukan saja kamu yang terancam bangkrut tapi orang tuanya juga akan terancam bangkrut. Makanya satu kata kamu menyerah demi kasih sayang padamu daripada orang tuamu."
__ADS_1
Bersambung****