Ternyata Istriku Anak Bos Perusahaanku

Ternyata Istriku Anak Bos Perusahaanku
Atha:Dijadiin Yang Ketiga Juga Aku Mau Om!


__ADS_3

"Lain kali, perlakukan manusiawi siapapun orangnya dan apapun profesinya...jadi jangan main usir saja termasuk pada Pengamen Badut yang datang kemari!!..."aku mencoba untuk menasehati Pak Satpam di kantorku.


"Ya Pak Austin sekarang Aku akan mencoba apa yang Bapak katakan, aku terlalu terobsesi pada hasil rapat, bahwa selain klien, rekanan dan karyawan aku harus benar-benar melakukan yang ketat. Jadi maafkan aku pak, karena semua aku kulakukan sesuai dengan protapnya..."ujar Pak Satpam sambil betulkan mobil punyaku. dengan geser-geser dan mencari space agar mobil bisa keluar.


segera pukul 15.30 aku niatkan dari pulang.


Setelah pulang kantor, aku mencoba mengecek kediaman Atha.


Betapa terperangah nya saat aku melihat beberapa kendaraan taktis satuan Polisi Pamong Praja tengah berjejer mereka tengah melakukan razia.


Gelandangan pada umumnya mempunyai pekerjaan tetapi tidak memiliki tempat tinggal yang tetap (berpindah-pindah).


Sebaliknya pengemis hanya mengharapkan belas kasihan orang lain, serta tidak tertutup kemungkinan golongan ini mempunyai tempat tinggal yang tetap.


Aku mencari-cari orang yang diduga Athalia, aku mengecek dengan petugas Trantibum yang melakukan razia di daerah tersebut.


Petugas memberikan datanya, baik yang sudah sampai di kantor maupun yang hendak diberangkatkan atau diangkut dengan kendaraan taktis gabungan satpol PP polri dan TNI.


Namun aku tidak melihat ada aturan di sana. Sejenak aku berpikir, kemana perempuan itu? Ada di mana sekarang mungkin dia berlari karena ketakutan.


"Sayang maafkan Austin, yang tidak bisa menjaga kamu. Kenapa waktu itu aku membiarkan kau Pergi, mungkin yang datang ke perusahaan adalah Austin.


Mungkin engkau yang datang yang diusir usir oleh satpam. Kini aku tidak tahu ke mana lagi mencari engkau


Kenapa waktu guru ketemu di warteg tidak saja kau terbuka bahwa sebenarnya aku adalah wanita badut yang pertama kali aku ketemu dia berapa Jam berapa merah itu??


Aku langsung hubungi ke kantor tamtibung di mana bara gelandangan pengemis sudah terkumpul di sana termasuk pengamen-pemain baru yang digaji oleh tim gabungan pol pptn polri.


Assalamualaikum Pak barangkali Bapak melihat foto orang ini, atau seseorang yang bernama Athalia Buqi Andika??..."sayangku kepada para petugas sambil meminta agar daftar orang-orang yang dirazia aku foto.


"Silakan aja cek Pak di sini Adakah yang Bapak maksud?? Ini adalah nama-nama orang yang kena razia kepada sore hari ini."ujar petugas razia sambil memperlihatkan beberapa lembar yang berisi nama-nama orang yang terkena razia.


Aku teliti satu demi satu ternyata tidak ada, aku cek pengamen topeng-topeng badut, lagi tidak ada ke mana dia??


Benar-benar aku dipusingkan dengan situasi yang demikian sangat tidak kondusif. Ke mana Atalia? Mungkin dia saat ini telah menderita dikejar-kejar oleh petugas saja?!..."pikirku.


Namun ketika aku sampai di sebuah taman, aku melihat gadis manis itu Tengah duduk dengan muka tertekuk.

__ADS_1


Air matanya bederai pipinya.


Aku berusaha untuk menghibur perempuan itu.


"Selamat pagi Neng??..."Aku menyapa dengan hati-hati.


Perempuan itu tidak menoleh dia malah menyembunyikan mukanya.


Tangisannya malah membesar.


"Om jahat, kembalikan topeng badutku... Aku nggak mau mukaku terlihat jelek....hiks...hiks.


"Enggak, aku nggak ngambil topeng badut mu, aku Austin... Pengemudi yang ketemu aku di prapatan lampu merah itu yang aku kasih 10.000..."aku terpaksa berterus terang, Aku tidak mau perempuan itu benar-benar larut kesedihannya.


Perempuan itu makin menyembunyikan mukanya. Ya tahu yang di sampingnya adalah pria yang paling gila cinta di dunia ini, selain bapaknya dan orang-orang yang telah berbakti kepada orang tuanya dan Tuhannya.


Jangan lihat mukaku om, Aku jelek Om nanti Om benci padaku... Terus kalau sudah membenci aku tak akan menderita.


Aku paham pasti Natalia sedang mengalami paranoid. Sebagai perempuan yang memiliki kehalusan jiwa namun tertutup oleh sebuah topeng badut sudah pasti ia akan banyak terusir dari lingkungan dan sosial.


Aku tidak bisa mengatakan menguji memuji dan seterusnya karena di posisi Atalia sekarang yang sedang dropp.


Sesuatu yang aku harus healing terapi terhadap dia adalah pembantu muleks yang administrasi di satuan polisi pamong praja.


Tidak ada waktu lagi aku untuk merayu-rayu, yang jelas satu yang harus aku kembalikan adalah kesenangan dia jadi topeng badut.


Jujur aku belum bisa mengembalikan posisi perempuan itu menjadi posisi yang layak untuk saat ini.


Mengingat situasi yang belum memungkinkan aku khawatir ketika aku memaksakan diri pun malah justru akan menjadi sesuatu yang berantakan.


Aku bangkit, Aku ingin segera menghubungi pihak kepala Kepolisian kamu belajar untuk membantu menyelesaikan perkara administrasi Athalia.


Benar saja ketika aku melangkah perempuan itu menyapa dengan penuh harap.


"Om bantu Atha om....om jangan tinggalkan Atha Om!!..."


Aku segera membalikkan badan. Aku melihat perempuan itu dalam kondisi 100% real Athalia yang cantik jelita meski tidak terpoles make up yang tebal. Tapi perempuan itu sangat memanjai tubuhnya.

__ADS_1


Meski hatiku berdesir, aku tidak serta merta menunjukkan rasa kagumku terhadap perempuan itu. Aku harus benar-benar bisa menjaga perasaanku agar dalam segala sesuatunya bisa termenej dengan baik.


Benar saja ketika aku bisa menjaga diri malah Atalia yang tanpa tergila-gila.


"Om, aku tahu Atha jelek, sehingga Om menghindar dari aku, tapi pasti Om punya anak perempuan, dan bersih Om sayang sama anak perempuan, ke sini aku Om bantu aku!!..."


Perempuan itu tampak duduk bersimpuh dengan muka tertekuk dia tidak sanggup memandang wajahku. Laki-laki yang dicintainya, meski perempuan itu tahu mungkin aku sudah berkeluarga, mengingat usiaku yang memang sudah tidak mudah lagi.


Di sinilah aku mulai mudahkan diri untuk membesarkan hati perempuan itu.


Namun bagaimanapun aku harus tetap menjaga kehormatan perempuan itu.


"Dari mana Atha tahu aku sudah menikah?!..."tanya aku sedikit berseloroh.


Pasti dong Om, masih Om udah menikah,"


Tapi meskipun sudah menikah, seandainya Atha aku nikahi mau nggak??..."


Perempuan itu mendongak, air matanya tambah turun dengan derasnya.


Om jangan bercanda, aku ini gelandangan, aku ini pengamen jalanan, tidak pantas aku untuk mengidolakan Om... Nyimpan di hati aja aku udah nggak pantas, apalagi sampai berharap aku bisa menjadi istri Om...!!"


Hampir aku melompat dengan kata-kata atau diri yang sangat merendah sekali. Aku yakin dia bukan wanita sembarangan. Aku yakin dia Putri yang tersandung dan dari dari sebuah kenyataan.


Kenapa Ia mempertahankan kemolekan tubuhnya, kenapa ya pertahankan daya tahan tubuhnya hingga benar-benar tetap fit.


Sehingga banyak yang menggelari dia dengan satu topeng sejagat.


"Sudahlah, non, bukan waktunya sekarang untuk saling bertukar pikiran, waktunya non sekarang mengurus administrasi agama bisa kembali beraktivitas lagi di lapangan!!...."


Perempuan itu tampak makin kagum sosok laki-laki yang dia di hadapannya ini.


"Meski aku dijadiin yang ketiga aku juga mau Om!"celetuknya makin aku bikin tidak berdaya saja.


Hanya Aku berusaha untuk lebih profesional aja, karena yang dibutuhkan saat ini oleh Atha ia kembali bisa mengurus administrasi dan bisa segera selesai dan ya terbebas kembali untuk menjalankan aktivitas sehari-hari...


Bersambung****

__ADS_1


__ADS_2