
"Aa seandainya teteh tidak bisa memenuhi hasrat Aa sebagai karyawan besar perusahaan. Apakah Teteh akan ditinggalkan?"tanya perempuan itu, Ia terus memandangi topeng badut yang ditumpuk di samping dirinya.
"Kok Aa nggak jawab sih? Jawab dong A, Kenapa sih kepikiran sama Helda yang ada di perusahaan Aa?"
Tujuan Aku kaget mendengar kata-kata Atha. Kenapa ya sampai tahu ada nama Hilda.
Hilda adalah sekretaris handal di perusahaannya. Berarti yang benar Athalia anaknya Pak Andika. Kok tahu persis ada karyawan yang bernama Hilda di perusahaannya.
Aku sudah pura-pura kaget, sekali Aku gagal, kelinci betina ini akan lari lagi. Dia pasti akan lari kencang-kencangnya. Salah satu motivasi besarnya bersama suaminya adalah hidup yang mandiri, sukses tidak mengenalkan orang tua, bisa memperlihatkan kepada dunia bahwa ia juga bisa mandiri tanpa ada campur tangan Ayah seorang CEO perusahaan.
Makanya aku tetap berpura-pura saja, 99,9 persen sudah aku pegang. Dia adalah Athalia anaknya Pak Andika?
Aku sudah tidak bisa menguasai keadaan, saat hampir 100 persen tanda-tanda yang melekat sebagai Athalia anaknya Pak Andika sudah tampak pada perempuan itu.
Aku merasakan bahwa tidak mungkin dirinya sebagai seorang staf ajudan dari bapak Andika bisa mendapatkan anaknya yang secantik ini.
Aku berpikir sesuatu yang sangat mustahil apabila nanti ketahuan Athalia Adalah anaknya Pa Andika.
Inilah yang membuat aku tidak bisa menahan diri, saat aku Tengah berduaan dengan Athalia.
Athalia dengan lahapnya yang memakan nasi bungkus yang aku pesan di warteg.
Ya tidak merasa sebagai anak pa Andika. Yang masih merasa sebagai seorang pengamen badut yang biasa mengisi di setiap prapatan lampu merah.
Tidak sedikitpun Ia merasa dirinya sudah ketahuan.
Asyik saja dengan dunia topengnya.
Aku sudah mengetahui history Athalia anaknya Pak Andika, dari ibunya yang berkebangsaan Inggris namanya Ny. Deanna Clarion, yang kini sudah meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.
__ADS_1
Bagaimana tidak pencampuran Priangan dan Barat produknya jadi bule Priangan.
"Terus bagaimana aku bisa mengklaim kamu sebagai orang aku, sementara aku belum terjadi ikatan apa-apa sama kamu? Jadi aku bebas kesana kemari tanpa memikirkan keadaan kamu?"aku mencoba-coba untuk melemparkan statement yang kira-kira tidak populer.
Indahnya coba-coba saja meski akhirnya dia tidak nyaman dengan kenyataan itu aku akan kembali meralatnya.
Seketika perempuan itu menjadi burung di tengah keceriaannya.
Enggak atuh kang, karena aku harus dihalalin dulu. Biar akan bebas di mana Aku di mana tapi kita selalu ada di hati masing-masing.
"Maksud kamu, ada dalam bentuk apa fisik apa non fisik??"aku pura-pura pilon.
Terserah maunya apa Aa, mau fisik ok, mau non fisik ok!
perempuan itu sampai menatap aku dengan penuh mesra.
Mendadak Athalia memerah mukanya, "Pasti Aa nggak mau deket sama Teteh, Teteh pasti bau keringat, teteh pasti badan, karena teteh kerjanya bersama para pengamen yang lainnya di perempatan..."
Perempuan itu terlihat kembali sedih tatkala mengingat nasib dirinya, ya mencintai seorang pangeran yang tampan, sementara dirinya tidak bisa berbuat apa-apa, karena sebagai seorang pengamen badut yang kerjanya berpeluh keringat di tengah terik sinar matahari yang panas.
"Mam if you're here, and you were still alive and we are as a complete family, of course I could ekspress my love to my prince beside me...It's a shame I'm currently a clown busker at a red light intersection..."ucap Athalia dalam bahasa Inggris, Ya maksudnya adalah Athalia berharap masih bersama ibunya mamanya yang sudah tidak ada dan dia andai-andai, Jika ia masih bersama-sama dengan keluarga yang masih komplit, sudah tidak ada keraguan lagi untuk mengekspresikan rasa cinta pada pangerannya di sampingnya.
Aku terkesiap berarti ini benar Athalia? Aku tadi menyimak atau dia bergumam, meski bersifat curhatan dan dengan suara yang lirih, tapi ya mabok mengungkapkan dan mengekspresikan dalam bentuk bahasa Inggris yang fasih.
Dan yang paling terkesiap adalah, jika aku simpulkan, dia merasa minder saat ia ingin mengucapkan perasaan, mengekspresikan kecintaannya padaku.
Aku makin sadar dan akan menghargai perempuan ini, betapa diriku sangat bahagia bisa mengenal perempuan ini. Meski aku temui di comberan. Tapi dia adalah berlian dan permata yang sangat berharga
Aku salah tidak mempergoki dia, aku seolah-olah membantingkan perhatianku karena yang lain dan tidak menawarkan Dia berguman dalam bentuk bahasa Inggris. Cukup aku tahu bahwa dia Athalia.
__ADS_1
Cukup aku tahu bahwa dia adalah pewaris CEO di perusahaan di mana Aku bekerja saat ini.
Tapi demi persahabatanku, cuma untuk saling mengungkapkan perasaan aku seolah-olah Aku tidak tahu dia adalah Athalia. Yang aku seolah-olah untuk menjadi sahabat kecil untuk sang badut yang cantik jelita.
Mungkin teknik pendekatan perjalananku seperti ini dulu.
"Neng, seandainya tidak ada madu, Mungkin Sang kumbang itu akan berkeliaran ke sana kemari, dan dia tidak akan berprofesi menjadi kumbang..."
"Kenapa A, kan kumbangnya sudah ada dari sananya, nama kumbang! Walaupun gak ada madu?"perempuan itu terpancing.
"Kamu salah neng, pasalnya kamu kan tahu bahwa kumbang itu menghisap madu. Masa menghisap racun??
Perempuan itu makin bingung, setiap yang diucapkan oleh aku menggugah perhatiannya, menggugah hatinya. Bener bahwa dirinya bukanlah madu yang diinginkan oleh sang kumbang.
Salah lagi aku, Bagaimana sih cara melakukan pendekatan dengan perempuan yang sedang galau, dan tingkat yang dimiliki oleh Australia adalah galau tingkat tinggi. Di satu sisi Dia merasa bahwa dirinya adalah seorang The princess of Andika.
Tapi kenyataan sekarang Dia adalah seorang pengamen badut di prapatan lampu merah. Jadi apa yang harus dilakukan ketika dia mencintai pangerannya??
Aku berusaha untuk meyakinkan Athalia. Bahwa Cinta memang tidak harus dimiliki. "Ketika cinta seseorang berlabuh pada laki-laki atau perempuan, satu yang harus dipegang agar takdir ilahi.
"Terus takdirku aku menikah seseorang yang aku tidak sukai, atau aku hidup sengsara kedung sang-dungsang seperti ini.
Tapi mana mau ada orang yang mendekati aku dalam kondisi aku seperti ini.
Aku seperti kehabisan kata-kata, Aku ingin mengekspresikan kecintaanku padanya. Namun aku makin menyadari bahwa aku ini siapa dia siapa? Meskipun aku belum bisa menyatakan bahwa ini adalah Athalia anaknya Pak Andika. Tapi takdir itu nyaris mendekati 100 persen.
Aku memesan nasi bungkus lagi di warteg, aku akan menyudahi pertemuan ini, khawatir mengganggu dia bekerja. Bukankah saat ini dia masih menjadi pengamen yang produktif di kota ini.
bedambung****
__ADS_1