
Siapa anak muda ini Nak?tanya sang Nenek, saat aku dan perempuan itu menghampiri perempuan tua itu
Neng bawa ke rumah nenek?Jawab Athalia sambil membenahi ransel gendongnya.
"Terus bagaimana ceritanya.Malah yang nenek dengar neng terkena razia,"ranya Nengsih, neneknya Atha. Ya kaget tiba-tiba cucunya membawa pemuda ganteng yang belum dia kenal sebelumnya.
Bingung bagaimana ia harus menjelaskan kepada seorang nenek tua kemudian inilah pemuda pilihan hatinya.
Akhirnya aku yang menjelaskan,
"Aku kekasihnya Athalia Nek..."
Sejenak orang tua itu tampak bengong. Seganteng ini kekasih cucunya. Sang Nenek tampak tercenung. ia tidak bisa menyangka bisa ketemu dengan seorang ganteng yang tadi sudah memberi pengakuan, bawa aku adalah kekasihnya.
Hanya Atalia kelihatan yang masih terlihat belum siap menerima pernyataan aku seperti itu.
"Siapa Aku nggak tahu orang ini dia ngajak tiba-tiba ke nenek!!..."tampak perempuan itu bersungut-sungut.
Aku tidak tersinggung dengan ucapan Athalia. Biasa ya di hadapan sang nenek jaga imej.
Kekesalanku aku tumpahkan saat neng gelis itu dengan berada di dapur.
"Kamu ngomong apa tadi depan nenek?!"aku sudah mulai tampang memiliki keberanian padahal aku sudah menyangka walaupun belum 100% Ia adalah anak bosku.
Perempuan yang sudah merasa bersalah sedari tadi tanpa gemetaran saat aku semprot seperti itu.
Ia terus membelakangi aku, ia seperti tidak mau memperlihatkan wajahnya yang kaku dingin dan gemetaran.
"Aku hitung nih kalau sampai tiga atau tidak mau juga memperlihatkan muka kepadaku tangan ini yang berbicara!!..."aku memberi ancaman dan karena tidak juga bereaksi maka aku mulai menghitung.
Belum genap sampai hitungan ke 3. Perempuan itu segera membalikkan badan.
Sayang, Athalia kurang begitu menyadari bahwa sebelumnya tadi ia kegerahan karena tengah meniup-niup bara di tungku yang belum juga muncul percik apinya.
dan sempat membuka beberapa kancingnya, sehingga dadanya terlihat meski hanya sebagiannya.
__ADS_1
Dan saat berada pada pandangan aku dia masih belum menyadarinya.
Perempuan yang aku prediksi adalah anak Bosku ini seperti tengah memamerkan sesuatu yang paling sangat berharga bagi dirinya yang dipersembahkan untukku.
Dan aku melihat ini adalah momen kesetaraan aku di mana raja dan ratu bertemu dalam sebuah tempat yang sederhana.
Aku tidak melihat lagi Natalia sebagai wanita pengamen topeng. Tapi melihat seorang ratu yang akan aku sunting sebagai raja.
Aku pandangi Athalia bukan dengan nafsu berahi tapi dengan sebuah realitas yang pada akhirnya aku bertemu dengan sebuah keajaiban di muka bumi ini
Athalia bukan hanya sosok pribadi yang sangat hamble, sederhana serta sosok yang tidak pantang menyerah, tapi adalah kekasih hati aku.
"Meski kau perlihatkan sesuatu yang sangat paling berharga sekalipun Aku tidak akan pernah bergeser, aku tahu kau cantik aku tahu kau memiliki fasilitas tubuh yang ideal tapi aku bukan dengan itu Atha aku mencintaimu!?..."kata-kataku mulai bedas.
Natalia menyadari ketika mata tajam dan mudah ganteng itu mengarah ke bagian tengah tubuhnya.
Ia menyadari sebagian dari tubuhnya terlihat walaupun sedikit.
Segera perempuan itu membutuhkannya, ya lari sekencang-kencangnya ke kamar dan menangis jadi jadinya.
Kau pasti sombong kau pasti akan angkuh dan banggakan sesuatu yang kau miliki baik harta kekayaan pangkat janda dan jabatan termasuk tubuh yang sehat yang cantik.
Tapi saat ini kau semua itu kau tidak menyangka bahwa aku sudah mengetahui siapa kau sebenarnya, jangan kau merasa minder sayangku aku tahu siapa engkau tinggalkan buktikan lagi satu persen lagi bahwa kau adalah anak Pa Andika, CEO di perusahaanku.
Sang nenek sontak kaget ketika lihat Natalia lari ke kamar dan dia tidak mau membukakan kunci dari dalam kamarnya.
Apa yang kau lakukan Aden, Apa yang kau lakukan terhadap cucuku!!..."sang nenek akhirnya semprot aku.
Aku juga masih bingung aku harus menjawab apa kepada Nenek.
Aku masih mendengar lapat-lapat isak tangis perempuan itu di dalam kamar. Ya salah menyalahkan aku. Kenapa aku hadir, Kenapa masuk ke kehidupannya, padahal dirinya Tengah nyaman-nyamannya bersama nenek.
Sama ini akhirnya sadar, suara itu sebenarnya bukan kesal karena kehadiran sama pangerannya, tapi bahagia bahwa akhirnya ia bisa memiliki buah hati yang sama dengan yang lainnya.
Sang Nenek sudah tahu Athalia adalah orang besar yang terbuang, dia adalah Putri seorang saudagar yang sedang mencari jati dirinya.
__ADS_1
Dan secepat itukah dia harus terbongkar semuanya? Nenek sudah tahu identitas perempuan itu dia memang bukan cucunya Ia hanya berusaha untuk merawat agar wanita itu terlihat tidak terjatuh dalam kehinaan dan kenestapaan.
Aku berbisik pada sang nenek, karena siang ini ternyata sudah paham bahwa Natalia sudah merasakan ada kemistri dengan aku.
Aku membisikan sesuatu pada telinga nenek dan Beliau faham bahwa aku adalah obat yang mujarab untuk bisa menghilangkan keegoan dan kesombongan cucunya.
Silakan anakku kau buat berbuat yang terbaik untuk cucuku aku yakin engkau adalah orang yang cocok untuk cucuku.
Tidak mungkin anak itu mempersilahkan dan membawa ini kalau tidak dia mengetahui sejauh mana engkau anakku.
Sang nenek langsung ke dapur ia melanjutkan lagi menanam air dan nasi di tungku yang perlu perjuangan itu
Aku mulai berbisik pada atau yang tengah masih kedengaran terisak di dalam kamar.
Neng upami Eneng tetep membiarkan Aa sendiri dan Neng tidak sedikitpun peduli kepada Aa kemungkinan Aa pamit saja!?
Kecuali Athalia mempersilahkan masuk ke kamar bersama-sama dengan neng di sana!!..."
Masih tidak ada jawaban, malah kedengeran hisapnya makin membesar.
Sekian lama aku mendengar kisah akhirnya terdapat jawaban yang cukup menyenangkan hati.
"Pokoknya teteh nggak ridho, teteh nggak rela...Aa telah lecehkan!! Kenapa sih Aa masuk ke dapur tanpa pemberitahuan Neng, coba keluar nggak Ke dapur tidak akan terjadi semua itu!!..."
Aku baru faham bahwa sebenarnya permasalahan itu yang jadi penyebabnya.
. Aku tersenyum ternyata sangat Virgin sekali wanita yang aku prediksi sebagai anak bosku ini.
"Aku tidak sengaja Neng, lagian dapur itu bukan tempat private, apakah Aa salah masuk ke dapur, kehausan belum ada air... Lagian siapa suruh Neng buka baju!?..."
Perempuan itu diam dia tidak banyak mengomentari aku lagi.
Tapi Neng khawatir aa pergi setelah tahu Neng jelek, tidak sesuai dengan harapan Aa.
Pastinya Aa pengen perempuan yang montok, putih, cantik tidak seperti ini sedangkan Neng hidup seadanya, makan seadanya, istirahat seadanya..."
__ADS_1
Aku tidak banyak berkomentar lagi semua yang di absen oleh perempuan itu memang sudah ada pada dia sendiri. Menurutku cantik itu relatif, dendam cintaku terhadap perempuan itu bukan lantaran karena dia adalah anak CEO aku di perusahaanku, tapi aku cinta pada pandangan pertama saat aku memberi uang rp10.000 pada seorang pengamen badut yang tampak berlalu lelah mencari dan mengejar-ngejar rezeki di tempat-tempat yang tidak pantas bagi seorang anak kecil seperti itu.