Ternyata Istriku Anak Bos Perusahaanku

Ternyata Istriku Anak Bos Perusahaanku
Aa Nggak Rindu Sama Teteh?


__ADS_3

Setelah didata dan diberikan pengarahan pihak petugas akhirnya Athalia diizinkan pulang.


"Aa, teteh mau pulang aja khawatir nenek menunggu, ia nangis terus ketika dia mendengar teteh kena razia!!"perempuan itu namun tetap mengekor padaku.


Aku tidak pernah memberikan peluang sedikitpun untuk bermanja-manja. Toh aku yakin dia orang hebat.


Atuh Aa...da teteh teh kepengen pulang, terus saya mau dibawa kemana?? Kan Aa mah orang baik. Tolong dong bawa teteh ke nenek..."


Lagi Athalia terus merengek, namun sedikitpun  aku tidak gubris.


Aku membawa dia ke Hotel. Terlalu lama di lapangan dia jadi banyak kaku dan malu.


Mulai aku yakin ya bukan berasal dari orang kecil dia pasti berasal dari gedongan. Cara Atha merawat tubuh sudah bisa, menata rambut wanita muka, facial ia bisa.


Uang hasil ngamen selain dipakai makan dan di berikan ke neneknya Ia cicil untuk beli make up. Hasilnya tetap kinclong karena selalu tertutup oleh topeng badut yang dikenakannya.


Di hotel ya duduk di lantai yang tidak mau duduk di kursi.


Ada kamu pasti orang besar orang gedongan orang kalangan berada, carikanlah kamu terlalu lama di lapangan terlalu lama dalam penderitaan sehingga kamu belum bisa beradaptasi lagi dengan lingkungan gedongan.


Beruntung aku segera mengamankan perempuan itu jika tidak ia menjadi santapan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Setelah ketahuan ternyata gadis yang terbalut topeng badut tersebut ternyata cantik dan semok.


Setelah makan aku mengajak dia untuk ngobrol di dalam hotel.


Perempuan itu tidak mau curiga sama sekali dia dibawa ke dalam hotel. Uang rp10.000 yang ya dapatkan dari laki-laki itu sebagai mahar bahwa laki-laki itu adalah laki-laki baik.


Pemberian uang rp10.000 bukan lantaran melihat wajahnya yang cantik dan tapi terbit terasa kasihan pada pemain badut.


Azalia tahu bahwa dirinya cantik jelita sehingga kemanapun dia pergi selalu menjadi buruan mata laki-laki jahil.


Bahkan di rumah sendiri kepada samamu banyak yang melamar dari kalangan gedongan. Berikan untuk belajar mahasiswa.


Namun selalu ditolak oleh Atalia karena ia ingin konsultasi mengurus nenek.


Namun entah kenapa sama laki-laki yang sudah berumur ini Ya sepertinya tidak bisa menolak. Ya paham dalam hotel ya sendirian dan tidak bisa lari ke mana-mana. Namun dia pasrah dia tidak pernah bagi aku kasar kepada orang yang dihadapannya.


Atha, tidak takut sama Om? Padahal bisa saja Om jahat Pada Atha.


Perempuan itu menggilelengkan kepala. Yang tidak pernah merasa takut dengan laki-laki yang dihadapan lain.


Jalan-jalan ada orang yang masih jas 10.000 paling juga ya masih 1000 begitu juga sering dimaki-maki.

__ADS_1


Seandainya Om mau memperkosa atau Sekarang atau tidak akan berteriak?? Tanya kok bagaikan kesetanan.


Sekali lagi Atha menggeleng  tandanya ia tidak takut pada laki-laki yang ada di hadapannya ini.


Aku mendekat, tanganku mulai meraih bahu perempuan itu. Sekali lagi semua dalam bentuk kesadaran.


"Kenapa kau tidak takut padaku Atha?? Aku berbisik di telinganya


"Karena aku suka sama Aa..."


"Suka sama apanya?"


"Nggak tahu pokoknya Aa baik deh..."


"Oh karena Aa ngasih uang 10000...waktu itu??"


Perempuan itu mengangguk, "jadi harga kamu rp10.000 ya??".


"Terserah... Pokoknya Aa baik deh."


"Kita nikmati malam ini di sini bagaimana Atha..."Aku makin kejam saja meneror perempuan itu.


"Terus emang  Aa suka sama aku??"


"Terus kalau sudah ketemu teteh Aa mau apa??Atha mancing-mancing.


Aku tidak panik dengan pancingan Athalia. Ia memang jinak-jinak merpati.


"Mau kasih uang, mau kasih makan dan mau kasih topeng badut baru..!!"


Perempuan itu mendadak membalikkan badan, ia menangis,


Aa...kenapa sih baru sekarang ketemu laki-laki sebaik Aa...terus betul nggak akan ngapa-ngapain Teteh...??"tanya perempuan itu sambil terisak.


Aku tersenyum, misiku berhasil, salah ngomong bisa berakibat fatal. ternyata mungkin  terlalu banyak gombalan pria yang ia terima puluhan, mungkin ratusan. Maka salah satunya ia bersembunyi di balik topeng motivasinya menghindari dari kejaran laki-laki.


Namun pria ini, ikan yang sudah dihadapan mata saja ia tidak memanfaatkan.


Padahal dengan laki-laki ini dirinya sudah tidak punya daya tawar lagi. Toh sudah kadung suka.


Entah kenapa sama perempuan ini, bukan tidak ada nafsu, dekat saja sudah terasa komplet.

__ADS_1


Justru makin aku jaga Imej, Athalia makin tergila-gila. Ia membalikkan badan dan memandangi dengan penuh kerinduan.


Aku santai saja dipandangi sedemikian rupa, aku membayangkan jika sampai aku sama sekali aku memandangi perempuan itu sesuatu yang buruk bisa saja terjadi.


"Aa atuh halalin dulu Teteh, biar jadi nomor berapa juga, entar Aa bebas bawa aku kemanapun juga..."rengeknya.


Benar-benar aku dibuat gemes lihatnya juga. Katanya banyak memancing-mancing.


Aku tidak terpengaruh lihat perempuan itu. Semua adalah godaan kehidupan. Aku hanya menunggu sampai malam tiba aku akan menyerahkan kembali ke Sang Nenek. Nanti suatu ketika aku sudah benar-benar matang aku bakal susul perempuan itu.


Perempuan itu berusaha merayuku agar aku terpengaruh dengan berbagai cara, namun aku cukup kuat.


Sampai tiba malam, akhirnya aku bisa keluar dari hotel bersama.


Tidak ada peristiwa apa-apa, di kamar hotel itu, artinya aku berhasil melawan hawa nafsu yang menyala-nyala.


Aku naik mobil yang sudah aku sediakan kantor sendiri.


Pas menaiki mobil perusahaan, bekas Pak Andika CEO perusahaan yang kini dijadikan mobil operasional, aku melihat ad a potongan photo yang ada tulisannya berbunyi.


My Dear Atha...


Selamat ulang tahun yang ke 17anakku, meski kau sekarang tidak tahu berada dimana, tapi papa tidak akan berhenti mencarimu...dan kini sudah berusia genap 17 tahun.


Love


Andika.


Aku buru-buru menyimpan photo itu. Khawatir perempuan keburu itu tahu.


Jangan-jangan perempuan yang dimaksud Andika adalah Athalia ini, namun aku belum mempercayai seratus persen, tapi rahasiah besar ini sudah aku pegang.


Meski sekarang menjelma menjadi perempuan pemalu tapi watak keras dan fokus dalam bekerja sudah memiliki kemiripan.


"Atha, sudah aku temukan 99,9 bahwa kau adalah anak Andika tapi masih perlu pembuktian, jika benar kau adalah anak Andika berarti aku adalah satu-satunya pewaris CEO perusahaan di tempatku bekerja.


Mobilku berhenti pas di areal kumuh, aku kemudian membuka pintu mobil bagian belakang seperti aku membuka untuk tuan putri.


Athalia belum juga turun, ya tidak mau diperlakukan istimewa.


Jadi saya minta aku agar perlakuan biasa-biasa saja.

__ADS_1


Bersambung***


__ADS_2