Ternyata Istriku Anak Bos Perusahaanku

Ternyata Istriku Anak Bos Perusahaanku
Dan Buka Dulu Topengmu!


__ADS_3

Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Demikian peribahasa yang mungkin bisa disematkan pada si Perempuan badut yang aku cari selama ini.


Sekuat tenaga dia bersembunyi akhirnya aku dapat menemukan juga??


Semua karena perjuanganku tidak mudah, penuh liku-liku untuk menemukan di mana perempuan itu berada. Aku habiskan uang, waktu dan tenaga serta pikiran.


Atas kerja keras yang aku lakukan, ditambah doa orang tua. Akhirnya semua kerja kerasku membuahkan hasil. Aku menemukan targetku sedang makan di warteg, 


Namun aku dilanda kegalauan karena dia tidak memakai kostum badut yang ia gunakan sehari-hari. Sehingga aku benar-benar galau Apakah benar perempuan yang sedang aku cari selama ini??


Benar-benar Aku bimbang, khawatir salah bisa berabe. Hanya apabila dilihat dari ciri-ciri yaitu bentuk muka yang melempar senyum di perempatan itu memang betul dia??


Aku yakin dia? Tapi aku bimbang Apakah benar-benar dia?? karena dia tidak menggunakan kostum badutnya.


Aku pura-pura memesan makanan. kalau hanya karena mematung di sana saja rasa-rasanya nggak elok.


Dia tampak asik aja mengkonsumsi makanan yang kurang begitu bergizi.asalnya, sekenyang saja tampaknya


Ia sudah menyelesaikan makanannya. Aku melihat dari saku bajunya ia mengeluarkan uang receh. Mungkin kurang lebih ada sekitar 30 ribuan.


Dilihat dari karakter dan profesi yang ia geluti benar ini yang aku maksud. Tapi sekali lagi Yang aku khawatirkan adalah ketika dia tidak menggunakan kostum jangan-jangan dia bukan yang aku maksudkan.


Assalamualaikum neng? Sapa aku. Saat dia kehendak membayarkan uang, kakak harus memberanikan diri.


Ia menoleh ke arahku. Betapa kagetnya perempuan itu setelah melihat paras mukaku. seperti laki-laki yang ia cari selama ini sehingga kadang-kadang bablas tidak kebagian waktu dan uang pun sangat nipis.


Namun tampak Ia sepertinya jual mahal. Tampak tenang saat menjawab


Waalaikumsalam! Jawabnya kencang seolah-olah tidak memberikan kesempatan menerima pertanyaan susulan, frigid dan kaku.


Aku yakin ini bukan dia, perempuan yang aku temui di Prapatan itu terlihat orangnya ramah, manis dan ikhlas.

__ADS_1


Namun ini beda--memang dia cantik-- tapi aku belum melihat bahwa ini yang aku maksud.


"Uda berapa yah pesanan makan aku tadi??..."tanya perempuan itu sambil mempersiapkan uang recehnya. Nada suaranya tetap tinggi, jelaskan sangat kontradiktif dengan perempuan yang aku cari.


"Kamu lupa ya mentang-hutang disambangi pria ganteng, jadi menurut amnesia. Biasa juga kamu kalau makan udah kurang lebih dari rp20.000."jawab pedagang warteg.


perempuan itu nampak berusaha untuk menutupi lagi karakter yang sebenarnya, dia senang melihat laki-laki yang ada di hadapannya ini tidak mencurigai bahwa perempuan yang main badut di perempatan adalah dirinya.


Neng ngomong-ngomong besok ngamen badut sama  siapa??...."sang pedagang warung bertanya, dia tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. setahu dia kepo itu biasanya berkenaan dengan bila ia jajan nanti yang mempersiapkan makanan khasnya yaitu sambal balado.


Perempuan itu langsung mendadak gemetar. ya akhirnya ketahuan bahwa dirinya adalah pengamen badut,


udah sebenarnya iya sedang dalam kondisi menutup-nutupi agar tidak terdeteksi bahwa dia adalah pengamen badut.


Akhirnya aku menyadari bahwa sebenarnya perempuan inilah yang kau cari selama ini,


jika kemarin aku melihat hanya sepotong saja kemolekan dan kecantikan perempuan ini karena terhalang topeng, Sekarang aku sudah bisa melihat secara 100%.


Namun semua orang tahu bahwa potongan tubuh seperti itu, adalah anak sultan atau anak Saudagar.


Aku kembali mengalihkan perhatian kepada pemilik warteg tersebut, Aku bersifat pro aktif, Biarlah lepas hari ini nanti juga bisa ketemu lagi di lain hari. Daripada aku menunjukkan sikap yang tidak bersahabat.


satu demi satu, rahasia . pergi juga dia hanya berdiri mematung sambil gemetaran.


Perempuan yang tampak masih renung dan masih berusia belia ini justru malah seperti ketakutan tidak juga mau beranjak di tempat itu.


Berapa semuanya??..."aku bertanya tegas aku yakin perempuan yang ada di samping itu adalah benar perempuan yang aku sayang selama ini.


Aku jadi seperti jual mahal ketika melihat perempuan itu nampaknya justru malah kebalik jadinya 


"12000 Pak!!..."

__ADS_1


"Ok, ini uangnya, sebentar saya mau tanya apakah ke warung sini ada pengamen badut perempuan yang ciri-cirinya cantik masih muda tidak suka berdandan kalau dilihat dari gaya bicaranya seperti orang Sunda gitu?


Aku bertanya, Aku sengaja membiarkan perempuan ini pergi biarlah kalau memang jodohku aku akan mempertemukan kembali tapi kalau memang hari ini aku bisa jadian jadian aja sekalian.


"Oh yang Bapak maksudkan pengamen baru perempuan yang masih belia dan ciri-ciri yang dimaksudkan ini yang di samping Bapak ini!!...."


Aku melihat perempuan ini sedemikian rupa dia sudah tidak bisa lagi menahan diri.


Agar terjadi persepsi lebih baik antara jadi anaknya ke luar kota. namun apa daya aku tidak bisa menghubungi keluarga itu.


Benar-benar ia menangis jadi-jadinya ternyata laki-laki yang saat ini diimpi-impikannya ketemu ya berusaha untuk akting tapi ketahuan semuanya.


Memang dia sudah beli ikan apabila ketemu dengan sang arjunanya dia akan membuka semua topeng rahasianya karena ia sudah tidak tahan lagi menahan beban asmara.


Ia nyaris ingin gantung topeng, dia ingin pergi jauh semata-mata untuk mencari sang Arjunanya ini.


Dan kami sudah menemukannya ia sudah tidak bisa mempertahankan lagi Keegoisannya.


Kayaknya bukan ini deh salah mungkin Mbak, yang aku temui itu dia berparas cantik, karakternya lembut, bahasanya nggak baik. Kalau yang orang ini mbak kan dia tadi bagaimana kara-katanya.Kasar bukan??


Aku berusaha untuk mengelak dan menepis semua kata-kata tukang warteg ini terkait kebenaran wanita di hadapanku, sikap tidak pro aktif ini sebenarnya untuk membuktikan bahwa dia benar orangnya. juga caraku ini adalah salah satu caraku untuk mengembalikan kesombongannya.


Padahal batinku sudah rapuh dan aku nyaris Kehilangan kesadaranku rasa-rasanya aku ingin menangkap dan memeluk perempuan itu.


Kalah argumen si Mbak tukang warung bergumam, "Yah nggak tau lah, kalau gitu mah, karena yang aku lihat Si Eneng ini kan orang Sunda, "


Merasa terdesak dan hampir terjawab semua persoalan tentang dirinya, ia akhirnya keluar dan berlari dari warteg. Berhasil menyelinap di balik kerumunan kota.


Aku kaget, aku segera mencari perempuan itu, kenapa sih aku menjadi cuek dan kaku tersebut, toh dia tidak akan lari.


"Pak betul itu orangnya yang dimaksud Bapak, tenang senang saja. dia memang sering beroperasi di sini."ujar membesarkan hatiku.

__ADS_1


__ADS_2