Ternyata Istriku Anak Bos Perusahaanku

Ternyata Istriku Anak Bos Perusahaanku
Fatamorgana


__ADS_3

"Kali ini gua nggak salah, Brow! gua dapetin di perempatan Jalan Geusan Ulun...cakep banget! cewek ini tipe gue banget!" ujarku benar-benar Kegirangan.


Namun kayaknya salah tempat, Boim nanggepinnya bukan dingin dan sinis.


"Wuih keren banget nih... emang ada cewek yang seperti itu!


"tapi hemat gua, nih gua nyaranin lu yang pasti-pasti aja deh, ntar keblinger kalau berpikir yang nggak-nggak!!


Kalau memang ada ya syukurlah, kalau hemat gua mah jalanin aja yang ada lo jangan ngada-ngadain yang nggak ada! jatuhnya gua jadi kasihan!!


Makanya gua pilihkan Fathin biar nggak terlalu ngawur kawan! coba Lo pikir kurang gimana cakep Fatin, ngapain lagi lu cari-cari yang nggak jelas-jelas gitu, mending yang pasti-pasti aja deh!


Boim terus bombardir aku laksana negara adidaya seperti Rusia yang terus menerus nggak kasih kesempatan buat lawannya.


"Aku sih nggak terlalu dipusingkan dengan apa yang diomongin oleh Boim. itu dia hanya promosikan Fatin, itu kan mungkin saja ada udang di balik batu. Makanya segala omongannya bagi gue nilainya 0."


"Tuh kan apa dikit-dikit ngelamun berjam-jam, kenapa sih lo? nggak berkenan sama petunjuk gue, Ya udah kalau nggak berkenan yang lagi dengerin gue, ok?


Boim nampaknya udah putus asa. aku sih, menangkapnya dengan santai, mau frustasi kek, masih mau jalan bareng berkawan no problem.


Ngomongin Boim belum nyentuh banget, banyak yang masih promosikan Fatin dan itu udah nggak laku bagiku. Emang aku anak kecil bisa ditenteng sana tenteng sini. Ya, nggak lah!


Boim rupanya udah kehabisan amunisi kata-kata, makanya aku bilang udah tutup udah jangan banyak cakap, close saja, ngapain di panjang-panjang juga toh dia nggak akan gua pikirin.


sepanjang masih nawarin Fatin, udah ketahuan nakal maksudnya, setiap ngomong pasti ke sana ujungnya udah ketahuan.


"Ya, hanya sekali lagi gue ngingetin sama lo, gua nyadar bahwa lu adalah bagian yang gak bisa dipisahkan dari gua,


Jadi sekali lagi coba pikirkan baik-baik jangan sampai menyesal ujungnya. kalau lu masih mikirin hal-hal yang nggak-nggak berpikir ngeri ujungnya. gua kasih sesuatu yang real, lo masih aja mikirin hal-hal yang halu... sampai kapan lu bisa move on?"

__ADS_1


Aku pusing dengerin Boim terus berceramah, mendingan kalau ceramahnya yang bikin adem, lha ceramah Boim, cuma satu jurusan arahin ke Fatin aja coba kasih yang alternatif alternatif biar gua bisa lebih efektif memilihnya, Jangan hanya di akhir satu tujuan. ujung-ujungnya kan Jadi ketahuan.


masa tidak ada lagi yang dibicarakan Boim pamit. dampak lewat muka yang kecewa karena belum bisa mempengaruhi aku. harus paham malam ini dia bawa pesan dari Fatin agar aku bisa sambangi dia, tapi karena dia nggak ngasih solusi-solusi udah aku lebih banyak diam aja, nggak respon apa-apa terhadap dia.


Paling ujung-ujungnya kabur, Ya udah kabur sekalian aja.


***


Rumahku malam ini benar-banar semarak sekali. lampu-lampu terang sekali demikian sangat cerah sekali rencananya bakal kedatangan calon mantu mama.


Benar-benar Boim bisa pengaruhi Mama. Mama udah dicuci otaknya sama laki-laki itu. hebat, hebat ia pengaruhi Mamaku.


Mama sedang senang dengarnya kali ini Mama akan mendapatkan calon untuk sarjana ekonomi orangnya cantik cocok buat Austin.


kedengaran Mama ngobrol sama Boim.


Benar-benar di sini aku nggak berdaya banget, di sini gua total hancur berkeping-keping nyaris tidak tersisa.


Boim lempar senyum padaku karena kemenangan dihadapan mata gue.


"Lo sukses sekarang tapi jangan lupa nanti ntar gua bikin perhitungan sama lo..."aku ancam dengan serius Boim, walaupun dengan pelan-pelan dan senyap-senyap.


"Terima kasih engkau telah selamatkan Mama, selamatkan Austin, karena selama ini anak mama Austin nggak pernah memikirkan sedikitpun tentang pernikahan. Ini momen bagus untuk mama bisa melihat secara langsung calon Austin mumpung mama masih hidup.


kepikiran bahwa apakah Mama masih bisa melihat Austin punya bakal calon mempelai perempuan. Ternyata sekarang Mama melihat.


Boim hanya terdiam, ya tahu bahwa kehadirannya tidak diinginkan oleh sahabatnya itu. kerjanya tidak dikehendaki oleh sahabatnya itu.


tapi ya tersenyum saat melihat, Halimah mencucurkan air mata bahagia.

__ADS_1


Aku pun narik napas panjang, emang tidak cukup kuat juga melihat Mama nangis.


Aku jatuh di kaki Mama, Aku merasa bahwa inilah merupakan pengabdian aku. aku tidak bisa lagi melawan takdir yang menyapa diriku malam ini.


Mama hanya mengingatkan kata yah dari aku, chat kedatangan Fatin malam ini dengan gaun yang cukup indah dan jilbab yang menutup kepalanya.


Boim ternyata sudah bisa menguasai semuanya,


Lo menang kawan, gua sekarang nggak bisa berbuat apa-apa terpaksa ngikutin kehendak lo, aku berpikir mungkin ini adalah jalanku. Bagaimana dengan perempuan yang aku lihat beberapa waktu yang lalu di mobil, aku merasa walaupun sekilas itu aku banget. ternyata dunia berubah bukan hanya perlu puluhan tahun depannya cuma beberapa detik bisa berubah semuanya.


Coba demikianlah takdirku tidak bisa memang egois Aku, aku harus mengikuti cerita takdir, Kalau ceritanya alurnya takdirmu Aku menikah dengan Fatin habis mau bagaimana lagi?


Perempuan itu duduk di sofa dengan indah sekali. kamu yang aku bayang adalah perempuan yang ada di balik topeng badut. Indah menawan tiada terkira. ya aku pikirkan, Kenapa ada di dunia ini yang secantik dia, aku melihat walaupun bersimbah keringat dan timpa matahari. tapi sepertinya racikannya bukan racikan lokal, atau setidaknya Iya adalah produksi dari dua genetik yang memiliki tanah bangsawan atau trah biru.


Dari konstruksi wajah hingga dagu terus ke bawah sepertinya berkonstruksi ideal dan sempurna.


Aku tidak dapat membayangkan, Kenapa ada wanita cantik itu di dunia ini. dan kenapa bisa aku dipertemukan dalam kondisi sangat sulit seperti ini. artinya pertemuan dengan orang itu di saat aku Tengah sedang pendekatan dengan seseorang yang sudah aku mengenal sebelumnya.


Aku tersadar saat Fatin menuju aku dan duduk bersimpuh di hadapanku. di sampingku mamaku juga duduk bersimpuh namun di kursi.


"Inilah mungkin yang disebut dengan ta'aruf, bener-bener hasil poin dalam organisasi karena acara dari awal sampai akhir. nyaris aku tidak bisa melakukan counter atas peristiwa pertemuan aku dengan Fatin di rumahku dengan disaksikan orang tuaku.


Nak Boim, terima kasih atas perjuangan Nak Boim mengantarkan bidadari-nya Austin hadapan mama. kebaikanmu tidak akan melupakan seumur hidup Mama. sekaligus Mama doakan semoga kamu mendapat kebahagiaan karena kamu adalah memberikan kebahagiaan pada orang.


juga kepada kamu Nak Fatin. terima kasih atas kesediaan mendampingi yang kini dalam kondisi sendirian. namun Allah bertanya Apakah kamu merasa dipaksakan atau ikhlas menerima Austin apa adanya?


Perempuan itu diam tidak berkata-kata, demikian diamnya perempuan itu sudah bisa dikatakan iya... namanya juga manten baru.


Bersambung***

__ADS_1


__ADS_2