
"Ya Ampun, Mah...beruntung Fathin keburu pergi, kalau tidak mampus kita!!..."teriakku.
Mamaku yang baru saja melepas Fathin kaget, ada apa memang dengan Fikri, kawanku, kok sepertinya ada masalah.
"Lho, kok, ada apa emang, sepertinya ketakutan begitu??" mamaku kaget.
"Nggak! ng-gak ada masalah...ng-gak ada apa-apa!!"ujarku padahal hatiku deg-degan, karena
Hampir saja ketahuan, Fatin abis dari rumahku.
"Pasti ada apa-apa diantara kalian, tapi terserahlah, namanya juga anak muda seolah orang tua nggak boleh tahu hehe!!..."
Aku plong Mama faham
urusan anak muda,
Selama selisih satu jam, datang Fikri dengan sengaja ingin curhat terkait dengan sulitnya berhubungan dengan Fathin.
"Gua pusing banget men, Apa sih yang dimauin oleh Fatin, yang gua nggak ngerti sama itu orang tuanya.
Gua sulit banget ngehubungi pacar nggak dibaca terus telepon nggak diangkat-angkat dan SMS nggak dijawab dia pasti maunya, Nggak ngerti gua!!"gerutu Fiqri usai duduk di sofa lobi rumahku.
Aku menelan saliva, emang barusan mereka habis dari rumah sini, aduh bagaimana ya! Terbit terasa kasihan memang sama laki-laki itu, tapi apa daya baterai Memang udah mulai nggak suka ke Fikri.
Kasihan juga tuh anak ya sampai mabuk kepayang.
"Enak Fitri udah lama nggak ke sini?? Terus tamunya dikasih apa Austin?? Masa dibeliin aja kasih makanan dong minuman apa yang didiemin terus.
Cepet mama. Untung Mama kembali lagi kalau nggak bisa berhenti,bisa cerita Fatin ke sini tadi.
Soalnya mama dan Fikri itu udah sama seperti aku sama dia deket sekali, kalau dulu sih sering mondok.
"Oh ya maaf, ok mau nge-juice apa mau ngopi, Brow?!...."
__ADS_1
"Kayaknya asiknya ngopi aja deh, lihat lu pengennya ngopi, dikit ya jangan terlalu banyak airnya!!"
Sulit bagiku Untuk menjelaskan bahwa hingga hari ini Fatin memang sering datang ke rumahku.
Aku sampai saat ini belum menyatakan cinta, hanya kayaknya dia nyaman banget aku ada didekat dia.
Perihal memang sudah terjadi kecelakaan antara Fikri dan Fathin, Aku nggak terlalu dipusingkan setelah itu hanya cuma kata cerita! Lagian betul nggaknya kan aku nggak paham.
Ini bukan hantaran itu aku makin belum bisa menerima kehadiran Fatin padaku. Hanya karena pada persoalan lain termasuk juga bahwa vaksin bersih memiliki pacar, bahkan hampir nyaris jadi suami istri.
Bayangin kalau sekarang nggak dilanda permasalahan kemungkinan sekarang Ini juga masih akan terjadi adegan hubungan suami istri meski mereka belum ada dalam ikatan nikah.
Aku heran, ada kurang lebih 3 hari yang lalu, sepertinya Fatin abis dari rumah lu deh, OS, tapi aku pikir ngapain juga! Apa gue salah lihat apa gimana yang jelas nggak ngerti banget kalau Fatin ke sini?? Emang motivasinya Apa itu mau ketemu siapa lagi!!
Demikian terompet kata-kata yang akhirnya membuat aku deg-degan! Memang bisa-bisanya ngumpetin permasalahan lambat-laun juga akan ketahuan.
Kayaknya lu salah lihat deh masa sih tapi masuk ke rumah gua, __elu ngada-ngada aja___lagian emang mau nemuin siapa ke sini??"
"Iya deh pasti gue salah lihat, pasalnya bukan apa-apa, akhir-akhir ini makin kepikiran, 5 tahun gua bareng sama dia bahkan perjalanan sudah terlalu jauh kemungkinan gua nggak bisa ngelupain itu saja... Mungkin elu juga paham.
Dalam hati aku kasihan pada kawanku fikri__emang aku bohongin mulu__emang betul Fatin 3 hari yang lalu habis dari rumah, tapi lagi lagi aku nggak bisa nemuin Dia mungkin yang terima nyokap.
Tapi aku hibur dengan ngobrol yang lain-lain terkait dengan yang namanya takdir, referensi gua banyak sih sebetulnya buku-buku yang ditulis oleh Prof Doktor UAS, foto yang paling gua demen itu nggak bisa lebih demen Prof Hamka.
Bahasanya kalem tenang tapi masuk ke hati.
"__emang ku senang sama yang namanya profesor Hamka itu! Meski aku bukan di zamannya kan tapi kalau dari karya-karyanya hingga sekarang gue senang banget puterin kaset kadang bawa cabut aja buku karya beliau itu nyaman banget!"Fikri menimpali, bagaimanapun dia akademisi juga jadi memang sudah sangat mungkin baca-baca karya fenomena Prof Hamka.
"Kalian ngobrolin Fatin Ya emang betul Fatin itu anaknya baik luas wawasannya terus juga Memang dari keluarga baik-baik senang deh kalau memang dapetin mantu kaya dia!!...."
Mamaku dari dalam menimpali, halo kodok degan jangan-jangan Mama akan kebabla san kok belum masalah Fatin.
Wah kenapa ya makin hari makin sesak aja aku, ya udah gimana cara nolaknya terus kemudian ini calon lakinya ngejar Terus kenapa sih aku jadi malah terjebak dalam urusan-urusan orang kayak gini.
__ADS_1
Tapi ya sudahlah kalau memang sudah seperti ini apa yang jadi masalahku adalah sesuatu yang bisa aku selesaikan dengan sebaik-baiknya.
Dalam satu ayat yang disebutkan la yukallifullahu nafsan ila wus'aha!
Jadi aku memang wanita aku seperti ini dan sudah kehendaknya.
Semoga dia aku bisa keluar dari permasalahan ini. Apabila benar memang pasien tidak bisa menjaga kesuciannya, Bagaimana mungkin aku bisa menjadi emangnya kalau aku tidak demikian. Usiaku sekarang mau masuk kepala empat tapi aku masih bisa bertahan untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak berkenan.
Aku menginginkan seorang yang menjadi istriku itu benar-benar terbebas dari permasalahan-permasalahan masa lalunya seperti terjadi pada Fikri.
Kenapa Ia tidak bisa menjaga kesucian saat dia mempertahankan cintanya.
"Aduh jadi mengganggu juga nih barangkali ada punya kegiatan lain, okelah jika aku mengganggu baiknya aku pamit deh, nanti lain-lain kemarin nyantai sambil ngopi malam-malam...!!"
Akhirnya Fiqri pamit, aku menghela hapus beruntung aku nggak keceplosan, jika aku terciduk sebelum waktunya nggak bisa ngeri juga.
"Kenapa sih buru-buru amat, kok masih belum ada agenda hari ini saja kita masih ngopi-ngopi bareng__lagian kita udah agak lama bersua dari semenjak kuliah sampai sekarang__"Aku terus berbasa-basi. agar sesuatu bisa terlihat cair.
Aku nganter sampai pekarangan selanjutnya ya masuk ke angkot yang lewat di depan rumah.
Aku berapa kali mengusap dada, terasa plong, beban satu demi satu selesai.
Bagaimana coba kalau tadi ketahuan sama Fikri bisa berabe, rencanaku bisa berantakan. Beruntung lagi cari mama tidak ikutin Bro ngobrol dengan Fikri.
Meskipun nanti ada muncul kecurigaan dari Fikri akan tetapi sekaligus bisa ditepis.
Gue sebenarnya drama yang sungguh tidak masuk akal tapi mungkinlah alur hidup harus hidup bagaikan kesenangan yang ketuangkan dalammu platform novel_toon, penuh intrik dan mengalir ceritanya sehingga pembaca mudah untuk menganalisa dan mencerna alur cerita yang aku suguhkan.
"Si Fikri tadi nanya-nanya Fatin emang ada apa hubungannya antara laki-laki dengan Fatin??..."ada lantai 2 turun terburu-buru dia penasaran karena Fikri masih kedengaran nanya-nanyain terus Fatin. Aku kaget tapi segera aku berskenario,
"Nggak terjadi apa-apa, yang lain emang dia kenal dengan Fatin tapi sebatas mengenal aja batin kan masih lajang belum ada ikatan dengan siapapun jadi pantas Fikri mengejar juga hehe.."
"Oh kirain apa, Ya wajar sih dia dikerubuti banyak pria karena memang dia orangnya cantik supel, ramah, dari kalangan berada dari keluarga baik-baik, kecuali Kamu yang biasa-biasa aja terhadap dia emang mau cari yang bagaimana lagi sih??..."sindirnya.
__ADS_1
Bersambung****