Ternyata Istriku Anak Bos Perusahaanku

Ternyata Istriku Anak Bos Perusahaanku
Bertemu Papa, Penyesalan Tiada Guna!


__ADS_3

"Sudah cantik kah aku tho?ucap Athalia, sambil berlenggak lenggok di depan cermin kecil yang sudah tidak bening lagi. banyak? dimakan usia.Maklum cermin nenek-nenek.


Athalia berdandan dan sangat menor, Atas saran neneknya, ia harus menunjukkan kepada Austin bahwa dia adalah Athalia anaknya Pa Andika CEO perusahaan di mana Austin bekerja.


Austin SMS sang nenek bahwa sepulang kantor akan singgah di rumah nenek nya.


Namun bagaimanapun ia tidak mau hanya di rumah, nggak seru! Athalia punya cara lain untuk membuat kejutan terhadap Austin.


Salah satu kejutannya adalah Ia tetap bermain topeng badut tidak tahu jodoh tidak jauh dari Prapatan tempat Austin bekerja. Berharap Austin menemukannya dirinya saat dirinya bekerja ngamen.


Pas saat macet, Athalia mulai melancarkan aksinya. Ia keluar dari persembunyiannya dengan menggunakan topeng yang lucu dan menggemaskan, yang peralatannya ia beli dari uang hasil ngamen.


Apa yang terjadi ketika Athalia masuk ke tengah-tengah lalu lintas, biasa ia berlenggak lenggok di depan para pengendara yang sedang mengantri nungguin lampu merah lampu hijau,


Termasuk mobil Alphard juga ternyata berada di posisi paling depan, seketika sang badut itu berhenti terpana,


Karena di dalam mobil itu terlihat jelas papanya dan ibu tirinya, Nyonya Vincent.


Tidak seperti biasanya Athalia pembawaannya ia lincah bergerak di depan para pengendara, justru saat ia mengetahui bahwa di dalam kebenaran Alphard itu adalah papanya ia mematung,


Hingga lampu hijau menyala atau tanda kendaraan bisa jalan Athalia tidak bisa beranjak di tempat itu sehingga hendak maju terhalang oleh dia.


Sang sopir Alphard keluar didampingi oleh ajudannya. Saking kesalnya laki-laki yang tampak ganteng walaupun usianya yang sudah tidak muda lagi menendang pengamen badut hingga terjatuh.


Melihat topeng badut terjatuh bukannya ibak laki-laki itu langsung masuk ke dalam mobil dan menyalakan mobilnya.


Sang badut kemudian bangkit, sayang topeng di kepalanya lepas, semua pengendara yang ada sempat terganggu dan terhalang oleh badut tersebut terpana.


Ternyata saat topengnya terlepas terlihat sosok gadis yang cantik dengan rambut sebahu dan leher tampak cantik bening.


Dan yang paling kaget adalah Pa Andika yang tadi menendang badut itu hingga terjatuh.


"Atha....!" Teriaknya, ia langsing memarkirkan kendaraannya.


Sayang sama badut tersebut sudah hari sekencang-kencangnya masuk ke pemukiman warganya padat penduduk. Bukannya pengamen badut tersebut mengetahui bahwa yang menendang adalah ayahnya sendiri. Dan saat topengnya menggelinding keluar dari kepalanya. Dan iapun tampak terlihat dengan jelas.


"Papah! "Athalia sampai hari puntang-penting masuk ke pemukiman warga.

__ADS_1


Aku lagi mendengar suaranya yang persis dengan Athalia, Andika seperti anak kecil laki-laki mengejar masuk ke dalam perkampungan yang padat penduduk.


Ia tanpa nanti pada hari itu mencari Athalia tetap tidak ketemu.


Ya pulang ke mobil tanpa tangan kosong. Di rumahnya yang banyak menceritakan kepada neneknya bahwa dirinya telah menemukan Athalia.


"Mah, ternyata aku cantik, Ya Mbak bidadari turun dari surga, Aku bangga melihat anakku, ya kerja keras menjadi seorang pengamen topeng badut di Prapatan lampu merah.


Aku bangga punya anak sudah cantik dia juga pintar cari uang dan bisa bertahan hidup di tengah hidup berikutnya Kota Bandung yang sangat padat dan Ketat ini.


Aku bangga, Oh ternyata anak papa yang hebat, papa sadar, Bapak terlalu egois dengan mempertemukan kamu dengan Bana, laki-laki yang digadang-gadang menjadi pewaris perusahaan besar, Iya juga kandidat sarjana terbaik Eropa.


Teringat ibundanya tercinta, yang udah mendahului mereka karena kecelakaan lalu lintas.


Kerasnya pendidikan orang tuanya, plus sering kena semprot ibu tirinya membuat Athalia pergi.


Sudah masuk ke tahun kedua dia pergi dan belum pernah kembali lagi.


Ia berjanji akan mencari anaknya sampai ketemu, ternyata tidak jauh hanya keliling-keliling di Bandung.


Apalagi mendengar cucunya ditendang di tengah jalan sehingga terjatuh dari guling-guling sang nenek menangis seperti anak kecil.


Mama aku sangat menyesal telah menendang aku. Aku berjanji akan mencari dan apabila ketemu aku akan mengikuti apa yang dia mau.


Ternyata anak itu pandai merawat tubuh, bekerja keras setengah himpitan ekonomi yang sangat sulit. Tapi ternyata ia berhasil memiliki dengan baik.


Buktinya ketika topengnya copot Athalia bak Putri dari kahyangan.


Bahkan bukan dirinya saja yang kaget ratusan pasang mata yang melalui alur lalulintas tersebut dibuat berdecak kagum atas kecantikan Athalia..."demikian kisah Andika kepada sang Nenek, yang tampak menangis karena ikut merasa kasihan.


Nggak tega mendengarnya, kenapa kau tega menendang anak itu Dika, Aku tidak pernah mengajarkan bersikap kasar terhadap orang, apalagi ternyata anakmu sendiri...hiks...hiks.."


"Maafkan aku Mak, Aku tidak tahu bahwa itu anakku, ku tak tega ketika dia menggelinding-gelinding di jalan raya, terus terbuka topengnya ternyata ada anakku Athalia.


Aku berjanji aku akan mencari sampai ketemu anak itu. Aku menyesal telah menendangnya, Aku berjanji akan mengganti air matanya yang kesakitan dengan air mata kebahagiaan...."gumam Andika sambil menikah air matanya.


***

__ADS_1


Di Rumah Nenenkku


Kenapa kau menangis nak, apa karena bebeb-mu tidak datang, nggak usah kau pikirkan dia sibuk Mungkin kapan-kapan juga dia kan datang kemari, biarlah Jangan tidur dipikirkan kalau memang lagi itu jodohmu akan ke mana tenang saja!!..."


"Bukan Austin Nek, yang aku tangisi adalah aku ketemu sama papa, alih-alih dia memelukku malah dia menendangku, Aku sakit nek, kepalaku sampai pusing geleng-geleng di jalan, saking kerasnya tendangan, Ibu tiriku bukan yang belum menolong justru malah ya tampak seperti gembira aku tertendang... Aku nggak mau memaafkan papa, Aku mau tetap bersama nenek di sini, ngapain punya papa kasar gitu...!!"


.


.


.


.


Pedagang Bubur 4456, Suatu Pagi


Brow, kenalin dong, calon bini Lo, cakeeep banget, dapat cewek impor yah??..."Didi kawan di kampus S2 ku yang selamanya lagi pada nongkrong sambil makan bubur mengomentari Athalia.


"Ah enggak lah gua masih penjajakan, bagian mana ada yang sama gua dibersihin sudah seperti ini, gua masih nyari-nyari..."


Aku berusaha untuk menyimpan rahasia Atalia khawatir banyak diekspos kasihan dia.


"Ah nggak itu juga, meski dia tampak masih kelihatan kekanak-kanakan ya udah tinggal dipoles saja, sepertinya dia bekerja keras, buktinya dia nggak pernah minta sama lu apa-apa, dapat karyawan hebat gaya lu bisa saja dia minta motor apa kek, dia terlihat nyantai."


Aku membayangkan Atalia sedang apa dia? Ya udahlah, aku kembali teringat sama nenek.


Aku ngobrol sambil nongkrong di Bubur 4456 Langgananku, tidak ada kegiatan yang mumpuni, Aku sengaja untuk tidak terlalu sering mendatangi Athalia.


Kalau sudah berkomitmen dengan sang nenek, ya tinggal dijalankan masing-masing


menurut sang nenek bahwa jangan terlalu sering mengunjungi Athalia. Selain bahaya mengintai juga kurang baik untuk perkembangan jiwanya. Yah maklum anak karakter orang perempuan gedean memang yang sulit diatur.


Kepinginnya jalan ya jalan cari uang, karena ia sudah bisa cari uang sendiri, bisa jaga diri, tahu hinggap di mana, dan bagaimana cara untuk menghindarkan diri dari bahaya.


Termasuk yang terpenting hinggap di komunitas dia yang amah, komunitas yang bisa melindungi dirinya.


Bergabung****

__ADS_1


__ADS_2