
"Ada informasi Bos...!"
Hilda karyawan di kantorku memberitahukan bosku, Andika segera meresponnya.
Ia untuk saat ini lebih dekat kepada para karyawannya, Ia berkepentingan untuk meminta keterangan dari anak buahnya, jangan-jangan Mereka melihat anaknya Natalia yang tengah pernah main di perempatan lampu Merah.
"Oh ya kabar apa jangan-jangan kamu telah melihat anakku... Segera dan di mana dia berada aku akan kasih hadiah bagi yang menemukan anakku dalam kondisi sedang mengamen, apalagi bisa membujuknya untuk menghadapkan kepadaku!
Hilda mengabarkan bahwa ia menemukan topeng badut yang ada di Prapatan lampu merah dekat rumahnya, memiliki ciri-ciri yang sama dengan dengan apa yang diungkapkan oleh Bosnya.
"Yakin Bos, yakin aku melihat badut itu berkeliling-keliling dan seperti apa yang dinyatakan, sumpah Bos aku pernah melihat!!...."ungkap Hilda sambil ia memberikan foto kepada Pak Andika yang tengah saat hendak rapat dengan kliennya.
Di mana kau bertemu dengan badut itu?? Apakah dia masih ada sekarang di sana??
Aku nanti perintahkan Austin untuk pergi ke sana?"Andika tampan serius banget mendengar penjelasan dari Hilda.
"Yakin Bos akun ini makanya saya fotoin lewat ponselku dia tanggal berputar-putar di sana ada kurang lebih Bos 5 menit sampai 15 menit kemudian kembali menghilang.
Oke kalau gitu barangkali aku nanti telepon Austin.
"Halo selamat pagi, pak Austin, dengar suara saya nggak? Posisi lagi di mana Pak?"tanya Pak Andika.
"Posisiku lagi berada di Jalan Supratman?"
Aku dengar suara Austin di handphone Andika.
"Oke kebetulan coba cek badut yang ada di Prapatan sana dan kamu ikuti barang kerja adalah anakku...!"
"Oke oke oke! Siap, bos nanti aku akan ikuti dan kemudian nanti hasilnya saya sampaikan ke bos!!..."
"Oke bagus, bagus, bagus! Segera sampaikan saya rapat dulu bersama klien sudah ada yang sifatnya urgent di WA saja ya?
"Ya siap Bos siap laksanakan!"
Aku segera mencari badut tersebut, ternyata benar di Supratman ada anak badut yang berkeliling-keliling di jalan.
Aku yakin dia Athalia. Tapi masalahnya apa aku tega itu melaporkan atau lihat ke ayahnya.
Dia nanti akan kembali menghilang kalau ketahuan bahwa aku berkhianat kepadanya.
Kira-kira, benarkah dia Atalia ini yang harus betul-betul ke kroscek dulu.
Hingga sore aku nongkrong Athalia ternyata tidak juga muncul-muncul.
Karena perintah ini terus menerus dari bosku akhirnya aku tidak bisa berdaya dan aku terpaksa nongkrongin Natalia terus.
Andika mengeluarkan atau mentransfer uang 15 jutaan untuk nongkrongnya di Prapatan.
__ADS_1
Uang ini untuk hari ini aja, ini momentum bagus karena Hilda sudah menemukan jejak anakku yang saat ini katanya berprofesi sebagai teman badut.
"Oke, aku kirimin uang 15 juta untuk makan aja. Walaupun kamu tidak biasa makan di warteg sekarang makanlah aku kasih kompensasi untuk makanan di KFC atau di restoran recommended.
Andika terus memonitor lewat handphonenya.
Menjelang isya aku baru menemukan perempuan itu tengah kelelahan, di sebuah gang.
Dia tidur pulas dengan beralaskan bekas dus mie instan di sebuah gang sempit, Ia tahu bahwa tempat itu tidak akan mungkin dijamah orang.
Aku tidak bisa menahan diri ketika melihat perempuan itu dalam kondisi terlentang.
Yang aku tidak bisa fahami adalah sesulit apapun dia tetap menjaga kondisi tubuhnya agar tetap fit dan sehat.
Athalia mengetahui kehadiran aku. Ia sangat bersyukur sekali, khawatir laki-laki itu pergi lagi mencobanya membuat sebuah jebakan, bukankah kata orang dirinya cantik!?
Tapi Athalia tidak tahu kenapa orang yang dia sukai dan dia cintai malah terlalu acuh terhadapnya.
Hari ini ia buat jebakan dengan sengaja meninggikan lututnya sehingga betisnya terlihat dengan mudah. ia tidak khawatir pahannya kelihatan karena ia menggunakan celana pendek hingga atas lutut.
Aku seorang laki-laki tahu, mana perempuan yang lagi tidur dan mana perempuan yang sudah terjaga.
Geli juga aku melihat perempuan itu menjebak-jebak aku. Salah satu yang membuat aku aman,
Salah satu yang membuat dia tergila-gila adalah, Aku tidak pernah melakukan tindakannya kurang senang terhadap perempuan itu.
Malah aku sering memergoki perempuan itu terjebak dalam kondisi yang sedikit terbuka. Tapi laki-laki justru aku menghormati perempuan itu dengan tetap menjaga marwahnya sebagai seorang Natalia.
Capek jebak aku karena aku tidak juga beranjak dan tidak terpengaruh dalam kondisi seperti ini.
Akhirnya tadi yang bangun. Dan yang merasa malu dan ulahnya.
"Ternyata kamu bisa nakal juga ya, tapi aku yakin selamat dari yang cantik hingga hari ini masih menjaga kehormatan nya.
Bukan apa-apa gelandang pengemis pengamen mungkin saja masih yang bagaimana gitu! Mungkin terjadi kecuali Kamu!!"ucapkan membuat dia malu.
"Atha sudah tidak punya harga diri lagi Aa... atha terbuang dari keluarga.
Ya sudahlah kalau memang Atha tidak memiliki lagi kehormatan, karena menjaga atau tidak tetap saja label yang aku miliki akan sama dengan yang lain,
Lihat kenyataan ada sedemikian dropp. Dan rasa rinduku yang sangat berdebar-debar, aku berbisik kepada perempuan itu.
"Izinkan untuk melepaskan kerinduan pada mu, kenalan selalu menjadi yang tertuduh membiarkan dalam kondisi membutuhkan kehangatan dari seorang keluarga yang utuh, tapi percayalah bahwa akan menjadi lengkapmu untuk menghangatkan Atha sehingga akan merasa menjadi seorang perempuan yang satunya sebagai ciptaan Tuhan."
Ucapku sambil membuka beberapa buah helai baju yang aku pakai.
Tampak dalam bidang, jangan dipenuhi bulu-bulu yang indah di antara dua spir yang ranum dan indah.
__ADS_1
Ini semua adalah merupakan sebuah bentuk motivasi pada perempuan itu agar dirinya percaya bahwa ada orang yang mencintai dirinya tulus tanpa berharap apa-apa.
Keputusan tidak ada orang yang mempedulikan dirinya termasuk bahwa dirinya adalah perempuan juga butuh kehangatan, aku akan buktikan.
Aku merangsek maju. Aku melihat perempuan yang telah menggunakan baju seadanya. Ibaratnya kaos yang sedikit agak rombeng namun tetap karena yang menggunakannya adalah seorang the princess, tetap saja terlihat bagaikan berlian.
"Aku tidak akan pernah takut walaupun kau anaknya Pak Andika? Dan kau katakan bahwa aku karyawannya terlalu sembrono mempelajari anaknya, aku tidak peduli yang penting aku mencintaimu kamu wahai Athalia...."
Benar-benar aku tidak bisa tatkala teman kerasku orang tua perempuan itu.
Dan kesadaran Athalia tumbuh, mana kala laki-laki yang ada di hadapannya ini mengetahui bahwa dirinya adalah Athalia anak Pak Andika bosnya sendiri.
Ia berusaha menghindar agar aku tidak mendaratkan muluku bibirnya
Kenapa kau meninggalkan aku sudah tahu bahwa kau siapa Dan aku siapa?
"Nggak A, aku bukan siapa-siapa! Aku tadi canda-canda kok. Lagian Aa berani banget nyentuh aku."
Sebelum semuanya terjadi, aku melihat handphone ku berdering, saking kagetnya aku lantas memancing tombol aktif pada handphone tersebut.
Bisa dibayangkan saat itu, ternyata yang telepon adalah Andika.
Dia dalam kondisi video call. Alhasil Andika tahu apa yang terjadi, diam dia tubuhku tidak berbaju, beruntung sekali aku segala melemparkan handphone tersebut. Jika tidak dia menyaksikan anaknya Tengah aku perdayai.
Aku tidak bisa membiarkan lagi, benar-benar aku sudah dilanda emosional berahi yang cukup tinggi.
Perempuan yang tengah dalam kebengongan itu aku rengkuh.
"Aa...jangan atuh Aa, saurna Aa teh pan karyawan Papa, saurna kan Aa teh masih betah damel, apan sesah padamelan teh..."suara perempuan itu minta agar aku tidak macam-macam.
Aku sedikit kaget dengan ucapan Perempuan itu, ia menyebut Andika papanya, sayang aku sudah dikuasai nafsu durjana sehingga tubuh mungil aku rengkuh. Aku tatap habis muka cantiknya.
Atha memberontak, namun karena rengkuhannya kuat ia hanya bisa pasrah.
Terbayang oleh Athalia saat ini menghampiri mobil mewah, bukannya memperkuat posisi kacanya malah kacanya turun dan dia mengeluarkan uang rp10.000,
BAYANGAN ITU TERUS BERPULUH KALI, BERATUS KALI, BAHKAN BERIBU KALI YANG TAMPAK DIPELUPUK MATA ATHALIA.
Sehingga dirinya sudah tidak bisa memiliki kelakuan lagi, bahwa laki-laki inilah yang pertama dan terakhir merengkuh badan dirinya.
Tinggal beberapa senti lagi mulut sampai di bibir merahnya. Tangan kanan Natalia sempat menggapai HP yang tadi dilempar yang tidak sampai ke jauh karena terhalang oleh pohon kayu dan masih kondisi Vikolan sama papanya.
Kontrol bahwa yang ada di dalam handphone itu adalah ayahnya maka aku mendorong kembali tubuh mungil itu,
Sayang handphone masih menyorotkan lampu itu ke sembarang tempat. Sehingga ayahnya kaget dan kemudian mematikan handphonenya.
Aku berterima kasih kepada perempuan cantik jika tidak habis lah sebagai ustaz ajudan inti Bapak Andika.
__ADS_1
Athalia tersenyum mengembang, yang merasa bahagia dapat mengalahkan kekasihnya. Namun tiba-tiba sedih, dia tidak bisa berjumpa dengan papanya yang kini sudah hp-nya di off kan.
Bersambung***