
Aku termenung, kenapa sih menjadi dilematis seperti ini, kenapa aku jadi kepikiran perempuan di balik topeng badut itu?
Padahal di rumah ada Fatin, perempuan cantik, lincah, manja lagi--kenapa mesti cari perempuan lain?aneh-aneh aja!
Boim bilang, Fatin sudah SE atau Sarjana Ekonomi, dewasa lagi, konon kabarnya dia siap menikah menikah,--malah jadi kepikiran orang yang ada di balik topeng badut itu!
Aku melihat Mama bangga adanya sosok Fatin girang banget, seorang perempuan dewasa, bergelar sarjana ekonomi, dari keluarga baik-baik--Kenapa aku tidak bahagia seperti Mama?Apa sih yang aku cari?
Ah, aneh-aneh aja aku ini, coba kalau aku terima, urusan selesai tidak akan menggantung-gantung seperti ini. Kalau seperti ini nggak kelar-kelar hidupku--dua adikku sudah pada rumah tangga bahkan sudah punya anak.
Ya aku? masih membandel kayak begini!! hidup luntang-lantung nggak karu-karuan. Emang kenapa aku, apa aku harus ruqyah dulu, biar jelas siapa aku sebenarnya? ada siapa yang nempel di aku? ah tak tahulah--hidup memang harus seperti ini!
Banyak misteri, banyak keanehan. tapi aku sadar, sadar sesadarnya, aku nggak perlu ke psikiater, semuanya baik-baik saja nggak harus banyak yang dipikirkan.
"Ada apa lagi, Nak, dari tadi Mama perhatiin kamu ngelamun terus, kalau udah ketemu jodoh ngapain kamu harus mikir-mikir lagi, semua yang mama inginkan kereta itu ada pada perempuan yang kamu bawa itu... mama puas banget lihatnya.
Ma-ma amat sangat bahagia, akhirnya nggak bisa menuntaskan semua asa dengan keinginan mama, kau telah tepati janji bahwa tepat diulang tahun Mama, kau hadirkan seseorang yang akan menjadi pendamping kamu.
Mama sangat setuju sekali--orangnya ramah baik dan dewasa, itulah sosok yang diidam-idamkan oleh Mama."ucap perempuan yang pertama aku mengenalnya dan aku makin sayang pada Mamaku.
Aku tersenyum, perasaanku makin galau, antara bahagia dan sedih, Kenapa mesti suasana seperti ini yang aku hadapi untuk saat ini??
"Sudahlah jangan terlalu banyak berpikir, Mama paham bahwa kamu menginginkan sesuatu yang sempurna, tidak ada yang sempurna kecuali mengedepankan rasa syukur--atasan anugerah Sang pencipta yang agung--yang telah memberikan petunjuk dan hidayah serta inayahnya, kita masih diberikan kepercayaan hidup yang sehat wal afiat."kepada mamaku, membuat aku terenyuh.
Aku merasakan betapa pedihnya, jika Mamaku sudah membicarakan tentang takdir dan realitas kenyataan yang ada. bahwa sesungguhnya hingga saat ini ada dalam kesehatan lahir dan batin.
Namun sebaliknya--dengan rasa sehat dan penuh optimisme ini--Aku bukan memaknainya sebagai sesuatu yang menjadi sebuah tujuan akhir dari keinginan dan pencapaian harapanku.
Aku menelan saliva. terasa berat hidup ini, aku lakoni, terutama ketika mamaku menangkap sebuah jawaban atas kebimbanganku dalam menentukan calon pendampingku di masa yang akan datang.
"Mama jangan khawatir, semuanya baik-baik saja, tidak ada yang salah dengan semua kejadian, Aku bahagia dengan segala sesuatu yang terjadi di rumah ini--bukankah semua yang terjadi di rumah ini termasuk salah satunya adalah tukar cincin antara aku dan Fathin--bukan merupakan sebuah kebahagiaan yang menyapa keluargaku--
"Sudahlah Mama jangan terlalu banyak berpikir yang nggak-nggak deh!!
Pada prinsipnya, kita kembali kepada Sang Maha Pencipta, Apa yang difirmankan jadi, maka jadilah!!
Dalam keseharianku. Kini aku banyak melamun, entah apa yang aku lamunkan.
Salah satunya adalah kehendak Mamaku yang sering ingin mengajak Fathin ke rumah.
__ADS_1
Padahal aku sebenarnya masih bimbang--bukankah dia hanya settingan aku--aku tidak memikirkan dia menjadi pilihan untuk menjadi pendampingku.
Aku--tidak pernah memikirkan untuk segera mendapatkan pendamping hidup, aku lebih fokus pada pekerjaan yang menuntut keseriusan dan kesungguhan.
Jikalau saat ini aku harus mempunyai pendamping semata-mata untuk hanya sebagai saling mengenal saja--tidak lebih dari itu.
***
"Kak Austin disuruh Bos menghadap Beliau?"pinta Hilda. Sekprinya CEO di perusahaan ini.
"Kapan Bos nyuruh masuknya?
"Ada tiga menit yang lalu saat Kakak di toilet."
"Ok! aku masuk!" segera aku laksanakan perintah Bos.
Aku masuk ke dalam,
Kreeeeet
Pintu terbuka, tampak seorang laki-laki yang berwibawa berdasi berkemeja serta bercelana katun.
Aku baru mengerti bahwa Bos memang tengah ada masalah. Memang akhir -akhir ini, kondisi perusahaanku terus melorot. banyak proyek kerjasama yang dibatalkan.
Ujung-ujungnya aku yang disalahkan. Aku kan hanya ajudan. Apa yang mesti aku lakukan untuk setingkat bosku.
"Duduk!" perintahnya.
"Ya. Bos!"
"Kamu akhir-akhir ini tidak konsentrasi bekerja, memang ada apa?
Ada masalah apa dengan dirimu! Masalahnya aku perhatikan kamu tidak fokus dalam menangani segala pekerjaan termasuk kontrak-kontrak banyak yang batal!!
Aku berpikir, siapa yang tidak fokus. Emang bos sendiri yang tidak fokus.
Namun aku tetap diam tidak merespon apapun, khawatir menyinggung perasaannya.
"Maafkan aku Bos, akhir-akhir ini memang aku nggak bisa fokus. banyak hal yang perlu aku pikirkan termasuk masalah keluarga. aku diminta sama Mamaku agar aku segera menikah, tapi kan menikah tidak gampang. Perlu banyak pertimbangan. Tidak hanya sekedar resepsi dan ceremony saja. termasuk Bagaimana melakukan pembinaan pasca pernikahan."
__ADS_1
"Selesaikan saja Austin, jangan sampai berimbas pada pekerjaan. kamu sendiri tahu bagaimana menyelesaikan persoalan tersebut!!
Bos Andika mestinya faham bahwa sesungguhnya, aku sebagai bawahan bisa membantu mencarikan solusi untuk anak buahnya.
Percuma aku punya pemimpin kalau tidak bisa memberikan solusi kepada anak buahnya. tapi sebenarnya bukan permasalahanku perusahaan kini melorot.
Bosku sendiri yang harus introspeksi atas semua kekurangan di perusahaan. jangan sampai menyalahkan anak buah.
Aku akan segera menyelesaikan masalahku sendiri Bos, sehingga dengan terselesaikan masalah internal aku semoga saja perusahaan juga secepatnya akan segera pulih kembali seperti sedia kala.
"Oke oke sekarang kamu keluar, sudah selesaikan masalah kamu. pokoknya masukan kamu akan segera akan saya rapatkan besok hari, dengan melibatkan hasil karyawan dan rekanan kita.
Aku ngeloyor ke luar..Di liat aku dicegat Hilda. Ia bertanya apa saja materi diskusi di dalam dengan Bosnya.
Obrolan dengan dengan Bos di ruang tadi bicara ketidakpuasan, seputar
Kemerosotan perusahaan sekaligus dibicarakan teknik penyelesaian.
"Sebenarnya jangan mencari kambing hitam,
Aku penasaran bagaimana kejadian sebenarnya tentang keluarga Bos.
Hilda menjelaskan bahwa anaknya yang bernama Athalia pergi dari rumah.
"Penyebabnya Andika selalu menekankan anaknya harus menikah dengan Hamdan pria pilihan orangtuanya.
Namun karena Athalia tidak menghendaki perkawinan itu, tiga minggu kemarin Athalia meninggalkan rumah. Tepat di hari tukar cincinnya dia.
Pada orang tuanya sudah banyak mendapatkan fasilitas dari calon suaminya Atalia.
Karuan saja Pak Andika. harus mengembalikan sejumlah fasilitas kepadanya.
Aku baru faham jadi kejadiannya seperti itu!
Jika demikian aku harus menjaga perusahaan ini agar tetap stabil dan tidak kolaps.
Aku tahu kok caranya bagaimana bisa membangkitkan kembali usaha anda sehingga bisa lebih bergairah.ujarku pada mereka.
Bersambung****
__ADS_1